
Pamannya Joana langsung ambruk ke lantai karena mendapatkan empat hadiah bogeman mentah dari Kakak Iparnya dan Daddy Nathan.
Daddy Nathan kembali duduk kemudian mulai mengutak atik laptopnya hingga lima belas kemudian Daddy Nathan memperlihatkan laptopnya.
"Lihatlah rekaman cctv di rumah sakit ini." ucap Daddy Nathan sambil menekan tombol play.
Ke dua orang tuanya dan Pamannya langsung menatap ke arah layar laptop milik Daddy Nathan untuk melihat rekaman cctv.
Mereka melihat rekaman CCTV yang ada di rumah sakit sedangkan Pamannya Joana berusaha untuk bangun dengan wajah pucat pasi.
'Si*l, ternyata pria itu bisa meretas CCTV.' Ucap Pamannya Joana dalam hati.
'Awas kalian akan Aku balas termasuk Joana karena telah membuat wajah tampanku jadi rusak.' Sambung Pamannya dalam hati sambil sesekali meringis menahan rasa sakit.
''Sekarang kalian sudah tahu bukan siapa yang berbohong Joana atau pria brengs*k yang barusan Tuan pukul." Ucap Daddy Nathan sambil tersenyum miring setelah mereka melihat rekaman cctv.
"Lebih baik kita pergi dari sini," sambung Daddy Nathan sambil membalikkan badannya meninggalkan tempat tersebut.
"Baik Dad," jawab Delon patuh sambil mengikuti langkah Daddy Nathan kecuali Mommy Maya yang masih bersama Joana.
"Joana, maafkan Mommy," ucap Mommynya merasa bersalah karena tidak mempercayai putrinya.
"Begitu pula dengan Daddy, Daddy percaya saja perkataan pria brengs*k dan juga perkataan Tante mu," ucap Daddynya yang juga merasa bersalah karena menuduh Joana.
"Joana sudah memaafkannya tapi saat ini Joana ingin sendiri dulu Dad, Mom," ucap Joana yang masih kecewa dan ingin menenangkan diri.
"Kamu mau kemana?" tanya ke dua orang tuanya dengan serempak.
"Mommy Maya, bolehkah Joana ikut dengan Mommy Maya?" tanya Joana dengan mata berkaca-kaca tanpa menjawab pertanyaan ke dua orang tuanya.
Mommy Maya melihat dengan jelas sorot mata Joana yang terlihat sangat kecewa terhadap ke dua orangtuanya. Hal itu membuat membuat Joana ingin menenangkan diri dengan tinggal sementara di mansion Mommy Maya.
Mommy Maya tahu apa yang dirasakan oleh Joana membuat Mommy Maya mengusap pipi Joana dengan lembut.
"Tentu saja tapi kamu harus ijin dengan ke dua orang tuamu." jawab Mommy Maya dengan nada lembut.
"Mommy dan Daddy. Joana sementara akan tinggal bersama Mommy Maya sambil mencari tempat tinggal Joana." ucap Joana yang masih kecewa dengan ke dua orang tuanya.
"Lalu kapan kamu pulang?" tanya Ibunya dengan nada kesal begitu pula dengan suaminya sekaligus Ayah tirinya Joana.
"Setelah hati Joana mulai membaik Joana akan pulang," jawab Joana.
__ADS_1
"Jika kamu pergi maka segala fasilitas yang Daddy berikan terpaksa Mommy minta." ucap Ibunya dengan nada mengancam.
Tanpa menjawab Joana membuka tasnya kemudian Joana mengambil dompetnya.
"Ini kartu kredit dan kartu Debit," jawab Joana sambil membuka dompetnya kemudian Joana memegang tangan Ibunya untuk meletakkan dua kartu ke tangan Ibunya.
"Kalung, cincin, gelang dan sepasang anting," pinta Ibunya sambil tangannya diarahkan ke arah Joana.
Joana tanpa menjawab melepaskan kalung, cincin, gelang dan sepasang anting kemudian diberikan oleh Ibunya.
Ibunya menerimanya dengan senang hati tanpa mengetahui kalau hati Joana sangat hancur terlebih Ayahnya hanya menatapnya dengan datar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Ada lagi Mom?" tanya Joana sambil tersenyum namun terlihat jelas wajah kesedihan sekaligus rasa kecewa di hati Joana.
Ibunya hanya terdiam sedangkan Joana masih tersenyum walau dalam hatinya sangat sakit namun tidak berdarah kemudian membuka tasnya kembali lalu mengambil dompetnya.
Joana membuka dompetnya untuk mengambil kartu identitasnya kemudian memasukkan dompet ke dalam tasnya. Joana melepaskan sepasang sepatu kemudian meletakkan di bawah kaki Ibunya berikut tasnya.
"Aku kembalikan semuanya hanya pakaian yang melekat dalam tubuhku. Jika Mommy meminta juga maka Joana akan kembalikan jika Joana sudah berkerja." ucap Joana.
"Tidak bisa, apa yang melekat ditubuhmu harus dikembalikan jika tidak kamu tidak boleh ikut mereka." Ucap Ibunya dengan nada mengancam.
'Dengan cara ini kamu tidak mungkin pergi dan ikut dengan kami.' Sambung Ibunya Joana dalam hati.
