
Plak
Untuk pertama kalinya Delon menampar istrinya dengan sangat keras hingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.
"Benar kata orang tuaku, kamu selamanya tidak akan berubah," ucap Delon dengan nada dingin.
"Delisa, aku sungguh-sungguh sangat menyesal menikah dengan mu, seandainya saja saat itu aku tidak dijebak olehmu kita tidak mungkin menikah," ucap Delon dengan nada masih dingin.
"Apa maksudmu?" tanya Delisa dengan nada pucat.
"Kamu jangan pura-pura tidak tahu," ucap Delon sambil mengingat masa lalu.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Sebelumnya baca novelku di Ranjang Sang Mafia Bab 373 Tamat. Dimana Delon mengantar Delisa pulang ke rumahnya.
Delon dan Delisa berpamitan dengan keluarganya kemudian mereka pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke rumah Delisa. Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Delisa.
"Maaf aku tidak mampir, karena mau menemani adikku Lemos," ucap Delon sambil menutup pintu samping pengemudi.
"Minumlah sebentar sebagai ungkapan terima kasih," ucap Delisa penuh harap sambil masih berdiri di samping pintu di mana tadi Delon membukakan pintu mobil untuk dirinya.
Tanpa curiga sedikitpun Delon keluar dari mobil dan berjalan bersama Delisa menuju ke rumah minimalis.
"Kok sepi?" tanya Delon.
"Mommy ku pergi ke rumah adiknya jadi aku tinggal sendiri," jawab Delisa.
"Ayahmu?" tanya Delon.
"Sudah lama meninggal," jawab Delisa sambil membuka pintu utama dengan lebar.
"Kenapa rumah tidak di kunci?" tanya Delon sambil masuk ke dalam.
"Perumahan ini aman dari pencurian jadi walau di tinggal tidak ada yang mencuri," jawab Delisa sambil ikut masuk ke dalam dan menyalakan saklar lampu agar ruangannya terang benderang.
"Duduklah sebentar aku akan siap kan minuman," ucap Delisa.
"Ok," jawab Delon singkat.
Delisa berjalan ke arah dapur sambil tersenyum menyeringai kemudian mulai menyiapkan minuman sedangkan Delon melihat sekeliling ruangan tersebut hingga beberapa lama Delisa datang sambil membawa nampan yang berisi minuman dan cemilan.
"Silahkan di minum," ucap Delisa.
Delon hanya menganggukkan kepalanya kemudian tanpa curiga sedikitpun meminum minuman yang disediakan oleh Delisa. Delisa ikut mengambil gelas dan meminum sambil menatap wajah tampan Delon.
__ADS_1
Selesai meminum mereka kembali mengobrol hingga setengah jam Delon merasakan tubuhnya panas.
"Kok panas ya?" tanya Delon sambil menarik dasinya.
"Hawanya memang panas," jawab Delisa.
"Mungkin sebentar lagi mau hujan, aku pulang dulu ya," pamit Delon sambil turun dari sofa.
"Baik," jawab Delisa sambil turun dari sofa.
Delisa berjalan mengikuti Delon hingga Delisa pura - pura terjatuh membuat Delon menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah Delisa.
"Ada apa?" tanya Delon sambil membangunkan Delisa.
"Sepertinya kakiku keseleo," jawab Delisa sambil pura - pura meringis.
"Tolong gendong aku ke kamar," sambung Delisa.
"Baik," jawab Delon singkat.
Delon mengangkat tubuh Delisa dan entah kenapa tubuhnya seperti tersetrum ketika tubuhnya menyentuh tubuh Delisa tapi Delon berusaha melawannya untuk tidak melakukan hubungan suami istri.
Delisa menunjuk ke arah kamarnya dan Delon berjalan ke arah yang ditunjuk oleh Delisa. Sampai di kamarnya Delon meletakkan perlahan tubuh Delisa bersamaan Delisa membelai wajah tampan Delon.
"Kak Delon sangat tampan," ucap Delisa dengan suara menggoda.
Grep
Selesai mengatakan hal itu Delon melepaskan tangannya kemudian membalikkan badannya bersamaan Delisa melepaskan dress nya dan berlanjut melepaskan bungkusan dua gunung kembarnya.
"Kak Delon, perutku sakit," ucap Delisa sambil berjalan dengan langkah cepat menyusul Delon dengan tubuh polosnya.
