
"Ketika dalam perjalanan menuju ke negara S pesawat yang di tumpangi oleh Alona meledak dan tenggelam di dasar laut. Hal itu terjadi karena Alena meminta pertolongan kekasihnya yang seorang ketua mafia untuk membom pesawat tersebut agar Alona tidak mengganggu rencananya dengan kembali ke Edward," ucap Daddy Alvonso.
"Benar begitu Alena?" tanya Mommy Laras.
"Aku ..." ucap Alena menggantungkan kalimatnya dengan wajah pucat.
"Kalian benar keluarga kompak ya, bapaknya Alena membunuh bapaknya Alona, Ibunya Alena membunuh Ibunya Alona dan sekarang Alena membunuh saudara sepupunya yang bernama Alona," ucap Daddy Thomas yang sejak tadi diam sambil menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Edward yang tidak bisa menahan amarah dan rasa bersalah teramat sangat dalam waktu bersamaan mengulurkan tangan kanannya ke leher Alena membuat Alena memukul tangan Edward dengan ke dua tangannya.
"Mereka bertiga tidak pantas mati dengan mudah, orang seperti mereka pantas di siksa sampai mereka meminta untuk mati," ucap Mommy Maya yang sejak tadi diam.
"Benar kata Mommy, orang seperti mereka harus di hukum dengan berat," sambung Soraya .
Semua sangat terkejut terlebih Daddy Nathan dan Lemos karena mereka tahu kalau istri mereka mempunyai hati yang sangat baik dan mudah memaafkan kesalahan orang lain namun kini terlihat jelas tatapan kebencian dan hawa ingin mem bu nuh ke arah ke dua orang tua Alena dan Alena.
"Lepaskan Edward, siksa wanita ular itu terlalu enak jika langsung menemukan awalnya," ucap Mommy Maya.
__ADS_1
"Baik Oma," jawab Edward dengan patuh sambil melepaskan tangannya yang tadi men cekik Alena.
"Uhuk... Uhuk.... Uhuk ..."
Alena berusaha menghirup udara sebanyak - banyaknya akibat dirinya kekurangan pasokan oksigen sedangkan ke dua orang tua Alena diam-diam berjalan mundur untuk kabur dari tempat tersebut.
Grep
Grep
Delon, Jimmy, Lemos dan Presdir Axel yang melihat mereka hendak kabur langsung menangkap dan masing-masing menahan tangan orang tua Alena agar tidak kabur sedangkan Presdir Albert menahan tangan Alena yang hendak kabur.
xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx
"Oh ya Edward dan buat keluarga besar Alexander dan juga keluarga besar ku ada pesan terakhir dari Alona untuk kita dan juga untuk orang tua Alena dan Alena, " ucap Mommy Laras.
__ADS_1
"Pesan ini diberikan sama Buyut katanya untuk ulang tahun suaminya, awalnya Buyut menolaknya karena Buyut ingin Alona datang menghadiri ulang tahun mu tapi katanya dirinya tidak bisa janji bisa datang atau tidak. Kini Buyut tahu kenapa Alona meminta buyut mengirim pesan terakhir untukmu dan untuk semua orang," sambung mommy Laras.
"Max," panggil Mommy Laras.
Mau hanya menganggukkan kepalanya kemudian menekan tombol play dan tidak berapa saat muncul video rekaman Alona.
"Hallo semuanya," sapa Alona sambil melambaikan tangan kanannya dan tersenyum manis namun terlihat jelas kesedihan di matanya.
"Kalau kalian rekaman video ku berarti aku sudah tidak ada di antara kalian lagi untuk selama - lamanya," ucap Alona.
"Untuk para Buyut, Oma, Opa, Nenek, Suamiku kak Edward, para saudara ipar, orang tuaku dan adikku Alena. Alona sangat berterima kasih atas kebersamaannya selama ini. Alona sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga kalian," ucap Alona yang masih tersenyum.
"Maafkan Alona yang masih banyak kekurangan dan Alona hanya berharap semoga Tuhan membalas kebaikan kalian," ucap Alona.
Alona menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan tidak berapa lama air matanya keluar namun dengan cepat langsung di hapus.
"Kak Edward, maafkan aku karena aku pergi membawa putra kita karena sungguh aku sangat lelah dan ingin tidur tanpa bangun lagi jika seandainya aku tinggal di negara ini. Aku janji akan melahirkan anak-anak kita tanpa membedakan satu dengan yang lainnya seperti yang aku rasakan waktu aku kecil dulu hingga sekarang. Aku akan ajarkan anak-anak kita untuk saling sayang menyayangi dan saling melindungi," ucap Alona dan tidak berapa lama air matanya kembali keluar.
__ADS_1
"Hiks.. Hiks... hiks... Kak Edward dan yang lainnya jika mempunyai anak jangan saling membeda - bedakan. Cintai mereka dengan tulus dan kasih sayang yang sama karena Alona pernah merasakan bagaimana sedihnya dan terlukanya karena tidak pernah merasakan apa itu kasih sayang orang tua," ucap Alona sambil terisak.
"Buyut Laras, Buyut Gloria, Oma Cantika, Oma Claudia, Oma Quenby, Oma Maya, Oma Aurora, Oma Kasandra dan Oma Cantika. Jujur Alona sangat senang sekali melihat anak-anak nya mendapatkan kasih sayang dan tidak membeda - bedakan nya bahkan para menantu nya juga diperlakukan sama seperti anak kandungnya," ucap Alona sambil tersenyum.