Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Daddy Nathan, Mommy Maya dan Delon


__ADS_3

"Tidak ada kedap suara." Jawab Joana dengan jujur.


Delon hanya terdiam beberapa saat sedangkan Joana menatap ke arah depan melihat lalu lalang kendaraan dari kaca mobil namun pikirannya melayang jauh entah kemana.


Di mana Joana teringat dengan apa yang mereka lakukan di apartemen milik Delon membuat ke dua pipi Joana merona merah sambil tersenyum malu. Berbeda dengan Delon di mana Delon memikirkan apakah ke dua anak kembarnya menyetujui jika dirinya menikah lagi.


'Awalnya sangat enak tapi ketika adik kecilnya dimasukkan kenapa sakit? Kenapa wanita - wanita yang di bawa oleh Paman dan Mommy melakukan bersama Daddy tidak merasakan sakit malah berteriak saking enaknya?' Tanya Joana dalam hati.


'Apakah ke dua anak kembarku setuju jika Aku menikah lagi? Jika tidak setuju, apa yang harus Aku lakukan?' Tanya Delon dalam hati.


'Tidak ... Tidak jika ke dua anak kembarku tidak setuju maka Aku akan memaksanya karena hanya bersama Joana hidupku lebih berwarna tidak hitam putih.' Sambung Delon dalam hati.


'Joana membuatku sangat nyaman terlebih Aku ingin menikmati masa tuaku bersama orang yang Aku cintai yaitu Joana.' Ucap Delon dalam hati.


"Joana." Panggil Delon tiba - tiba.


Hening


Hening


"Joana." Panggil Delon mengulangi perkataannya.


Sambil memanggil nama Joana, Delon melirik ke arah Joana yang ternyata sedang melamun membuat Delon menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memegang tangan Joana.


"Joana." panggil ulang Delon.


"Eh .. Iya .... Ada apa Kak?" Tanya Joana dengan wajah terkejut.


"Mikirin apa?" Tanya Delon sambil menaikkan salah satu alis matanya.


"Tidak mikirin apa - apa. Ada apa Kak?" Tanya Joana mengulangi pertanyaannya sambil mengalihkan pembicaran.


"Selain Kakak yang melihat tubuh polos mu tanpa menggunakan sehelai benangpun siapa lagi?" Tanya Delon penasaran sambil melirik ke arah Joana dengan sekilas.


"Tidak ada hanya Kak Delon." Jawab Joana dengan jujur.


"Bagus karena hanya Kakak yang boleh melihatnya." Ucap Delon dengan nada posesif .


"Kita kan bukan pasangan suami istri? Kecuali kalau Kak Delon suami ku maka Kak Delon berhak atas semua yang ada padaku." Ucap Joana dengan wajah bersemu merah.

__ADS_1


"Memangnya kamu mau menikah dengan Kakak?" Tanya Delon dengan jantung berdebar - debar karena takut Joana tidak bersedia.


"Tentu saja mau." Jawab Joana sambil memalingkan wajahnya ke arah samping karena sangat malu.


"Serius? Kakak sudah tua lho." Ucap Delon tidak percaya sekaligus sangat senang karena Joana bersedia menjadi istrinya.


"Kakak belum tua, Kakak sangat tampan seperti berumur dua puluh lima lebih." Ucap Joana sambil tersenyum manis.


"Kalau Kak Delon, apakah Kak Delon menyukaiku?" Tanya Joana sambil menatap wajah tampan Delon dengan jantung berdebar - debar karena takut Delon tidak bersedia.


"Tentu saja Kakak menyukaimu dan Kakak akan secepatnya melamar mu menjadi istri Kakak jadi Kakak minta jaga perasaan Kakak." Pinta Delon dengan nada serius.


"Kakak tenang saja, Joana akan selalu menjaga hati untuk Kakak." Ucap Joana dengan wajah serius.


"Tapi ..." Ucap Joana menggantungkan kalimatnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tapi apa?" Tanya Delon penasaran.


"Cara menjaga hati Kak Delon bagaimana?" Tanya Joana polos karena dirinya belum pernah jatuh cinta.


"Maksudnya?" Tanya Delon dengan wajah bingung.


"Apakah hatinya Aku ambil terus Joana jaga? Tapi kalau hatinya Aku jaga berarti Kak Delon ..." sambung Joana dengan menggantungkan kalimatnya.


