Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Delon dan Joana


__ADS_3

Kini mereka berada di apartemen milik Delon, Delon menekan pin apartemen setelah selesai Delon mendorong pintu apartemen dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanan menggenggam tangan Joana seakan takut Joana melarikan diri.


"Apakah Kak Delon sering menginap di sini?" tanya Joana menghilangkan kegugupannya sambil menaiki anak tangga satu demi satu begitu pula dengan Delon.


"Jarang." Jawab Delon dengan singkat.


"Tapi apartemen Kakak sangat rapi dan bersih?" Tanya Joana.


"Itu karena setiap dua hari sekali ada yang membersihkannya." Jawab Delon sambil membuka pintu kamarnya dengan lebar.


Joana masuk ke dalam kamar dan berjalan melihat kamar Delon yang sangat rapi hingga Joana melihat aquarium di mana ada beberapa macam jenis ikan laut.


Joana yang sedang asyik menatap ikan-ikan yang sedang berenang tidak mengetahui kalau Delon mengunci kamarnya kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun dan terlihat jelas tombak saktinya berdiri dengan tegak dengan sempurna.


Grep


Delon berjalan ke arah Joana kemudian memeluk tubuh Joana dari arah belakang dan menghirup aroma tubuh Joana yang membuat Delon merasa nyaman.


"Kak Delon." Panggil Joana dengan suara tercekat ketika merasakan bokongnya ada yang mengganjal.


"Hmm." Jawab Delon berupa deheman sambil tangan kanannya masuk ke dalam dress milik Joana.


Delon mencium leher Joana kemudian memberikan kembali jejak kemerahan membuat Joana menyadarkan tubuhnya dan tanpa sengaja tangannya menyentuh tombak sakti milik Delon.


"Kak Delon tidak pakai pakaian?" Tanya Joana dengan nada terkejut dan menarik tangannya.


"Ya, bukankah kita akan melakukannya?" Tanya Delon sambil menarik tangan Joana kemudian mendorongnya ke arah ranjang.


Tubuh Joana jatuh terlentang membuat Joana sangat terkejut melihat tubuh polos Delon dan membuatnya menelan salivanya dengan kasar.


Delon menaiki tubuh Joana kemudian mencium bibir Joana yang sudah menjadi candunya sambil tangan satunya masuk ke dalam dress milik Joana kemudian membelai salah satu paha Joana.


Joana yang mendapatkan perlakuan seperti itu menjadi terhanyut membuat Joana mengalungkan ke dua tangannya ke leher Delon sambil membalas ciuman Delon.


Dengan perlahan Delon melepaskan dress milik Joana tapi karena ribet di tambah Delon ingin secepatnya merasakan tubuh Joana membuat Delon menarik dress milik Joana.


Srettt


Srettt


Kini tinggal bungkusan yang menutupi dua gunung kembar dan bagian privasi milik Joana membuat Delon menelan salivanya dengan kasar.


Delon memasukkan tangannya ke arah punggung untuk melepaskan kaitan dua gunung kembar dan berlanjut ke arah segi tiga bermuda.


"Tubuh mu sangat bagus." Puji Delon sambil menatap tubuh polos Joana.


Joana yang sangat malu menutupi dua gunung kembarnya dengan menggunakan satu tangannya dan satu tangannya lagi menutupi bagian privasinya.


"Jangan di tutup." Ucap Delon sambil menarik tangan Joana kemudian menautkan jari jemari miliknya dengan jari jemari milik Delon


"Malu Kak." Ucap Joana.


"Tidak usah malu." bisik Delon.


Selesai mengatakan hal itu Delon memberikan pemanasan terlebih dahulu sedangkan Joana yang merasakan untuk pertama kalinya seperti tersengat aliran listrik.


"Ahhhhhhh.."

__ADS_1


Akhirnya Joana mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya membuat Delon tersenyum bahagia. Joana mengatur nafasnya yang tersengal-sengal sedangkan Delon memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk gunung kembar himalaya milik Joana membuat Joana merem melek.


"Kak Delon, aku ingin merasakannya." Ucap Joana yang penasaran seperti apa rasanya.


"Kamu yakin?" Tanya Delon sambil melepaskan tautan jari jemari miliknya dengan jari jemari milik Joana.


"Yakin Kak." Jawab Joana yang juga ingin merasakan apa itu hubungan suami istri.


Delon hanya tersenyum kemudian menuntun tombak sakti nya ke dalam goa milik Joana yang belum pernah tersentuh.


Dihentakkan pertama Delon gagal namun Delon tidak menyerah dan dihentakkan ke dua Joana berteriak kesakitan ketika kepala tombak sakti milik Delon masuk ke dalam privasinya.


"Akhhhhhhh... Sakit ... Kak Delon ... Hiks ... Hiks ... Hiks ... Sakit ..." Ucap Joana sambil terisak.


"Lama - lama enak sayang." Ucap Delon sambil berusaha masuk lebih dalam.


"Sakit banget Kak ... Hiks ... Hiks ... Aku mohon berhenti." Mohon Joana sambil mendorong tubuh Delon.


Delon yang tidak tega melihat Joana menangis langsung menarik tubuhnya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


"Maaf." Ucap Delon sambil memeluk Joana.


"Hiks ... Hiks .... Hiks ... Sakit banget Kak ..." Ucap Joana sambil masih terisak dan membalas pelukan Delon kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang Delon.


"Kakak tahu, karena itulah tadi Kakak bilang kamu yakin. Sekarang kamu mengerti bukan kenapa waktu di mobil Kakak langsung berhenti?" Tanya Delon.


"Joana mengerti Kak, Kakak berusaha menahan agar tidak melakukan hubungan suami istri." Jawab Joana yang mengerti kenapa Delon mendadak berhenti mencium dirinya.


