Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Derita Eden 3


__ADS_3

"Aku sangat kecanduan dengan tubuh mu," bisik Agung.


Tanpa melakukan pemanasan Agung memasukkan tombak saktinya ke dalam goa. Agung merasakan enak luar biasa sedangkan Eden kebalikannya dirinya merasakan sakit yang luar biasa pada bagian privasinya.


Setelah lima belas menit kemudian tombak saktinya mengeluarkan laharnya kemudian Agung memutar kran shower lagi sambil menarik tombak saktinya.


Tubuh Eden terasa lemas dan perih secara bersamaan membuat Eden tidak ada tenaga hingga dirinya bersandar di dada bidang milik Agung.


Agung menggendong tubuh polos Eden kemudian Agung berjalan ke arah wastafel lalu mendudukkan Eden sedangkan Eden hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Agung membuka lemari yang berada di dalam kamar mandi untuk mengambil jubah handuk kemudian memakai kan jubah handuk ke tubuh polos Eden. Setelah selesai Agung mengambil lagi jubah handuk untuk dirinya.


Kini Agung dan Eden sudah memakai jubah handuk kemudian Agung kembali menggendong tubuh Eden dan berjalan keluar dari kamar mandi menuju ke arah ranjang.


Bruk


Tanpa ada rasa empati sedikitpun Agung melempar tubuh Eden ke arah ranjang sedangkan Eden hanya bisa memejamkan matanya menahan amarahnya dengan ke dua tangannya di genggam erat.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan Eden, Agung berbaring di sisi ranjang kemudian memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Agung tidur dengan pulas tanpa memperdulikan apa yang dilakukan oleh Eden terlebih tubuhnya terasa lelah.


("Besok pagi-pagi sekali, aku akan pergi dari sini dan meminta Mommy dan Daddy untuk mengurus surat perceraian kami karena aku tidak mau menjadi istri dari pria gi*a ini," ucap Eden dalam hati).


Karena tubuhnya lelah Eden memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya tidur dengan pulas.


Belum ada dua jam tidur, Eden merasakan kalau bagian privasinya terasa ada yang mengganjal dan perih dalam waktu bersamaan hal itu membuat Eden memaksakan membuka matanya.


Eden sangat terkejut karena ternyata dirinya memeluk Agung begitu pula dengan Agung memeluk tubuh Eden terlebih yang membuat dirinya sangat terkejut ketika mengetahui Agung sudah memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling terdalam sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


"Kak Agung, aku sangat lelah," ucap Eden dengan nada lirih.


"Kamu tidur saja dan nikmati apa yang aku lakukan," bisik Agung sambil menaiki tubuh Eden tanpa melepaskan tombak saktinya.


("Si*l, pria ini kenapa kecanduan melakukan hubungan suami istri. Tubuhku sangat sakit dan lelah tapi pria yang tidak tahu diri ini tetap saja melakukan hubungan suami istri," ucap Eden dalam hati sambil menahan amarahnya dan menahan perih pada bagian privasinya dalam waktu bersamaan).


Eden menggenggam erat sprei nya agar rasa perih bisa teralihkan hingga lima belas menit penderitaan Eden akhirnya berakhir. Agung menarik tombak saktinya dari dalam goa milik Eden kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.

__ADS_1


Agung berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Eden berusaha untuk bangun sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya untuk merapikan jubah handuknya kemudian turun dari ranjang dengan perlahan lalu Eden berjalan dengan perlahan menuju ke arah lemari.


Eden dengan cepat memakai bungkusan segitiga yang menutupi bagian privasinya kemudian berlanjut menarik jubah handuk dan membuangnya secara asal.


Eden dengan cepat memakai bungkusan yang menutupi dua gunung kembar miliknya lalu memakai pakaian yang tertutup.


("Besok pagi - pagi sekali ketika pria gi*a itu tidur aku akan kabur dari hotel ini," ucap Eden dalam hati sambil memakai celana panjang hitam).


Ceklek


Agung keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dan melihat Eden sudah selesai memakai pakaian rapi.


"Mau kemana malam-malam begini?" tanya Agung sambil menyipitkan matanya ke arah Eden.


("Malam? Pagi kali," ucap Eden dalam hati sambil menahan amarahnya).


"Di tanya malah diam, mau kemana?" tanya Agung mengulangi pertanyaannya.

__ADS_1


__ADS_2