
"Maaf sayang waktu itu aku khilaf." Ucap suaminya.
"Oh ya, katanya kamu mau makan kok tidak pergi ke ruang makan?" tanya suaminya mengalihkan pembicaraan.
"Biar pelayan membawanya ke kamar." Jawab istrinya dengan nada ketus.
"Kenapa tidak makan di meja makan?" Tanya suaminya.
"Malas. Aku ingin habis makan langsung tidur." Jawab istrinya.
Suaminya hanya bisa menahan amarahnya dan tidak bisa marah - marah untuk saat ini karena dirinya berada di mansion milik kakak iparnya.
'Astoge, emak gajah bengkak makan di kamar bagaimana ini? Asli setiap istri ku makan perutku langsung mual.' ucap suaminya dalam hati.
Ceklek
Bruk
"Akhhhhhhhh..." teriak suaminya.
Suaminya membuka pintu kamarnya dengan lebar sedangkan istrinya yang merasa tubuhnya sangat langsing langsung masuk ke dalam kamarnya alhasil tubuh suaminya terdorong ke arah depan dan langsung nyunsep di mana bibirnya mencium lantai.
Suaminya berusaha bangun sambil berteriak kesakitan kemudian memijat tubuhnya yang lumayan sakit.
"Sayang, kenapa kamu jatuh? Jalan yang benar donk." ucap istrinya tanpa dosa.
Istrinya berjalan dengan santai ke arah ranjang tanpa memperdulikan suaminya berdiri sambil masih memijat tubuhnya karena habis di tabrak gajah raksasa di tambah tubuhnya nyunsep ke lantai yang lumayan keras.
Suaminya hanya bisa menahan amarahnya dan rasanya ingin menguliti istrinya saking kesalnya. Suaminya berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring untuk meluruskan kakinya yang terasa sangat pegal.
"Jatuh gitu aja teriak kesakitan, bagaimana denganku yang selalu kamu kamu siksa?" Tanya istrinya dengan nada ketus.
Suaminya hanya diam sambil memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama suaminya tidur dengan pulas sedangkan istrinya menunggu kepala pelayan datang karena dirinya tidak bisa tidur jika belum makan.
xxxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik Daddy Nathan, di mana Joana dan Delon masih tidur dengan pulas sambil saling berpelukan hingga tanpa sadar Joana menyentuh tombak sakti milik Delon.
Mimpi Joana
Joana berlari-lari di sebuah taman hiburan hingga Joana melihat ada penjual mainan. Joana berhenti di toko mainan dan melihat-lihat bermacam-macam mainan hingga Joana melihat kodok Squishy.
Joana membelinya lalu memencet perlahan kodok tersebut hingga tiba-tiba kepala dan mata kodok itu membesar membuat Joana tertawa bahagia kemudian Joana melakukan lagi dan lagi untuk memainkan boneka kodok Squishy tersebut.
Dunia Nyata
Delon yang merasa tombak saktinya dimainkan membuat tombak saktinya menegang hal itu tentu saja membuat Delon memaksakan untuk membuka matanya.
"Akhhhhhhhh ..." teriak Delon sambil menepis tangan Joana kemudian turun dari ranjang.
Delon sangat terkejut karena baru kali ini dirinya tidur bersama gadis lain terlebih dirinya memeluk gadis itu. Sedangkan Joana yang sedang mimpi memainkan kodok memaksakan untuk membuka matanya.
"Akhhhhhhhh... Kenapa Paman Somse ada di kamarku?" tanya Joana dengan nada kesal sambil mengambil bantal untuk melempar Delon.
"Hei, ingat ya ini kamarku." ucap Delon dengan nada kesal.
Joana menatap ke sekeliling ruangan dan benar apa yang dikatakan oleh Delon karena ini bukan kamarnya. Joana yang tadi ingin melemparkan bantal ke arah Delon terpaksa membatalkannya.
Hening
Hening
Joana dan Delon saling terdiam sambil mengingat apa yang terjadi sebelumnya hingga akhirnya ....
"Pffftttt ... Hahahaha ..." tawa pecah Delon dan Joana bersamaan.
Setelah beberapa saat kemudian mereka berhenti tertawa.
"Maaf Kak Delon." ucap Joana merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, sekarang Aku mau mandi di kamar sebelah," jawab Delon sambil bersiap untuk mengambil celana panjang miliknya yang tergeletak di lantai namun tidak ada membuat Delon mencari celana panjangnya.
'Perasaan celana, kemeja dan jas kerja milik ku, Aku letakkan di lantai tapi kenapa tidak ada?' Tanya Delon dalam hati sambil masih mencari.
"Kak Delon, kenapa adik kecil milik Kak Delon lebih besar dan panjang?" tanya Joana tiba-tiba dengan wajah polosnya sambil menunjuk ke arah tombak saktinya milik Delon.
"Panjang banget lagi sampai melewati celana boxer kak Delon," sambung Joana polos sambil masih menatap tombak sakti milik Delon tanpa berkedip.
