Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Nasihat


__ADS_3

"Karena sejak remaja dan sekarang, Alona selalu memakai sepatu olah raga sedangkan Alena sejak sekolah SMA sudah memakai sepatu hak tinggi,'' jawab Alona.


"Lalu kalau ada pesta ulang tahun dan acara reuni tidak mungkin Alona memakai sepatu olahraga karena terasa aneh jika memakainya. Jadi apakah Alona memakai sepatu hak pendek?" tanya Mommy Maya.


"Alona tidak pernah datang di acara ulang tahun dan acara reuni," jawab Alona.


"Kenapa tidak datang?" tanya Mommy Maya penasaran.


"Ada beberapa hal yang membuat Alona tidak datang di antaranya, ibu kami melarang aku datang cukup di wakil oleh Alena, ke dua Alona tidak mempunyai pakaian pesta dan sepatu karena Alona hanya mempunyai kaos dan celana panjang karena Alona di larang menggunakan dress oleh Ibu kami," jawab Alona.


Alona, kok Oma merasa kalau mereka bukan orang tuamu karena kalau memang tidak mungkin orang tua memperlakukan berbeda terhadap anak - anaknya," ucap Mommy Maya.


"Alona, pernah terbersit kalau Alona bukan putri kandung mereka tapi dengan melihat wajah ku dan wajah Alena sama membuatku yakin kalau aku memang putri kandungnya walau dalam hati kecil Alona merasakan kalau memang mereka bukan orang tua kandungku," ucap Alona.


("Aku akan minta bantuan ke salah satu anggota keluarga besar Alvonso untuk menyelidiki masa lalu orang tua Alona," ucap Mommy Maya dalam hati).


"Oma," panggil Alona setelah beberapa saat terdiam.


"Ya," jawab Mommy Maya singkat.


"Aku lapar Oma," ucap Alona sambil tersenyum malu.

__ADS_1


"Oh ya maaf, keasyikan ngobrol Oma jadi lupa," jawab Mommy Maya sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa Oma," jawab Alona.


Mommy Maya tersenyun kemudian mulai menyuapi Alona dengan penuh perhatian. Alona merasa terharu dan baru merasakan kasih sayang yang sesungguhnya karena selain di suapi Mommy Maya membersihkan bibir Alona dengan menggunakan tangannya tanpa ada rasa jijik sedikitpun ketika bumbu kwetiau goreng mengenai bibir Alona.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Daddy Nathan, Delon dan Edward berada di kantin untuk mengobrol agar memberikan kesempatan Mommy Maya dan Alona untuk mengobrol secara pribadi tanpa di ganggu.


"Edward, Daddy hanya ingin mengatakan jangan pernah sakiti Alona," pesan Delon.


"Apakah Alona yang mengatakan ini? Apa saja yang dikatakan sama Alona?" tanya Edward sambil menahan amarahnya terhadap Alona karena telah melanggar perintahnya.


"Alona tidak pernah mengatakan apapun baik terhadap Daddy maupun keluarga besar kita," ucap Delon.


"Jika kamu tidak mencintai nya lepaskan lah Alona karena Alona berhak bahagia," sambung Delon.


"Daddy, menyuruhku agar kami bercerai?" tanya Edward dengan wajah memerah menahan kesal.


"Daddy tidak meminta untuk bercerai hanya saja Daddy tidak tega melihat kesedihan di mata Alona," ucap Edward.


Kenapa Daddy membela Alona?" tanya Edward.

__ADS_1


"Karena dia wanita yang sangat baik, jika kamu tidak mencintainya lepaskan Alona dan biarkan Alona mencari seseorang yang tulus mencintainya," jawab Delon.


"Sampai kapanpun Edward tidak akan menceraikannya," ucap Edward dengan nada tegas.


"Kalau begitu perlakuan Alona dengan baik jika tidak suatu saat nanti kamu akan menyesali nya ketika Alona pergi dari kehidupanmu," ucap Delon.


Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya.


"Daddy tidak akan ikut campur jika kamu menyakiti Alona tapi di saat kamu mengetahui kebenarannya jangan pernah menyesali nya di saat Alona pergi jauh dari kehidupan mu," ucap Delon.


"Waktu itu kamu berhasil menemukan Alona tapi entah suatu saat nanti di saat Alona melarikan diri kamu tidak bisa menemukannya jangan pernah menyesali ketika Alona tidak pernah ditemukan," sambung daddy Nathan.


"Terima kasih atas nasihat nya Opa, Dad," jawab Edward.


("Aku akan menambah anak buah ku agar Alona tidak bisa kabur," sambung Edward dalam hati).


("Opa tahu kamu pasti akan menambah anak buah mu. Opa harap kamu jangan pernah menyesali ketika Alona berhasil kabur," ucap Daddy Nathan dalam hati).


("Wajah boleh sama tapi kenapa sikap keras kepala sama seperti Ibunya," ucap Delon dalam hati).


"Opa ingin minum kopi hitam, kalian mau minum apa?" tanya Daddy Nathan mengalihkan pembicaraan karena mereka bertiga saling diam.

__ADS_1


"Aku juga ingin kopi hitam Dad / Opa," jawab Delon dan Edward serempak.


Edward melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan tiga cangkir kopi hitam. Selesai memesan mereka kembali mengobrol masalah pekerjaan karena Daddy David dan Delon sudah cukup memberikan nasihat untuk Edward.


__ADS_2