Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Soraya VS Delisa


__ADS_3

Pesta ulang tahun yang sangat mewah dan seharusnya di warnai bahagia berubah menjadi deraian air mata atas perkataan Alona.


Neneknya Edward yang mendengar ucapan Alona membuat hatinya sangat sedih karena cucu menantunya yang sangat baik padanya di bandingkan dengan putri kandungnya pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya di tambah tiga cicit di dalam kandungan Alona membuat hatinya terasa sangat sesak.


Bruk


"Mommy!!" teriak Delisa.


Neneknya Edward sekaligus Ibu nya Delisa tidak kuat menahan kesedihannya hingga Neneknya Edward tidak sadarkan diri membuat Delisa memanggil nama Ibunya.


Para pria menggendong neneknya Edward untuk di bawa ke rumah sakit. Para tamu undangan satu persatu pulang ke mansion masing-masing dengan perasaan sedih karena Alona yang mereka sangat baik terhadap semua orang hal itu membuat memberikan kenangan tersendiri untuk mereka.


Kini Neneknya Edward dan Edward berada di ruang UGD, sebagian anggota keluarga besar Alexander menunggu di ruang UGD yang terdiri dari Daddy Thomas, Mommy Gloria, Daddy Nathan, Mommy Maya, Aleandro bersama istrinya, Maximus bersama istrinya, Quenby bersama suaminya, Delon bersama istrinya Dennisa, Jimmy bersama istrinya, Lemos bersama istrinya, Sela bersama suaminya, Seli bersama suaminya dan terakhir Eden anak dari pasangan Delisa dan Delon.


"Kak Delisa, apakah kamu sudah puas?" tanya Soraya sebagai adik ipar sekaligus sahabatnya dengan berlinangan air mata membuat Sela dan Seli memeluk masing-masing Soraya dari arah samping.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Delisa dengan nada frustrasi.


"Dari awal aku pernah bilang, jangan pernah sakiti Alona tapi kak Delisa dan Edward selalu menyakiti perasaan Alona hingga Alona pergi dan meninggal dengan membawa ke tiga cucu kak Delon dan kak Delisa," ucap Soraya.


"Kenapa kamu menyalahkan aku? Salahkan Alona kenapa Alona tidak jujur dengan kita kalau yang menabrak Mommy ku adalah adik kembarnya bukan dirinya dan kenapa Alona tidak mengatakan kalau Alona hamil?" tanya Delisa yang tidak mau disalahkan.


"Alona melakukan itu karena melindungi keluarganya dari kejahatan Edward dan dirimu,'' ucap Soraya sambil menatap kakak ipar sekaligus sahabatnya.


"Aku dan putraku jahat? Apa maksudmu?" tanya Delisa sambil menatap tajam ke arah Soraya karena dirinya tidak terima dikatakan jahat terlebih putranya.


"Apakah kak Delisa tidak tahu kalau kak Edward mencambuk Alona padahal saat itu Alona sedang hamil? Apakah Kak Delisa tidak tahu kalau Edward meminta istrinya untuk menggugurkan kandungannya kalau Alona hamil?Apakah kak Delisa tahu kalau Edward mencekik Alona dan hampir saja meninggal karena mendapatkan laporan kalau Alona selingkuh dengan pria lain tanpa menyelidiki terlebih dahulu kalau Alona ada di rumah kalian seharian? Aku rasa kak Delisa tahu akan hal ini tapi menutup mata dan membiarkan Edward melakukan kejahatan terhadap Alona," ucap Soraya tanpa jeda.


Mereka sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Soraya kalau Edward bisa setega itu.


"Delisa, apa benar yang dikatakan oleh Soraya?" tanya Mommy Maya.

__ADS_1


"Aku ..." ucap Delisa menggantungkan kalimatnya.


"Soraya dari mana kamu tahu semuanya? Kenapa tidak mengatakan pada kami?" tanya Mommy Maya sambil menekan dadanya yang terasa sangat sakit.


"Soraya tahu dari penghuni mansion di mana Alona dan Edward tinggal. Maaf Mommy, Soraya tidak mengatakan itu karena saat itu Soraya langsung menanyakan ke Alona dan Alona memohon sambil berlutut untuk tidak mengatakan ke siapa saja termasuk keluarga besar kita dan aku terpaksa memintanya untuk pergi tapi sayang Alona malah bertahan dan berakhir seperti ini." jawab Soraya dengan air mata tidak berhenti keluar.


"Kak Delisa dulu aku mau bersahabat dengan kak Delisa karena kak Delisa dan aku mempunyai sifat yang sama saling tolong menolong dan perduli dengan orang lain tapi kenapa sekarang kak Delisa berubah menjadi jahat? Kenapa kak Delisa tidak mengatakan ke Edward untuk merubah sifatnya agar tidak menyiksa Alona?" tanya Soraya dengan wajah penuh kecewa.


"Kamu bilang aku dan putraku jahat lalu bagaimana dengan suamimu? Mana yang lebih jahat?" tanya Delisa.


"Apa maksudmu? Kenapa membawa suamiku?" tanya Soraya sambil menggenggam erat ke dua tangannya karena menahan amarahnya.


"Apakah kamu tidak ingat perlakuan suamimu terhadap mu dua puluh tahun yang lalu?" tanya Delisa sambil menatap sinis ke arah Soraya


Plak

__ADS_1


Soraya menampar pipi Delisa sangat keras membuat Delisa terhuyung ke belakang namun Delon menahan tubuh istrinya.


"Soraya, kenapa menampar Istriku?" tanya Delon dengan nada kesal sambil menatap tajam ke arah Soraya.


__ADS_2