Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Nyebelin


__ADS_3

"Mall?" tanya ulang Mommy Maya sambil menatap ke arah suaminya dengan tatapan bingung.


"Iya Mall. Tadi Daddy jalan - jalan ke Mall dimana pria itu sedang kesal dengan mengatakan : Daddy dan Mommy saja memintamu untuk memanggilnya Mommy dan Daddy, kenapa Kakak tidak boleh?" Jawab Daddy Nathan mengikuti perkataan Delon sambil melirik ke arah belakang pengemudi lewat kaca spion mobil.


Mommy Maya yang awalnya bingung kini mengerti sambil senyum-senyum sendiri begitu pula dengan Daddy Nathan.


"Terus selanjutnya apa yang terjadi Dad?" tanya Mommy Maya pura - pura tidak tahu.


"Ketika pria itu sedang kesal gadis itu mengatakan : Kakak kalau kesal bertambah tampan sambil wanitanya menyentuh pipi pria itu hingga pria itu menahan tangan wanita itu dan mengatakan Jangan sentuh pipiku.'' Jawab Daddy Nathan sambil masih melirik Delon dari kaca spion mobil.


"Pfttttt ...." Tawa Mommy Maya dan Joana ketika Daddy Nathan menirukan suara wanita.


Delon menatap ke arah Joana dengan tatapan tajam membuat Joana menundukkan kepalanya.


"Lalu Dad?" tanya Mommy Maya sambil menahan senyuman.


"Gadis itu memiringkan tubuhnya ke arah pria itu dan wajah pria itu langsung berubah bersemu merah membuat gadis itu menarik tangannya yang dipegang oleh pria itu." jawab Daddy Nathan.


"Terus Dad?" tanya Mommy Maya sambil masih menahan tawanya.


"Gadis itu memegang tangan pria itu dan bertanya dengan nada kuatir: Sayang ku sakit? Sambil memegang kening pria itu dengan wajah kuatir terus pria itu menjawab : Tidak, sekarang duduklah diam dan arahkan pandangan ke arah lain." Jawab Daddy Nathan menirukan suara Joana dan Delon.


Hanya saja ada kata yang di ubah, di mana Daddy Nathan mengganti Kak Delon menjadi sayang ku.


"Kok ceritanya sama seperti yang kita katakan?" tanya Joana sambil menatap ke arah Delon dengan wajah polosnya.


"Daddy, Mommy," panggil Delon dengan nada kesal karena ke dua orang tuanya membicarakan dirinya dan Joana tanpa menjawab pertanyaan Joana.


"Ada apa Kak Delon?" tanya ke dua orang tuanya bersamaan dengan wajah polosnya.


"Daddy dan Mommy, nyebelin," ucap Delon dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Pfftttt hahahaha...." tawa pecah ke dua orang tuanya bersamaan diikuti oleh Joana.


"Joana jangan tertawa kalau tidak Kakak akan menghukum dirimu," ucap Delon dengan wajah kesal sekaligus tersenyum melihat orang - orang yang di sayangi ikut tersenyum.


Joana menatap ke arah Delon yang terlihat sangat kesal karena ditertawakan oleh ke dua orang tuanya dan juga dirinya membuat Joana mendekatkan wajahnya ke arah wajah Delon.


"Kakak akan menghukum ku? Kak Delon berarti kerja jadi dosen atau guru ya?" tanya Joana tanpa ada rasa takut sedikitpun melihat Delon menatapnya dengan tatapan tajam.


"Dosen atau guru .... (menjeda kalimatnya) Maksudnya?" tanya Delon sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Joana.


"Iya dosen atau guru. Biasanya guru atau dosen suka menghukum para murid atau para mahasiswa dan mahasiswi jika tidak mengerjakan tugas." Jawab Joana.


"Termasuk kamu ya?" Tanya Delon dengan nada menyindir.


