
"Waktu kak Edward turun dari tangga ada suara bel pas di buka anak buah kakak datang sambil membawa pakaian kakak," jawab Edward.
Alona hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian mereka kembali terdiam sambil berfikir untuk mengobrol.
"Kak Edward, boleh aku bertanya?" tanya Alona karena tidak betah saling diam.
"Silahkan," jawab Edward singkat.
"Sebelum kenal dengan ku apakah kak Edward sudah mempunyai kekasih?" tanya Alona.
"Belum," jawab Edward singkat.
"Kenapa?" tanya Alona penasaran.
"Belum ada yang cocok, apakah masalah?" tanya Edward balik bertanya.
"Tidak, hanya saja kak Edward tampan dan kaya pasti banyak wanita yang menyukai kak Edward," jawab Alona.
__ADS_1
"Memang benar apa yang kamu katakan karena itulah aku tidak mau dengan wanita yang hanya menyukai karena aku tampan di tambah hartaku yang berlimpah." ucap Edward.
"Karena itulah aku membuat surat perjanjian kalau kita berpisah maka kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun hartaku," jawab Edward.
"Aku ingin kak Edward jujur padaku, apa artinya aku di mata kak Edward?" tanya Alona sambil tersenyum walau hatinya terluka.
"Aku ingin menuruti permintaan ke dua orang tuaku untuk menerimamu dan memaafkan kesalahanmu karena telah menabrak nenekku jadi di mataku kamu tidak ada artinya," jawab Edward yang tidak menyadari perkataannya menyakiti perasaan Alona.
"Kalau aku tidak ada artinya, kenapa aku pergi kak Edward tetap mencari ku dan membawaku pulang?" tanya Alona dengan mata berkaca-kaca.
Alona hanya tersenyum kemudian memandangi jalan raya membuat Edward kesal.
("***Kenapa Alona tidak marah ketika aku mengatakan sesuatu yang menyakitkan? Apakah Alona sebenarnya tidak mencintai ku,". ucap Edward dalam hati sambil menahan kesal terhadap Alona).
("Jika ada kesempatan lagi aku akan pergi dari mansion untuk melupakan semua yang telah terjadi tapi sebelumnya aku menunggu lukaku benar - benar kering," ucap Alona dalam hati).
("Tadi aku pulang ke apartemen ketahuan oleh kak Edward jadi lebih baik uang yang aku simpan di apartemen aku ambil dan menjual apartemenku kemudian uang dari hasil penjualan apartemen aku beli rumah kecil dan sisa uangku aku simpan di rumah kecil itu tapi tunggu dari mana kak Edward tahu kalau aku bersembunyi di apartemen?" tanya Alona dalam hati***).
__ADS_1
"Oh ya kak Edward, boleh aku tanya sekali lagi?" tanya Alona.
"Ya," jawab Edward singkat.
"Dari mana kak Edward tahu kalau aku berada di apartemen?" tanya Alona.
"Beberapa keluarga besar ku bisa menguasai program IT jadi kemanapun kamu pergi kami bisa mengetahui nya," jawab Edward tanpa sadar kalau itu boomerang buat dirinya suatu saat nanti.
("Berarti aku harus menyamar agar kak Edward tidak tahu kalau aku kabur dan meninggalkan negara ini," ucap Alona dalam hati).
Setelah itu tidak ada lagi percakapan, mereka masing-masing saling diam hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion.
Alona keluar dari mobil dan berjalan ke arah kamarnya meninggalkan Edward membuat Edward menahan kesal.
("***Lebih baik Alona jangan tidur satu kamar dengan ku karena aku takut nanti aku kecanduan dengan tubuh Alona dan tidak bisa menahannya," ucap Edward dalam hati).
("Aku akan mengatakan ke kak Edward untuk tidak tidur satu kamar denganku agar aku bisa dengan mudah melupakan kak Edward untuk selama-lamanya," ucap Alona dalam hati***).
__ADS_1