Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Tamat


__ADS_3

Tiga hari Kemudian


Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan kini Edwind sudah sembuh dari luka tembak dan pulang ke mansion milik Edward bersama Alona dan ke dua adik kembarnya.


Mansion yang awalnya sangat sepi kini menjadi ramai di tambah kedatangan keluarga besar Alexander.


Mereka mengadakan pesta penyambutan Alona dan ke tiga anak kembar dari pasangan Edward dan Alona. Sekaligus pesta untuk kembalinya Eden bersama Agung. Semua sangat bahagia karena sudah tidak ada lagi yang mengusik kebahagiaan Edward bersama istrinya yang bernama Alona serta Eden bersama suaminya yang bernama Agung.


Hingga empat jam kemudian satu persatu pulang ke mansion masing-masing. Edward, Alona dan ke tiga anak kembarnya kini duduk di ruang keluarga.


"Edwind, Edmund dan Adara, besok Daddy dan Mommy akan menemani kalian ke sekolah yang baru." ucap Edward.


"Memang kami sekolah di mana Dad?" tanya ke tiganya bersamaan.


"Kalian nanti sekolah milik keluarga besar Alexander jadi kalian langsung sekolah tanpa perlu mengurus surat-surat perpindahan." Jawab Edward.


"Besok Mommy akan menghubungi sekolah lama kalian kalau kalian pindah ke sekolah baru." Sambung Alona.


"Baik Mom, dad." jawab ke tiganya serempak.


"Edwind, Edmund dan Adara kalian istirahat di kamar kalian masing-masing tapi sebelumnya tinggal pilih kamar kalian yang mana. Nanti pelayan akan memindahkan barang-barang kalian ke kamar kalian." Ucap Edward.

__ADS_1


Selama Edwind sakit mereka tinggal di rumah sakit karena mereka tidak bisa pisah dengan kakak kembarnya.


"Baik Dad." jawab ke tiga anaknya bersamaan.


"Ayo Kak, kita pilih kamar." Ajak Adara.


"Ayo Dek." jawab Edwind dan Edmund bersamaan.


Ke tiga anak kembar tersebut berjalan ke arah tangga sambil bersenandung karena mereka sangat bahagia mempunyai keluarga yang lengkap.


"Mommy sangat bahagia melihat senyum kebahagiaan anak-anak kita." ucap Alona sambil tersenyum bahagia melihat ke tiga anak kembarnya bersenandung sambil menaiki anak tangga.


Alona hanya tersenyum bahagia mendengarnya, dirinya sangat bersyukur suaminya kini sudah banyak berubah. Hangat dan sangat menyayangi dirinya tidak seperti dulu yang kadang baik dan terkadang marah tanpa sebab hingga dirinya di siksa.


Edward yang awalnya sangat Arogant dan sering menyiksa Alona menyadari akan kesalahannya ketika Alona pergi dari kehidupannya dan kini dirinya berjanji untuk lebih mempercayai istrinya.


Istri yang sangat dicintainya dan di tambah dengan ke tiga anak kembarnya yang sudah beranjak remaja membuat Edward berusaha untuk menyayangi dan membahagiakan istri dan ketiga anak kembarnya serta melindungi keluarganya dari orang yang berniat jahat.


Untuk Eden dan Agung kini mereka hidup bahagia bersama putri mereka. Eden dan Agung sudah menyadari akan kesalahannya di masa lalu dan mereka berusaha untuk merubah sifat mereka.


Agung yang terkenal dengan kekejamannya kini tidak pernah menyiksa istrinya sedangkan Eden berusaha menjadi istri yang baik mengurus suami dan putrinya.

__ADS_1


Mereka hidup bahagia baik keluarga Edward maupun keluarga Agung dan tidak ada lagi musuh yang mengusik mereka karena keluarga besar Daddy Thomas akan memberantas siapa saja orang yang berani mengusik kehidupan anggota keluarga besar Alexander.


Tamat


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.


Inti dari cerita ini adalah : sebagai pasangan suami istri harus ada saling percaya karena tanpa kepercayaan maka rumah tangga akan goyah jika hadir orang ke tiga yang ingin menghancurkan hubungan suami istri.


Jika suami kita sedang marah usahakan sang istri diam karena jika ikut marah maka ujung-ujungnya ribut dan akhirnya wanita yang menjadi korban kekerasan para suami.


Seperti yang pernah author dengar di berita di mana suami mem bu nuh istrinya lantaran istrinya sering marah dan tidak kuat akan omelannya. Seperti kata pepatah bilang mulutmu adalah harimaumu.


Maaf kalau ada kata-kata ku yang salah dan semoga para pembaca selalu sehat, bahagia dan sukses selalu.


Salam Author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2