Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Duduklah


__ADS_3

"Maaf Oma, Opa dan juga para paman dan para Tante, tolong jaga ke tiga anak kami karena ada yang ingin aku tanyakan ke Alona secara pribadi," ucap Edward.


"Ok," jawab mereka serempak.


Edward dan Alona mengecup punggung tangan mereka secara bergantian kemudian mereka berjalan ke arah parkiran mobil.


"Kita mau bicara di mana?" tanya Alona penasaran.


Grep


"Nanti kamu akan tahu," jawab Edward sambil memeluk tubuh istrinya dari samping


Skip


Edward menghentikan mobilnya di sebuah hotel milik keluarga besar Alexander membuat Alona menatap ke arah Edward.


"Kenapa kita berhenti di sini?" tanya Alona.


"Lebih enak mengobrol berdua nanti setelah selesai baru kita ke rumah sakit," ucap Edward sambil membuka pintu mobil.


"Pasti tidak jauh-jauh dari hubungan suami istri," ucap Alona sambil ikut membuka pintu mobil.


"Salah satunya itu dan ada yang lainnya," jawab Edward sambil berjalan beriringan dengan Alona.

__ADS_1


Alona hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga mereka masuk ke dalam lobby hotel menuju ke arah lift.


Ting


Ketika pintu lift terbuka Alona dan Edward masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut hingga pintu lift tertutup.


Grep


Cup


Edward yang sangat merindukan istrinya tidak sabar memeluk tubuh istrinya sambil mencium bibir istrinya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah merasakan lagi dan kini Edward bisa merasakan semuanya.


"Mommy, Daddy sangat merindukanmu," bisik Edward yang merubah panggilannya.


Ting


Edward tersenyum bahagia dan tidak berapa lama pintu lift terbuka. Mereka keluar dari dari kotak persegi empat tersebut kemudian Edward memeluk pinggang Alona dan berjalan ke arah kamar 888.


Klik


Edward mengambil kartu akses dari balik saku jasnya kemudian menempelkan kartu akses di pintu hingga terdengar suara klik.


Edward mendorong pintu tersebut dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar hotel tersebut.

__ADS_1


Edward menutup pintu kemudian menguncinya sedangkan Alona yang lelah berjalan ke arah ranjang untuk meregangkan tubuhnya di ranjang.


"Apa yang Kak Edward lakukan?" tanya Alona yang melihat Edward melepaskan satu persatu pakaiannya.


"Seperti yang tadi kamu katakan tidak jauh-jauh dari hubungan suami istri," ucap Edward.


Kini tubuh Edward polos tanpa sehelai benangpun kemudian Edward berjalan ke arah ranjang sedangkan Alona baru menyadari kalau tubuh suaminya terlihat kurus dan juga terlihat jelas wajah yang sangat lelah dan banyak pikiran yang selama ini di pendam.


"Daddy kenapa Daddy jadi kurus seperti ini? Wajah Daddy juga seperti kurang istirahat?" tanya Alona.


"Sejak kepergian Mommy, Daddy menyibukkan diri di kantor karena itulah Daddy seperti ini. Daddy mohon jangan pergi lagi karena sudah cukup dua belas tahun Mommy menghukum Daddy," ucap Edward.


Selesai mengatakan itu Edward duduk di sisi ranjang kemudian melepaskan satu persatu pakaian milik istrinya dengan di bantu Alona hingga polos tanpa sehelai benangpun.


Edward turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah meja dekat ranjang membuat Alona menatap Edward dengan bingung.


"Apa yang kak Edward lakukan?" tanya Alona sambil bangun dari ranjang untuk mengambil pakaian miliknya.


"Tetaplah berbaring dan jangan takut Daddy tidak akan menyiksa Mommy seperti dulu," ucap Edward.


Edward mengambil dua dasi hitam kemudian berjalan ke arah ranjang di mana istrinya terbaring mengikuti perintah Edward.


"Duduklah," perintah Edward.

__ADS_1


__ADS_2