"Maksud Kak Delon, kamu jangan menyukai pria lain selain Kak Delon." Ucap Delon menjelaskan yang mengerti kalimat selanjutnya.


Antara tertawa dan ingin menangis secara bersamaan itu yang dirasakan oleh Delon. Tertawa karena Joana masih polos dan ingin menangis karena Joana belum paham tentang arti kiasan.


Joana hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti walau dalam hatinya dirinya masih bingung. Hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion. Delon memeluk Joana dari arah samping dan Joana pun membalas pelukan Delon sambil menyadarkan kepalanya di dada bidang Delon.


Suara langkah kaki mereka menggema di ruang keluarga hingga Joana dan Delon melihat Mommy Maya dan Daddy Nathan berdiri menatap mereka berdua dengan tatapan menyelidik.


"Habis dari mana kalian berdua?" Tanya Mommy Maya sambil melihat dan memperhatikan Joana.


"Dari mall Mom." Jawab Delon dan Joana bersamaan.


"Setelah dari mall?" Tanya Mommy Maya.


Tanpa sengaja Mommy Maya dan Daddy Nathan melihat leher Joana ada tanda kepemilikan. Mommy Maya dan Daddy Nathan tahu apa yang dilakukan oleh putra sulungnya membuat ke dua orang tuanya memijat keningnya yang tidak pusing.

__ADS_1


"Ke apartemen milik Kak Delon." Jawab Joana dengan jujur.


"Joana, kamu istirahatlah di kamar dan biarkan Delon di sini bersama kami karena ada yang ingin kami bicarakan." Ucap Mommy Maya dengan wajah serius.


"Baik Mom." Jawab Joana dengan patuh.


Joana berjalan menuju ke arah tangga dan sampai di tangga Joana menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke arah kamarnya sambil sesekali memalingkan wajahnya ke arah belakang.


'Apakah kami melakukan kesalahan? Tapi kalau kami salah kenapa hanya Kak Delon yang dihukum?' Tanya Joana dalam hati.


'Sudahlah nanti Aku akan tanya sama Kak Delon.' Ucap Joana dalam hati sambil membuka pintu kamarnya kemudian masuk ke dalam kamarnya.


"Aduh Daddy, Mommy ... Sakit ..." Ucap Delon sambil memegangi ke dua telinganya.


Ketika Joana tidak kelihatan barulah Mommy Maya dan Daddy Nathan menjewer telinga putra sulungnya kanan dan kiri secara bersamaan membuat Delon berteriak kesakitan.


"Biarin, sebenarnya ini hukuman nya masih kurang." Ucap Mommy Maya yang masih menjewer telinga Delon begitu pula dengan Daddy Nathan.


"Mommy dan Daddy salah Delon apa?" Tanya Delon dengan wajah bingung sambil masih memegangi kedua telinganya.


"Apa yang kalian lakukan di apartemen?" Tanya Mommy Maya sambil melepaskan tangannya yang tadi menjewer telinga Delon begitu pula dengan Daddy Nathan.


"Kami tidak melakukan apa-apa, serius." Jawab Delon berbohong.


"Kalau tidak melakukan apa-apa lalu kenapa di leher Joana ada tanda kepemilikan?" Tanya Daddy Nathan sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.


"Daddy melihat juga?" tanya Mommy Maya dengan wajah terkejut.


"Melihat sepintas dan Daddy tahu kalau putra kita pasti pelakunya." Jawab Daddy Nathan menjelaskan.


"Delon, coba jelaskan ke kami." Pinta Mommy Maya sambil menatap tajam ke arah putranya.


Delon akhirnya mengatakan yang sebenarnya tanpa ada yang ditutupi termasuk Joana yang menceritakan kalau Joana sering melihat adegan suami istri membuat Joana ingin merasakannya karena rasa ingin tahunya lebih besar.


"Itulah yang terjadi Mom." Ucap Delon mengakhiri ceritanya.


"Kapan kamu akan melamar Joana?" Tanya Mommy Maya karena dirinya ingin Delon tidak melakukan hubungan suami istri sebelum mereka resmi menikah.


"Lebih cepat lebih baik." Jawab Delon dengan nada yakin.

__ADS_1


"Jika ke dua anak kembar mu menolakmu untuk menikah lagi, apakah kamu akan tetap menikah dengan Joana?" Tanya Mommy Maya sambil menatap ke arah Delon.


__ADS_2