"Maafkan Joana Kak." Sambung Joana.


"Iya Kak." Jawab Joana.


'Padahal aku tidak memancing, Kakak saja yang main nyosor.' sambung Joana dalam hati.


"Iya Kakak juga salah main nyosor saja." Ucap Delon yang bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Joana.


Joana melepaskan pelukannya kemudian medongakkan kepalanya ke atas menatap wajah tampan Delon.


"Kok Kak Delon bisa tahu apa yang Aku katakan dalam hati?" Tanya Joana dengan wajah bingung.


"Tahu dong." Jawab Delon sambil melepaskan pelukannya.


Walau sebenarnya Delon ingin sekali melakukannya tapi Delon berusaha untuk tidak merusak Joana karena Delon sangat tulus dan ingin melindungi Joana dari orang jahat termasuk keluarga Joana.


Delon terpaksa melepaskan pelukannya karena bagaimana pun dirinya pria normal terlebih ketika kulit mereka saling bersentuhan membuat Delon ingin sekali melakukannya tapi berusaha ditepisnya.


Delon turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi tanpa ada rasa malu sedikitpun terhadap Joana.


"Kak Delon, kenapa tidak memakai pakaian?" Tanya Joana sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kita kan tadi hampir melakukan hubungan suami istri jadi wajar saja kalau kita berdua polos tanpa sehelai benangpun." Jawab Delon dengan nada santai sambil membuka pintu kamar mandi.


"Dasar mesum." Ucap Joana sambil menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimutnya.


"Mesum sama kamu saja." Jawab Delon sambil menutup pintu kamar mandi.


Joana hanya menggelengkan kepalanya kemudian Joana turun dari ranjang kemudian mengambil kemeja milik Delon karena dressnya sobek akibat ulah Delon.

__ADS_1


Selesai memakai kemeja milik Delon yang agak besar, Joana memunguti satu persatu pakaian milik Delon kemudian memasukkan nya di keranjang khusus pakaian kotor.


Ceklek


Tidak berapa lama pintu kamar mandi terbuka dan Joana yang duduk di sisi ranjang dengan bersandar di kepala ranjang sambil melihat Delon menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah privasinya.


Betapa tampannya Delon walau sudah berusia empat puluh tahun tapi masih seperti umur dua puluh lima tahun lebih dikit.


Joana menatapnya tanpa berkedip terlebih air menetes dari wajah turun ke leher Delon menambah ke tampanan Delon berkali-kali lipat membuat Joana menelan salivanya dengan kasar.


"Aku tahu kalau Kakak tampan." Ucap Delon narsis sambil berjalan ke arah lemari pakaian.


"Bukan tampan lagi Kak tapi sangat - sangat tampan." Puji Joana sambil masih menatap punggung Delon yang kekar.


"Terima kasih atas pujiannya, sekarang kamu mandilah setelah itu kita pulang ke mansion." Ucap Delon mengalihkan pembicaraan.


'Jika tinggal di sini maka Aku sangat takut tidak bisa lagi menahannya untuk tidak menerkam Joana.' Sambung Delon dalam hati.


"Baik Kak." Jawab Joana patuh.


Joana turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi dengan menggunakan kemeja Delon membuat Delon menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Delon melihat paha mulus milik Joana terlebih memakai kemeja kesayangannya membuat tubuh Joana sangat seksi hal itu adik kecilnya kembali menegang.


"Sabar Delon, kamu harus menikahi Joana baru kamu bisa menikmati tubuh Joana." Ucap Delon sambil berjalan ke arah lemari pakaiannya.


"Kamu juga dulu lihat Delisa tanpa menggunakan sehelai benangpun kamu tidur dengan pulas tapi kenapa hanya melihat tubuh seksi Joana kamu bangun lagi?" tanya Delon pada adik kecilnya dengan tatapan kesal sambil menarik lilitan handuknya kemudian membuangnya secara asal.


"Kamu bisa tegang ketika kamu di beri obat perang sang sama mantan istriku dan ingin segera dituntaskan selain itu kamu tidur dengan nyenyak, dasar nakal." ucap Delon memarahi adik kecilnya.


ctak


"Akhhhhhhh.... Sakit ... Si*l." Maki Delon.


Delon yang sangat kesal dengan adik kecilnya menyentil kepala helm wortel importnya bersamaan Delon berteriak kesakitan.


Brak


"Kak Delon kenapa?" Tanya Joana sambil membuka pintu kamar mandi dengan kasar.


Ketika Joana menyalakan kran shower tiba-tiba Joana mendengar suara teriakan kesakitan dari mulut Delon membuat Joana mematikan kran shower.


Tanpa memperdulikan tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun Joana membuka pintu kamar mandi dengan kasar dan melihat Delon sedang memegangi tombak saktinya sambil menundukkan setengah tubuhnya.


Delon yang mendengar ucapan Joana langsung berdiri dengan tegak kemudian membalikkan tubuhnya dan matanya membulat sempurna melihat tubuh polos Joana.


"Kakak tidak apa-apa, lebih baik kamu mandilah." ucap Delon.


"Ok." Jawab Joana singkat sambil membalikkan badannya dan kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Mandi air dingin lagi." Ucap Delon karena melihat tubuh polos Joana.


Delon berjalan ke arah pintu kamarnya menuju kamar satunya untuk mendinginkan adik kecilnya yang sudah bangun lagi akibat melihat tubuh polos Joana.


"Padahal sudah disentil dan mau menuruti perintah ku untuk tidur tapi ketika melihat tubuh polos Joana membuat adik kecil ku kembali bangun." Ucap Delon sambil menyalakan kran shower.


"Kalau setiap hari seperti ini yang ada Aku masuk angin." keluh Delon.

__ADS_1


__ADS_2