Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Makan Bersama


__ADS_3

"Kak Edward," panggil Alona terkejut tanpa menjawab pertanyaan Edward.


"Aku tahu kamu pasti lapar begitu pula denganku, kita makan bersama," ucap Edward sambil berjalan ke arahnya sambil membawa nampan yang berisi makanan.


Alona sangat terkejut atas perubahan Edward namun di lubuk hatinya yang terdalam hatinya sangat bahagia.


"Aku tidak tahu apakah masakan buatan ku enak atau tidak," ucap Edward sambil duduk di sisi ranjang.


"Kak Edward tidak marah padaku karena aku kabur?" tanya Alona.


"Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman ke atas meja dekat ranjang.


"Bisakah kita mulai dari awal sebagai pasangan suami istri pada umumnya?" tanya Edward penuh harap.


"Maksud kak Edward? terus surat perjanjian?" tanya Alona.


"Aku minta maaf atas perkataan ku selama ini dan aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu. Mengenai surat perjanjian aku akan merobeknya," jawab Edward dengan nada tegas.


"Aku tahu kamu pasti sangat membenciku karena itulah kamu kabur dariku. Sekali lagi aku minta maaf dan aku mohon padamu untuk melupakan apa yang terjadi selama ini," mohon Edward.


"Bolehkah aku meminjam ..." ucap Alona menggantungkan kalimatnya.


"Pinjam apa? Uang? Tidak perlu meminjam karena setiap bulan aku akan memberikan uang untukmu," ucap Edward.


"Bukan uang," jawab Alona.


"Lalu apa?" tanya Edward dengan wajah bingung.


"Aku ingin meminjam dada kak Edward untuk menangis, bolehkah?" tanya Alona dengan mata berkaca-kaca dan penuh harap.

__ADS_1


"Boleh, kalau ingin menangis, menangis lah agar rasa sesak di dada berkurang," ucap Edward sambil merentangkan ke dua tangannya.


Grep


"Aku tidak mungkin membenci kak Edward, aku kabur karena tidak ada lagi orang yang mencintaiku dengan tulus baik keluargaku dan juga kak Edward." ucap Alona sambil memeluk tubuh suaminya dan tidak berapa lama air matanya keluar.


"Maafkan aku yang sempat membencimu," ucap Edward sambil membalas pelukan istrinya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks..." Isak Alona.


"Menangis lah keluarkan semuanya agar rasa sesaknya hilang tapi setelah itu jangan ada air mata kesedihan," ucap Edward yang merasa bersalah karena ikut menyakiti perasaan Alona.


"Huaaaaaa... " tangis Alona pecah.


Entah kenapa hati kecil Edward sangat sakit ketika mendengar tangisan Alona yang menyayat kan hatinya membuat Edward ikut meneteskan air mata.


"Maaf, pakaian kak Edward basah," ucap Alona.


"Tidak apa-apa," jawab Edward sambil menghapus air mata Alona dengan ke dua ibu jarinya.


("Jika seandainya bisa aku ingin waktu berhenti karena aku baru kali ini jantungku berdetak kencang ketika kak Edward pertama kalinya perhatian padaku," ucap Alona dalam hati).


("Bibirnya, aku ingin merasakan kembali," ucap Edward dalam hati sambil menatap bibir Alona).


"Alona bolehkah aku mencium mu?" tanya Edward.


Alona hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Edward tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Alona.


cup

__ADS_1


Edward mencium bibir Alona secara singkat namun Edward menginginkan lagi. Edward me lu mat bibir Alona dan Alona membalas ciuman suaminya walau di bilang kamu namun Edward sangat bahagia.


Edward mendorong perlahan tubuh Alona kemudian menaiki tubuh Alona sambil masih mencium bibir Alona hingga ciuman pindah ke leher istrinya memberikan tanda kemerahan.


Alona mengeluarkan suara merdunya membuat Edward semakin bersemangat dan entah bagaimana kini ke dua tubuh mereka sama-sama polos tanpa sehelai benangpun dan juga sama-sama ingin berlanjut ke arah hubungan suami istri.


"Alona, aku ingin," bisik Edward dengan suara berat.


"Aku juga ingin," jawab Alona yang pertama kali tubuhnya seperti tersetrum.


Cup


''Terima kasih Alona,'' ucap Edward sambil tersenyum bahagia.


"Tapi pelan-pelan ya kak, perutku masih perih," ucap Alona.


Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya milik Edward.


Setelah beberapa saat Edward menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya.


("Semoga suamiku benar - benar berubah dan tidak menyakiti perasaanku lagi tapi jika itu terjadi lagi maka aku akan pergi jauh di mana orang tidak mengenaliku dan aku tidak akan bisa ditemukan,'' ucap Alona dalam hati).


"Kita bersihkan tubuh dulu setelah itu baru kita makan bersama," ucap Edward sambil turun dari ranjang.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2