"Maaf ya Kak, Joana selalu mengerjakan tugas kecuali mata kuliah manajemen bisnis dan manajemen keuangan karena sangat sulit. Kalau Kak Delon memang benar dosen manajemen bisnis dan manajemen keuangan tolong ajarin Joana ya, please." pinta Joana sambil menyatukan ke dua tangannya.


"Pfftttt ...." tawa Delon.


Wajahnya yang semula cemberut kini tertawa lepas membuat ke dua orang tuanya terkejut karena sejak Delon menikah tidak pernah tertawa selepas ini.


Hal itu membuat orang tua Delon sangat bahagia karena kehadiran Joana membawa perubahan Delon.


'Sudah lama Delon tidak tersenyum dan tertawa seperti ini. Aku sangat berharap putraku berjodoh dengan Joana tapi usia mereka terlampau jauh apakah mungkin?' tanya Daddy Nathan dalam hati.


'Kebahagiaan orang tua adalah melihat anak - anak nya menikah dan hidup bahagia. Selama Delon menikah dengan Delisa, Mommy tidak pernah melihat senyuman dan tawa putraku membuatku selalu berdoa kalau memang Delisa bukan istri yang terbaik maka pisahkan lah tapi kalau memang yang terbaik semoga Delisa bisa berubah,' ucap Mommy Maya dalam hati.


'Doaku terjawab yaitu Delon mencerai kan istrinya dan sekarang aku berdoa jika memang Joana adalah jodoh nya maka satukan lah tapi jika bukan jodoh nya maka aku hanya bisa memohon agar tetap bersatu,' sambung Mommy Maya dalam hati.


www.edisi maksa.com


''Kenapa tertawa?'' tanya Joana dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Kamu lucu," Jawab Delon sambil tersenyum .


"Memangnya aku badut?" Tanya Joana dengan bibir mengerucut.


'Aduh bibirnya ingin sekali aku merasakannya tapi jika Aku melakukannya yang ada Aku bakalan kena hukuman sama Mommy dan Daddy. Apalagi Aku tidak ingin Joana akan menjauh dariku.' Ucap Delon dalam hati.


'Tahan Delon jangan lakukan itu, jika memang Dia jodohmu kamu bisa melakukan apapun terhadap Joana.' ucap Delon dalam hati sambil memalingkan wajahnya ke arah samping membelakangi Joana.


Grep


"Paman kenapa memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil? Memangnya kaca mobil lebih bagus dari pada wajahku?" tanya Joana dengan wajah polos kemudian menarik perlahan pipi Delon agar menatap dirinya.


Grep


"Jangan panggil Paman karena Kak Delon tidak menikah dengan Tante mu dan yang ke dua jangan sentuh pipiku," ucap Delon dengan nada tegas sambil menahan tangan Joana dan menatap tajam ke arah Joana.


"Kalau begitu, Aku juga tidak akan memanggil dengan sebutan Kak Delon." Ucap Joana.


"Lho memang nya kenapa?" Tanya Delon dengan nada kesal.


"Karena orang tua Joana hanya melahirkan Joana berarti Kita tidak ada hubungan saudara jadi Aku tidak lagi memanggil dengan sebutan Kakak." Jawab Joana dengan nada tegas sambil menarik tangannya yang di genggam Delon.


"Joana." Panggil Delon dengan gigi gemeletuk.


Tiba-tiba mata Joana berkaca-kaca membuat Joana membalikkan badannya membelakangi Delon.


"Maaf," jawab Joana sambil menatap ke arah jalan raya lewat jendela mobil.


Air mata Joana keluar karena mengira kalau Delon tidak menyayangi dirinya seperti ke dua orang tuanya . Joana menangis tanpa mengeluarkan suaranya agar tidak terdengar oleh orang tua Delon dan juga Delon.


'Tidak ada orang yang menyayangiku dengan tulus lebih baik Aku pergi saja dari kehidupan mereka.' Ucap Joana dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2