Delon sangat terkejut dengan perkataan Joana langsung menundukkan kepalanya ke bawah dan benar saja tombak saktinya melewati celana boxernya karena milik Delon memang panjang dan agak besar.
"Joana, tutup matamu!" perintah Delon sambil menutupi tombak sakti nya yang masih tegang.
"Memangnya kenapa Kak Delon?" tanya Joana penasaran.
__ADS_1
Sambil berbicara Joana menatap ke dua tangan Delon yang masih menutupi celana boxernya lebih tepatnya wortel importnya yang bersembunyi di celana boxernya.
Rasa penasaran yang sangat besar membuat Joana turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah Delon.
"Kamu masih kecil, tidak boleh melihatnya." jawab Delon.
"Aku sering melihatnya bahkan ukurannya berbeda-beda tapi tidak sebesar punya Kak Delon." ucap Joana sambil tangannya menyentuh punggung tangan kekar milik Delon.
Grep
"Punya siapa saja?" tanya Delon sambil menangkap tangan Joana.
Entah kenapa Delon sangat cemburu dan menahan amarahnya ketika Joana mengatakan hal itu. Tanpa sadar Delon me x re x mas tangan Joana membuat Joana meringis.
"Kak Delon sakit." ucap Joana dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf." ucap Delon sambil melepaskan tangan Joana.
"Tidak apa-apa Kak." Ucap Joana.
"Kamu bilang sering melihatnya, apakah kamu sering melakukan hubungan suami istri dengan pria yang berbeda?" tanya Delon dengan nada dingin.
"Apakah aku wanita seperti itu?" tanya Joana dengan mata berkaca-kaca.
Walau Joana masih polos namun dirinya mengerti apa itu hubungan suami istri membuat Joana tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.
Tes
Tes
Joana ingin sekali menampar mulut Delon tapi entah kenapa dirinya tidak sanggup melakukannya. Joana hanya bisa menangis sambil membalikkan badannya.
"Mau kemana?" tanya Delon yang melihat Joana berjalan ke arah pintu.
"Aku tidak tahu mau pergi kemana tapi yang pasti aku ingin tinggal di mana orang tidak lagi merendahkan diriku," jawab Joana.
"Aku pikir Kak Delon beda sama keluargaku ternyata aku salah." sambung Joana sambil memegang gagang pintu.
"Tunggu." ucap Delon sambil berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah pintu.
Grep
"Maaf kalau perkataan Kakak menyinggung perasaan mu, jujur Kakak kaget ketika kamu mengatakan kalau kamu sering melihat adik kecil dengan ukuran yang berbeda karena itulah Kakak mengira kalau kamu sering melakukannya bersama pria yang berbeda," jawab Delon menjelaskan sambil memeluk Joana dari arah belakang.
"Jika Aku sedih maka Aku pergi ke panti asuhan dan di sana Aku membantu Ibu pengasuh untuk memandikan anak-anak panti asuhan dimana mereka kebanyakan laki - laki dan masih kecil - kecil karena itulah aku bilang ukurannya berbeda-beda." jawab Joana menjelaskan.
"Ketika melihat mereka melakukan hubungan suami istri, apakah Kamu ingin mencoba melakukannya ?" tanya Delon penasaran.
"Jujur ingin sekali tapi Joana ingin melakukannya jika sudah resmi menikah." jawab Joana jujur dan polos.
"Sudahlah jangan bahas itu." ucap Delon sambil berusaha menghilangkan pikiran mesumnya.
"Memangnya kenapa Kak Delon?" tanya Joana dengan wajah polosnya.
"Pokoknya tidak boleh." jawab Delon dengan nada tegas.
'Gara-gara kamu ngomongin adik kecil membuat adik kecilku sangat sakit dan meronta - ronta ingin masuk ke sarangmu. Aku ingin melakukannya tapi Aku harus berusaha untuk melawan ha sratku. ' sambung Delon dalam hati.
"Baik Kak dan jujur Aku sangat nyaman bersama Kak Delon tapi karena Kak Delon menuduhku maka Aku akan pergi dari mansion ini." ucap Joana sambil melepaskan pelukan Delon yang memeluk dirinya dari arah belakang.
Grep
"Jangan pergi, maaf kalau Kakak menuduh dirimu," ucap Delon sambil menahan tangannya agar tetap memeluk Joana dari belakang.
"Jika ada pria lain yang mengatakan yang tidak - tidak tentangku atau ada foto-fotoku bersama pria lain, apakah Kak Delon lebih percaya mereka dari pada Aku?" tanya Joana.
"Tidak, Kakak lebih percaya sama kamu," jawab Delon yang tidak ingin jauh dari Joana.
Joana melepaskan pelukan Delon kemudian membalikkan badannya untuk menatap wajah tampan Delon.
"Aku akan maafkan Kak Delon tapi jika seandainya Kak Delon menuduh diriku maka Aku akan pergi," ucap Joana.
Grep
"Iya Kak Delon janji tidak akan mengatakannya lagi." ucap Delon sambil kembali memeluk Joana.
