Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Ada apa Edward


__ADS_3

"Tentu saja Mommy ikut menemani Daddy karena Mommy tidak bisa pisah sama Daddy," ucap Mommy Maya sambil tersenyum.


"Mommy dan Daddy seperti anak ABG romantis terus," ucap ke lima anak kembarnya bersamaan.


"Hehehehe," tawa Mommy Maya dan Daddy Nathan bersamaan.


"Seli ikut Mommy dan Daddy," ucap Seli.


"Sela juga," sambung Sela.


"Sela dan Seli, jangan bilang ngga bisa jauh dari Axel dan Albert?" tanya Jimmy.


"Kalau benar, Soraya / Jessica ikut Kakak," ucap Lemos dan Jimmy bersamaan yang juga tidak ingin berpisah dengan istrinya.


"Oko," jawab Soraya dan Jessica bersamaan.


"Tidak boleh, harus tiga orang yang menjaga," ucap Mommy Maya.


"Biar aku sama Mom yang menjaga ponakan ku," ucap Jessica.


"Aku juga Mom, menjaga ponakan ku," sambung Soraya.


"Aku juga Mom," sambung Sela dan Seli bersamaan.


"Sayang tidak jadi ikut?" tanya ke empat pria tampan tersebut bersamaan.


"Kan hanya sebentar sampai Edward pulang," jawab ke empat istrinya masing-masing.


Ke empat pria tampan tersebut hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Kalau merasa keberatan, biarkan saja aku yang menjaga ke tiga cucuku," ucap Delon merasa tidak enak hati.


"Tidak kak, biarkan istriku yang menjaganya karena bagaimanapun mereka juga cucu kami," ucap Jimmy.

__ADS_1


"Betul kata kak Jimmy, biarkan istriku yang menjaganya," sambung Lemos, Sela dan Seli bersamaan.


"Terima kasih, kalian sangat perduli dengan ke tiga cucuku," ucap Delon terharu.


"Sesama saudara kita harus saling perduli," ucap ke empat saudara kembarnya.


Delon hanya tersenyum dan dirinya sangat terharu mempunyai empat saudara kembar yang saling membantu dan saling perduli satu sama lainnya.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang sebelum Edward datang," ucap Mommy Maya.


"Ok," jawab Daddy Nathan, Delon, Jimmy, Lemos, Presdir Axel dan Presdir Albert singkat dan bersamaan.


"Aku mau ke kamar Alona sekalian meminta Alona untuk turun dari kamarnya," ucap Soraya sambil turun dari sofa dan berjalan ke arah tangga.


"Ikut," ucap Jessica, Sela dan Seli bersamaan sambil ikut turun dari sofa.


Ke empat wanita tersebut berjalan ke arah tangga sedangkan yang lainnya menunggu kedatangan Alona.


Skip


Ting tong ... Ting tong ... Ting tong


Anggap saja suara bel pintu sebanyak tiga kali membuat Seli berjalan menuruni anak tangga menuju ke pintu utama.


ceklek


"Edward, cepat sekali datangnya?" tanya Seli.


"Iya Tante, maaf tadi ponselnya aku langsung matikan karena Edward langsung pergi ke negara ini," ucap Edward kemudian mengecup punggung tangan Seli.


"Ayo masuk," ucap Seli.


"Baik Tante," jawab Edward.

__ADS_1


Edward masuk ke dalam sedangkan Seli mengunci pintu utama kemudian mereka berjalan menuju ke arah tangga.


"Kok sepi, pada kemana?" tanya Edward.


"Tante Jessica, Tante Soraya dan Tante Sela ada di kamar. Kalau yang lainnya pada pergi katanya ada urusan karena itulah mansion ini sepi," jawab Seli.


Edward hanya menganggukkan kepalanya sambil masih menaiki anak tangga satu demi satu begitu pula dengan Seli.


"Ini mansion milik Tante Katarina?" tanya Edward.


"Benar, kok tahu?" tanya Seli.


"Karena Edward melihat ada beberapa foto keluarga besar Taylor dan juga ada foto pengantin Tante Katarina dan Paman Mikael," jawab Edward.


"Tepat sekali," jawab Seli.


"Apakah teman nya Tante Katarina tinggal di di sini?" tanya Edward.


"Iya, Tante Katarina meminta teman nya untuk tinggal karena mansion miliknya sangat besar," jawab Seli.


"Memangnya teman suaminya kemana ?" tanya Edward penasaran.


"Seperti Tante bilang kalau suaminya berkerja tapi tempat kerjaannya sangat jauh karena itulah Tante Katarina mengajak temannya untuk menginap," jawab Seli.


("Aduh Edward jangan banyak tanya, Tante bohong terus nih," sambung Seli dalam hati).


Ceklek


Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian Seli membuka pintu kamar Alona.


Deg


Deg

__ADS_1


Wangi parfum milik Alona membuat jantung Edward berdetak kencang membuat Edward membatu.


"Ada apa Edward? Ayo masuk," ajak Seli sambil berjalan ke arah kamar Alona.


__ADS_2