Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Eden dan Agung


__ADS_3

Eden langsung diam membatu dan tidak berani turun dari ranjang kemudian Agung berjalan ke arah Eden.


"Apa yang akan kak Agung lakukan?" tanya Eden ketakutan.


"Tentu saja melakukan hubungan suami istri," jawab Agung dengan santai.


Selesai mengatakan hal itu Agung menaiki tubuh polos istrinya kemudian mencium bibir Eden.


Jleb


"Akhhhhhhh..." teriak Agung.


Plak


Ketika Agung mencium bibir Eden bersamaan Agung memasukkan tombak ssakti nya tanpa melakukan pemanasan membuat Eden kesakitan dan langsung menggigit bibir Agung hingga mengeluarkan darah segar.


Agung spontan langsung melepaskan ciuman nya sambil berteriak kesakitan kemudian menampar pipi Eden membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Brengs*k," umpat Agung.


Agung yang sangat kesal langsung menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali tanpa memperduli kan teriakan kesakitan dari mulut istrinya. Hingga tiga puluh lima menit kemudian Agung mengeluarkan laharnya dari tombak saktinya.


Agung langsung menarik tombak saktinya kemudian turun dari ranjang untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Setelah lima belas menit Agung keluar dari kamar mandi kemudian berjalan ke arah lemari pakaian tanpa memperdulikan tangisan Eden.

__ADS_1


Selesai memakai pakaiannya Agung mengambil dress dan satu set pakaian dalam kemudian dilempar kan ke wajah Eden.


"Cepat pakai," perintah Agung.


Eden berusaha bangun dari ranjang kemudian dengan perlahan memakai pakaian sedangkan Agung mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas meja kemudian Agung mengetik sesuatu setelah selesai Agung mengirim pesan tersebut.


Agung kembali mengetik pesan ke Ibunya kalau dirinya akan pulang ke mansion pribadinya dengan membawa Eden. Selesai mengetik Agung mengirim pesan tersebut kemudian menyimpan ponselnya di saku jasnya.


Agung mengambil kunci mobil yang ada di atas meja kemudian berjalan ke arah pintu kamarnya karena melihat Eden sudah selesai memakai pakaiannya.


"Kita pergi sekarang," ucap Agung tanpa mau membantu Eden.


"Pergi kemana?" tanya Eden penasaran.


Eden dengan perlahan turun dari ranjang dan berjalan mengikuti langkah suaminya sambil menahan amarahnya yang bercampur rasa perih pada bagian sensitif nya.


Agung dan Eden keluar dari kamar hotel kemudian mereka berjalan ke arah lift. Agung menekan tombol lift hingga pintu lift terbuka barulah Agung dan Eden masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut.


Ting


Pintu lift terbuka, mereka berdua keluar dari kotak persegi empat tersebut. Suasana yang sangat sunyi karena masih jam empat dua puluh dua menit.


"Masuk," perintah Agung ketika mereka sudah sampai di parkiran mobil.

__ADS_1


Eden melihat Agung membuka pintu mobil membuat Eden berlari dengan sekuat tenaga tanpa memperdulikan rasa perih pada bagian privasinya sedangkan Agung yang melihat Eden berlari membuat Agung berdecak kesal.


"Ckk... percuma kamu lari," ucap Agung dengan nada kesal sambil mengejar Eden tanpa menutup pintu mobil tadi dibukanya.


Grep


"Lepas," ucap Eden sambil berusaha memberontak.


Agung berhasil menangkap tangan Eden dengan menggunakan tangan kirinya membuat Eden berusaha melepaskan tangan Agung yang menggenggam erat pergelangan tangannya namun tenaganya kalah jauh.


Bugh


Bruk


Agung yang masih kesal dengan Eden memukul pundak Eden membuat Eden langsung tidak sadarkan diri. Agung menggendong Eden seperti menggendong karung beras.


Agung meletakkan tubuh Eden ke kursi samping pengemudi kemudian memasangkan seat belt nya. Setelah selesai Agung menutup pintu samping mobil kemudian memutari mobil nya lalu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobilnya.


Agung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah mansion milik pribadinya di mana mansion tersebut jauh dari manapun karena terletak di tengah hutan.


Di tempat yang berbeda seseorang wanita tampak gelisah dan tidak bisa tidur sama sekali.


"Kenapa aku tidak bisa tidur?" tanya wanita itu pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2