Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

"Kenapa kamu di sini?" tanya Edward dengan wajah kesal sambil menahan amarahnya karena istrinya menyusul dirinya.


"Maaf, aku mengikuti kak Edward karena aku tidak bisa tidur," jawab Alona berbohong.


"Pergilah," usir Edward.


"Bodyguard itu tidak bersalah tapi akulah yang bersalah jadi hukumlah aku," ucap Alona tanpa memperdulikan ucapan suaminya yang mengusir dirinya.


"Kamu ingin mengganti dia untuk aku cambuk?" tanya Edward.


"Ya, jadi bebaskan dia," jawab Alona dengan tegas.


"Baik, bebaskan dia, perintah Edward pada bodyguard yang berada di sampingnya.


"Baik tuan," jawab bodyguard tersebut ada sambil tersenyum bahagia karena temannya tidak jadi di hukum.


("Syukurlah temanku tidak jadi di hukum dan aku rasa tuan muda tidak akan menghukum istrinya. Nyonya Alona memang sangat baik karena baru kali ada orang kaya yang perduli dengan orang rendah seperti kami," ucap bodyguard tersebut dalam hati).


"Nyonya, biarkan saya yang di hukum," ucap bodyguard tersebut ketika sudah dibebaskan.


"Aku yang salah paman jadi aku pantas di hukum," jawab Alona.


"Ikat wanita itu!" perintah Edward dengan nada dingin dan wajah masih datar.


Deg


Deg


Empat bodyguard tersebut sangat kaget dengan perkataan Edward, mereka tidak menyangka kalau istrinya ternyata juga diperlakukan sama seperti mereka membuat jantung mereka berdetak kencang.


"Kenapa diam, lakukan!!" perintah Edward dengan nada satu oktaf.


"Tuan, jika Nyonya di cambuk tubuhnya tidak akan kuat dan bisa ma..." ucapan bodyguard tersebut di potong oleh Edward.


"Lakukan atau kalian semua di hukum," ancam Edward.


"Kak Edward," panggil Alona sambil tersenyum walau dalam hatinya sangat terluka.

__ADS_1


"Jika seandainya aku ma ti di tanganmu bolehkah aku minta tiga hal darimu?" tanya Alona.


"Katakanlah," jawab Edward.


"Pertama aku adalah orang yang terakhir di cambuk dan tidak ada hukuman cambuk lagi, hukuman cambuk cukup di ganti dengan potong gaji," ucap Alona.


"Ke dua, aku ingin di cambuk bagian punggungku dan yang terakhir yaitu yang ke tiga jika seandainya aku mati di tangan kak Edward menikahlah dengan orang yang lebih dariku dan jangan sakiti hatinya," sambung Alona.


"Baik aku turuti ke tiga permintaanku tapi dengan satu syarat jika kamu bertahan sebanyak dua puluh lima kali cambukan tanpa jatuh dan berteriak, apakah setuju?" tanya Edward.


"Setuju," jawab Alona tanpa banyak berpikir.


"Baik, kalian pergilah dan tunggu aku di luar," perintah Edward.


"Tapi tuan ..." ucapan para bodyguard terpotong oleh Edward.


"Keluar!!" perintah Edward.


"Paman - paman keluarlah," ucap Alona sambil tersenyum.


"Baik Nyonya," jawab para bodyguard dengan patuh.


"Lakukanlah," ucap Alona sambil membalikkan badannya.


("Anak-anak Mommy dan Daddy, kalian yang kuat ya dan jangan membenci Daddy kalian karena Daddy tidak tahu kalau kalian ada di dalam perut kalian," ucap Alona dalam hati).


ctas


"Satu," ucap Edward.


Alona memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit sekaligus untuk tidak bersuara.


ctas


"Dua," ucap Edward.


Alona masih memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya agar tidak bersuara.

__ADS_1


ctas


"Tiga," ucap Edward.


("Anak-anak Mommy dan Daddy yang kuat ya agar mereka tidak terkena hukuman," ucap Alona dalam hati sambil memeluk perutnya yang masih rata)


Alona berusaha bertahan hingga cambukan yang ke dua puluh empat Alona masih bertahan untuk berdiri dan tidak berteriak.


"Masih sekali lagi, apakah masih sanggup untuk bertahan?" tanya Edward.


"Sanggup, lakukanlah," ucap Alona dengan suara bergetar menahan rasa sakit teramat sangat.


Pakaian milik Alona kini berubah menjadi merah karena darah segar keluar dari punggung Alona akibat cambukan.


ctas


"Dua puluh lima," ucap Edward sambil melempar cambuk sembarangan.


Alona membalikkan badannya kemudian menatap wajah tampan suaminya sambil masih tersenyum sambil menahan rasa sakit dan kepalanya sangat pusing.


"Terima kasih atas semua yang kak Edward lakukan padaku, terima kasih telah memenuhi ke tiga permintaanku. Jaga diri kak Edward baik - baik dan semoga kak Edward selalu bahagia," ucap Alona sambil menatap wajah tampan suaminya.


"I Love You," sambung Alona yang masih tersenyum tapi wajahnya terlihat jelas hatinya sangat terluka.


Bruk


"Alona!!" teriak Edward.


Grep


Selesai mengatakannya tubuh Alona ambruk dan tidak sadarkan diri membuat Edward berteriak memanggil Alona sambil memeluknya sebelum Alona jatuh ke lantai.


Edward menggendong Alona tanpa memperdulikan darah Alona mengenai pakaiannya.


"Kamu harus kuat," ucap Edward sambil berjalan ke arah pintu.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karyaku dengan judul :



__ADS_2