Mommy Maya dan Joana sangat terkejut dengan ucapan wanita tersebut sekaligus Ibunya Joana. Joana menatap ke Ayahnya untuk meminta bantuan dan Ayahnya yang mengerti arti tatapan Joana langsung membuka suara.
"Apa yang dikatakan Mommymu memang benar jadi lakukanlah." Ucap Ayahnya tanpa punya perasaan.
'Enak saja pergi, Aku saja belum merasakan tubuh putri tiriku yang ada pria itu yang nantinya menikmati tubuhnya.' Sambung Ayah tirinya dalam hati.
Sudah lama Ayah tirinya menyukai Joana dan ingin merasakan tubuhnya namun istrinya selalu menempel seakan takut suaminya selingkuh dengan wanita lain di tambah dirinya sangat sibuk mengurus pekerjaan.
Sedangkan istrinya yang tahu latar belakang keluarga suaminya membuat istrinya mengikuti kemanapun suaminya agar tidak ada kesempatan berdua dengan putrinya yang bernama Joana ataupun mendekati wanita lain.
Joana menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah orang tuanya secara bergantian dengan tatapan sendu.
"Baiklah. Joana ikut Mo ..." Ucapan Joana terpotong oleh Mommy Maya.
"Joana, kita pergi ke butik langganan Mommy jadi semua yang melekat ditubuhmu kembalikan semuanya." Ucap Mommy Maya sambil menarik tangan Joana.
"Tunggu, Nyonya tidak berhak ikut campur urusan rumah tangga kami. Apalagi Joana sudah bersedia ikut orang tuanya," Ucap Ibunya Joana dengan nada kesal.
__ADS_1
"Joana mau ikut Mommy Maya apa Mommymu?" Tanya Mommy Maya dengan nada lembut sambil mengusap pipi Joana dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya menggenggam tangan Joana.
"Ikut Mommy Maya." Jawab Joana.
"Nyonya sudah dengarkan." Ucap Mommy Maya sambil melangkahkan kakinya ke arah butik langganannya.
Di mana butik langganan tersebut bersebelahan dengan rumah sakit dan butik tersebut sangat besar di mana segala yang dibutuhkan ada semuanya.
Ke dua orang tua Joana hanya bisa menggenggam erat ke dua tangannya. Mereka tidak bisa melarang atau memberikan pelajaran ke Mommy Maya mengingat keluarga Alexander terkenal dengan kekejamannya. Tanpa memperdulikan apakah orang itu laki - laki atau perempuan semua di hukum dan hilang tanpa jejak.
'Jika ada kesempatan akan Aku bunuh wanita itu.' Ucap orang tuanya Joana dengan serempak dan dalam hati.
Kini mereka sudah sampai di butik langganan Mommy Maya sekaligus langganan keluarga besar Alexander. Mommy Maya membeli dua belas set pakaian di mana satu set di pakai oleh Joana.
Selain itu Mommy Maya juga membeli beberapa pasang sepatu, sendal, tas, jam tangan dan satu set perhiasan. Selesai membayar semuanya Mommy Maya menunggu Joana yang sedang mengganti pakaian.
Sambil menunggu Mommy Maya mengirim pesan ke suaminya, kalau dirinya berada di butik dan menceritakan secara singkat kenapa berada di butik.
"Semuanya kirim ke mansion milik suamiku." Ucap Mommy Maya.
"Baik Nyonya Besar." Ucap manager butik dengan patuh.
Setelah hampir dua puluh menit menunggu akhirnya Joana keluar dari kamar pas di mana Joana memakai pakaian dan sepatu baru. Joana berjalan ke arah Mommy Maya dengan mata berkaca - kaca kemudian memeluknya dengan erat ketika Mommy Maya berdiri menatapnya.
"Terima kasih Mommy, Joana tidak tahu apa yang terjadi dengan Joana jika tidak ada Mommy." Ucap Joana.
"Sama - sama sayang." Jawab Mommy Maya sambil membalas pelukannya.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian Joana berjalan ke arah orang tuanya untuk memberikan paper bag yang berisi satu set pakaian yang tadi dikenakan berikut **********.
"Ini Mom." Ucap Joana dengan mata berkaca - kaca sambil menyerahkan dua paper bag.
Tanpa menjawab Ibunya Joana menerimanya kemudian membuang dua paper bag tersebut di tong sampah.
"Ingat jika kamu sudah memutuskan tinggal dengan wanita itu, jangan pernah kembali ke mansion." Ucap Ibunya dengan nada dingin kemudian menarik tangan suaminya.
"Ayo Joana, kita pergi dari sini," Ucap Mommy Maya sambil menarik tangan Joana dengan lembut kemudian berjalan meninggalkan mall begitupula dengan Joana.
Mommy Maya dan Joana berjalan ke arah area parkiran di mana Daddy Nathan dan Delon menunggu mereka berdua.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua kalau ada tiga pasang mata melihat Mommy Maya dan Joana dengan tatapan kebencian dan dendam yang teramat sangat.
__ADS_1
'Tunggu saja pembalasan kami.' Ucap mereka bertiga dengan serempak dan dalam hati.