Joana membalas pelukan Delon dan entah kenapa Joana merasakan nyaman, terlindungi dan merasakan hangat di peluk oleh Delon.
Karena selama ini Ayahnya tidak pernah memeluknya kecuali waktu kecil Joana pernah di peluk oleh ayahnya itupun hanya beberapa kali.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian saling terdiam namun mereka saling memandang hingga Delon menatap bibir Joana.
"Boleh Kak Delon menciummu?" tanya Delon meminta ijin terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kenapa ingin mencium Joana?" tanya Joana dengan wajah polosnya.
"Apakah seorang Kakak tidak boleh mencium adik kesayangan?" tanya Delon modus.
Joana terdiam sambil berfikir hingga akhirnya Joana menganggukkan kepalanya tanda setuju. Delon yang mendapatkan lampu hijau kembali memeluk Joana kemudian mulai mencium Joana.
Cup
"Cium kening tanda Kak Delon sangat sayang sama Joana." ucap Delon kemudian mencium kening Joana.
Cup
Cup
"Cium pipi kanan dan kiri tanda Kak Delon akan melindungi Joana dari orang yang berbuat jahat." ucap Delon kemudian mencium pipi kanan dan pipi kiri Joana.
Cup
Cup
"Cium sepasang mata tanda kalau Joana hanya boleh memandang Kak Delon dan dilarang menatap pria lain." ucap Delon dengan posesif.
Cup
"Cium bibir tanda mulai sekarang hanya Kak Delon yang berhak mencium bibirmu dan tidak boleh ada laki-laki lain yang mencium bibirmu." ucap Delon kemudian mencium bibir Joana singkat.
Selesai mengatakan dan mencium kening, pipi, mata dan bibir milik Joana, Delon kembali mencium bibir Joana tapi bukan ciuman singkat melainkan berupa lu x mat x tan.
Delon mengarahkan tangannya ke arah tengkuk Joana agar ciuman nya tidak terlepas hingga beberapa saat Joana memukul perlahan dada Delon tanda dirinya kehabisan napas. Delon yang mengerti langsung melepaskan ciuman nya kemudian tersenyum bahagia.
"Hosh ... Hosh ... Hosh ..."
Joana menghirup udara sebanyak - banyaknya sedangkan Delon menjilati bibirnya sambil masih tersenyum bahagia.
"Bibirmu sangat manis," ucap Delon sambil menjilati bibirnya.
"Gula kali manis." celetuk Daddy Nathan tiba - tiba datang ke kamar mereka.
Delon dan Joana sangat terkejut dengan suara Daddy Nathan membuat mereka langsung melepaskan pelukan nya kemudian Joana bersembunyi di tubuh Delon karena dirinya sangat malu.
Pintu di dorong oleh Daddy Nathan dengan lebar kemudian Mommy Maya masuk ke dalam kamar tersebut dengan diikuti oleh Daddy Nathan. Mommy Maya menatap horor ke arah Delon membuat Delon menelan salivanya dengan kasar.
Glek
"Ada apa Mom?" tanya Delon pura-pura tidak terjadi apa - apa.
"Kamu tahu apa kesalahanmu?" Tanya Mommy Maya.
"Memang Delon salah apa Mom?" Tanya Delon balik bertanya.
"Mommy tahu apa kesalahanmu jadi biar kamu bicara sama Daddy, Mommy mau bicara sama Joana," ucap Mommy Maya dengan nada tegas.
"Baik Mom," jawab Delon dengan patuh.
"Daddy, tolong Daddy bicara sama Delon di kamar Delon," pinta Mommy Maya.
"Baik Mom," jawab Daddy Nathan dengan patuh.
Grep
Ketika Delon ingin melangkahkan kakinya tangannya di tahan oleh Joana membuat Delon menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan menatap Joana sambil tersenyum karena melihat wajah Joana yang ketakutan.
"Tidak apa-apa, jangan takut." ucap Delon sambil mengusap rambut Joana dengan lembut.
"Tapi Kak ..." ucapan Joana terpotong oleh Delon.
"Sstttttt, Mommyku sangat baik jadi kamu jangan takut karena Mommyku tidak mungkin menggigitmu." Ucap Delon.
Joana hanya menganggukkan kepalanya sambil melepaskan tangannya kemudian Delon membalikkan badannya dan berjalan ke arah Mommy Maya.
"Memang Mommy macan?" Tanya Mommy Maya dengan nada kesal.
"Hehehehe ....." Tawa Delon.
'Mommy, jangan marahi Joana karena yang salah Delon.' bisik Delon.
Momny Maya hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daddy Nathan dan Delon pergi meninggalkan mereka berdua.
"Joana kita duduk di balkon sambil menikmati udara sore hari." ajak Mommy Maya.
"Baik Mom." Jawab Joana dengan patuh.
'Aduh Joana kenapa kamu mencari masalah mengajak Kak Delon tidur bersamamu?" Tanya Joana merutuki kebodohannya.
__ADS_1
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx