Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Perbedaan Alona dan Alena


__ADS_3

"Bulan depan kamu ulang tahun kan?" tanya Delon.


"Benar dad," jawab Edward.


"Karena itulah kami ingin membuat kejutan untukmu," ucap Delon.


"Kejutan apa Dad?" tanya Edward.


"Nanti kamu akan tahu," jawab Delon.


"Edward, ingin kado apa dari Oma?" tanya Mommy Maya.


"Semua keluarga besar kita panjang umur itu merupakan kado terindah buat Edward," ucap Edward.


"Amin," jawab mereka serempak.


"Maaf, boleh aku ke kamar mandi?" tanya Alona sambil bangun dari ranjang.


"Aku akan temani," ucap Edward sambil meletakkan piring yang berisi kwetiau goreng.


"Aku ingin sendiri," ucap Alona dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi... " ucapan Edward terpotong oleh Mommy Maya.


"Daddy, Delon dan Edward tolong tinggalkan kami berdua," pinta mommy Maya.


"Memang kenapa Mom?" tanya Daddy Nathan dan Delon serempak.


"Kenapa Edward di suruh keluar Oma?" tanya Edward.


"Alona mungkin malu ingin ke kamar mandi, Daddy, Delon dan Edward keluarlah," pinta Mommy Maya sambil memberikan kode ke arah suaminya.


"Ayo kita keluar ada yang ingin opa katakan ke Edward," ucap Daddy Nathan sambil berjalan ke arah pintu ruang perawatan.

__ADS_1


"Baik Dad / Opa," jawab Delon dan Edward serempak.


Daddy Nathan, Delon dan Edward keluar dari ruang perawatan meninggalkan Mommy Maya dan Alona di ruangan tersebut.


''Bangunlah,'' ucap Mommy Maya sambil membantu Alona untuk duduk di ranjang.


Grep


''Kalau ingin menangis maka menangis jangan kamu tahan dan tenaga saja kamar ini kedap suara," ucap Mommy Maya sambil memeluk Alona.


"Huaaaaaaaaaaa...." tangis Alona pecah yang sejak tadi ditahannya.


Mommy Maya hanya bisa mengusap punggung Alona untuk mengurangi rasa sesak di hatinya.


"Mommy tahu, kamu sebenarnya ingin menangis ketika melihat Edward sedang mengobrol dengan Daddy Delon dan juga Oma serta Opa. Kamu ingin di sayang seperti Edward, benar bukan?" tanya Mommy Maya.


Alona hanya bisa mengangguk kan kepalanya karena dirinya hanya bisa menangis dan menangis mengurangi rasa sesak di hatinya.


"Kata Edward, kamu belum makan dan ingin makan kwetiau goreng buatan Edward. Edward sudah membuatkan makanannya sekarang kamu makan ya masakan Edward," ucap mommy Maya dengan nada lembut.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ...'' Isak Alona ketika suapan pertama sudah habis.


"Ada apa Alona?" tanya Mommy Maya.


"Ketika Oma menyuapi Alona, Alona ingat dulu waktu kecil sempat disuapi baby sister tapi kita - kira di umur enam tahun Alona tidak lagi di suapi katanya sudah besar. Ketika Alona pertama kali makan sendiri makanannya ada yang tumpah dan Alona langsung di cubit sama baby sister hingga Alona menangis," ucap Alona sambil mengingat masa lalunya yang sangat pahit.


"Ketika kamu menangis, apakah ibu mu mendengarnya?" tanya Mommy Maya sambil menahan amarahnya.


"Mendengarnya," jawab Alona sambil tersenyum hambar.


"Apakah Ibumu memberikan hukuman ke baby sister yang tidak tahu diri itu?" tanya Mommy Maya.


"Tidak Oma," jawab Alona.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Mommy Maya.


"Karena baby sister itu mengatakan kalau aku makannya berantakan padahal sudah disuapi dan ibuku percaya." jawab Alona sambil tersenyum namun jelas dimatanya terlihat sangat sakit hati, sedih, kecewa dan terluka bercampur menjadi satu.


"Tapi kan walau makannya berantakan bukan berarti kamu di cubit dan kenapa Ibu mu membiarkannya? Bagaimana dengan Alena?" tanya Mommy Maya.


"Alona tidak mengerti Oma kenapa ibuku membiarkan nya. Kalau Alena dari lahir hingga besar di urus oleh ke dua orang tua kami dengan penuh kasih sayang sedangkan Alona dari bayi hingga usia 6 tahun bersama baby sister," jawab Alona dengan mata kembali berkaca-kaca.


("Aku rasa tidak ada yang beres, aku akan menyelidikinya," ucap mommy Maya dalam hati).


"Oh ya wajah kalian kan kembar, apakah ada perbedaannya?" tanya mommy Maya mengalihkan perhatian agar Alona tidak menangis.


"Ada Oma," jawab Alona.


"Apa itu?" tanya Mommy Maya penasaran.


"Kalau Alona tidak suka memakai perhiasan sedangkan Alena suka, rambut Alona lebih sering di gerai dan tidak pernah di ikat sedangkan Alena kadang di gerai tapi hanya sebentar karena cepat gerah dan langsung diikat," jawab Alona.


"Kenapa kamu tidak suka perhiasan?" tanya Mommy Maya.


"Tubuh Alona akan mengalami reaksi yang berupa ruam kemerahan," jawab Alona.


"Selain itu?" tanya Mommy Maya.


"Alona suka makanan apa saja tapi Alena pemilih, Alena tidak suka makanan laut karena tubuhnya akan bereaksi menjadi kemerahan," jawab Alona.


"Ada lagi?" tanya Mommy Maya.


"Kalau pakai sepatu hak tinggi Alona tidak bisa sedangkan adik kembar ku bisa," jawab Alona.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Mommy Maya penasaran.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2