Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Draft


__ADS_3

Eden sangat terkejut ketika kesadarannya sudah pulih karena ternyata ke dua tangan dan ke dua kakinya diikat dengan rantai dan alangkah terkejutnya lagi ketika melihat Agung sedang berjalan ke arah dirinya sambil memegang gunting.


"Apa yang kak Agung lakukan?" tanya Eden dengan wajah pucat sambil berusaha melepaskan diri.


"Menggunting semua pakaian yang melekat di tubuh mu," jawab Agung dengan santai.


"Percuma kamu tidak akan bisa melepaskan diri karena rantai itu sangat kuat," sambung Agung sambil memegang pakaian Eden.


Agung dengan santai menggunting pakaian Eden sedangkan Eden yang mendengar ucapan Agung tetap berusaha untuk melepaskan diri terlebih Agung menggunting pakaiannya membuat ke dua tangan dan ke dua kakinya memerah.


"Jangan salahkan aku jika gunting ini mengenai kulitmu yang mulus," ucap Agung.


"Kak Agung, aku mohon jangan lakukan ini padaku. Apa salahku? Bukankah kita tidak ada dendam?" tanya Eden sambil mengeluarkan air matanya.


Agung menghentikan menggunting pakaian Eden kemudian menatap tajam ke arah Eden.


"Apa kamu ingat dengan Vino?" tanya Agung.


"Vino? Vino pria culun itu? Apa hubungannya denganku?" tanya Eden.


Agung meletakkan gunting di meja dekat ranjang kemudian duduk di sisi ranjang lalu mencengkram rahang Eden.


"Vino adalah sepupuku, dia sangat tergila-gila padamu tapi kamu selalu menghina Vino hingga Vino akhirnya bu nuh diri karena itulah aku dan ke dua orang tuaku merencanakan ini semua agar kita bisa menikah lalu membalaskan dendam," jawab Vino kemudian melepaskan tangannya yang mencengkram rahang Eden.

__ADS_1


"Seorang pria culun dan jelek menyukai gadis cantik dan kaya raya, mimpi," ucap Eden dengan nada menghina.


Eden tidak menyadari kalau perkataannya membuat Agung marah. Agung turun dari ranjang dan langsung berdiri kemudian mengambil pisau lipat dari saku belakang celana panjangnya membuat Eden pucat pasi.


"Wajahmu cantik ya?" tanya Agung sambil duduk di sisi ranjang kemudian mencengkram rahang Eden agar menatap dirinya.


sretttt


"Akhhhhhhhh ..." teriak Eden kesakitan.


Agung menggores pipi Eden yang sudah bengkak akibat tamparan Agung.


"Sebenarnya aku ingin menggores panjang pipimu tapi jika aku lakukan itu bisa membuatku tidak selera," ucap Agung sambil meletakkan pisau lipatnya di atas meja dekat ranjang.


("Jika ada kesempatan aku akan mem bu nuh mu," ucap Eden dalam hati sambil meringis menahan rasa perih pada pipinya yang mengeluarkan darah segar).


Tidak berapa lama tubuh Eden polos tanpa sehelai benangpun kemudian Agung turun dari ranjang. Agung melepaskan satu persatu pakaiannya hingga dirinya polos tanpa sehelai benangpun.


Agung langsung menaiki tubuh polos Eden kemudian langsung menancapkan tombak saktinya tanpa pemanasan terlebih dahulu membuat Eden mencengkram selimut sambil menahan rasa sakit sekaligus perih secara bersamaan.


Agung tidak memperdulikan Eden yang kesakitan karena baginya dirinya ingin membalaskan dendam sekaligus menikmati tubuh Eden hingga dua puluh lima menit kemudian tombak sakti milik Agung mengeluarkan laharnya.


Setelah beberapa saat Agung menarik tombak saktinya kemudian langsung turun dari ranjang.

__ADS_1


"Perutku sangat mulas ingin buang air besar," ucap Eden.


"Oh itu gampang," jawab Agung.


Agung menekan tombol dan otomatis ranjang yang ditempati oleh Eden langsung berubah menjadi lubang besar di mana ada dua besi baja dari sisi kiri dan dua besi baja sisi kanan untuk menahan tubuh Eden.


"Jika kamu mandi dan buang BAK dan BAB tinggal tekan tombol," jawab Agung sambil mengambil celana boxer dan langsung memakainya.


Agung berjalan ke arah tembok kemudian menempelkan tangan kanannya dan tidak berapa lama tembok tersebut tergeser hingga membentuk pintu.


"Mau kemana?" tanya Eden.


"Mau ke kamar sebelah aku ingin istirahat," jawab Agung sambil masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Lalu aku bagaimana?" tanya Eden dengan wajah panik.


("Cihhhhh... jika aku tidak di ikat seperti ini aku pasti kabur dan tidak perlu bertanya. Mana aku takut besinya tidak kuat menahan tubuhku dan aku langsung jatuh ke dalam lubang yang tidak tahu seberapa dalamnya lubang itu," ucap Eden dalam hati sambil bergedik ngeri).


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2