Delon menghentikan langkahnya sambil memejamkan matanya untuk menahan ha x srat nya yang sejak tadi di tahannya.
"Aku akan hubungi dokter," ucap Delon sambil membalikkan badannya namun matanya membulat sempurna melihat tubuh polos Delisa.
"Delisa apa yang kamu lakukan?" tanya Delon sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
Grep
"Maafkan aku Kak, aku sangat mencintaimu," ucap Delisa sambil memeluk tubuh Delon.
Selesai bicara Delisa menyentuh tombak sakti milik Delon sedangkan Delon yang diperlakukan seperti itu tidak bisa menahannya lagi.
Delon menarik tangan Delisa dan berjalan ke arah kamar Delisa dan mereka pun melakukan hubungan suami istri. Hingga besok paginya Delisa menangis karena kehilangan harta berharga nya membuat Delon menyesal dan berjanji akan bertanggung jawab dengan cara menikahi Delisa.
__ADS_1
xxxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
"Aku tahu kamu menjebak ku agar aku menikah denganmu, benar bukan?" tanya Delon.
"Darimana kamu tahu?" tanya Delisa tanpa menjawab pertanyaan Delon.
"Darimana aku tahu tapi benar bukan apa yang aku katakan?" tanya Delon sambil tersenyum sinis.
"Aku tahu pasti Soraya yang memberitahukan semuanya ke kamu dan keluarga besar mu karena semua rahasia ku dan rahasia Soraya hanya kami yang tahu," ucap Delisa sambil menahan kesal terhadap Soraya.
Plak
"Kamu memang tidak pernah berubah selalu menjelekkan sahabatmu sekaligus adik ipar mu." ucap Delon sambil menampar istrinya dengan sangat keras membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Kini aku tahu kenapa ke empat adikku dan ke empat adik ipar ku malas berkunjung ke rumahku karena mulutmu sangat pedas." sambung Delon.
"Apa maksudmu?" tanya Soraya sambil menahan rasa sakit di pipinya.
"Ketika aku ke rumah salah satu adikku pasti ada saudara ku yang lainnya datang namun ketika aku mengajak mereka ke rumahku mereka selalu beralasan sibuk dan ada acara keluarga. Kini aku tahu kamu yang membuat hubunganku dengan ke empat adikku dan ke empat adikku renggang karena kamu tidak bisa menjaga mulutmu," jawab Delon.
"Kamu ingin tahu dari mana aku dan keluarga besar ku tahu masa lalu mu? Karena aku meminta pertolongan salah satu keluarga besar Alvonso untuk mengetahui apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu karena itulah aku tahu," sambung Delon.
"Jangan pernah kamu menjelekkan Soraya dan juga salah satu keluarga besar ku karena jika itu terjadi aku tidak segan-segan merobek mulutmu," ucap Delon sambil berjalan meninggalkan Delisa.
"Besok pengacara akan datang untuk mengurus surat perceraian kita," ucap Delon sambil membuka pintu.
"Mau kema .." ucapan Delisa terputus karena Delon membanting pintu kamar perawatan.
Brak
"Si*l ... gara- gara Alona membuat suamiku ingin menceraikan aku," ucap Delisa sambil menahan amarahnya.
Ceklek
Eden membuka pintu kamar perawatan kemudian berjalan ke arah Mommynya dengan tatapan sendu karena dirinya mendengar percakapan ke dua orang tuanya.
"Mommy," panggil Eden.
"Akhhhhhhhh... Mommy sangat membenci Alona ... Gara - gara Alona Mommy dan Daddy bercerai," ucap Delisa dengan nada frustrasi.
Grep
"Mommy, Eden akan mencari cara agar Mommy dan Daddy tidak jadi bercerai," ucap Eden yang tidak tega melihat kesedihan Delisa.
"Mommy juga akan mencari cara," ucap Delisa.
__ADS_1
"Sekarang Mommy tidur besok kita pikirkan rencana selanjutnya," ucap Eden sambil membetulkan selimut Delisa.
Delisa hanya diam kemudian Delisa memejamkan matanya dan tidak berapa lama Delisa tidur dengan pulas sedangkan Eden berbaring di ranjang khusus untuk menunggu pasien di rawat. Tubuhnya yang lelah akhirnya Eden ikut tidur dengan pulas nya.