Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Alona dan Edward


__ADS_3

Alona menulis sesuatu kemudian diberikan ke Katarina dan Katarina menerima tulisan Alona dan membacanya.


('Edward,' panggil Katarina).


('Ya Tante,' jawab Edward).


('Waktu itu Alona mengatakan padaku kalau Alona menulis dua surat untukmu dan pesan suara di ponselmu,' ucap Katarina).


('Nanti Edward dengarkan pesan suara di ponsel Edward, kalau dua surat simpan di mana?" tanya Edward).


('Di dalam kotak tempat satu steel pakaianmu dan satu lagi di lemari pakaian Alona meletakkan di bawah pakaian kaos milikmu,' jawab Katarina).


('Baik, nanti Edward akan cari dan membacanya,' ucap Edward).


ceklek


Katarina dan Alona mendengar lewat ponsel milik Katarina suara pintu kamar perawatan Edward di buka sedangkan Edward yang mendengar suara kamar perawatan di buka seseorang membuat Edward menatap ke arah pintu.


('Maaf Tuan, waktunya di cek dulu luka Tuan Edward,' ucap dokter tersebut).


('Maaf Tante, aku mau diperiksa dulu nanti kapan-kapan sambung lagi,' ucap Edward).


('Ok,' jawab Katarina).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Edward sedangkan Alona yang mendengar ucapan Edward dan dokter tersebut membuat Alona menatap ke arah layar laptop.


"Kak Edward kenapa di periksa?" tanya Alona.

__ADS_1


"Tante tidak tahu, Alona Tante ingin tidur sudah malam," ucap Katarina mengalihkan pembicaraan sambil mengambil laptopnya.


"Jangan di ambil laptopnya Tante, Alona masih ingin melihat Kak Edward," ucap Alona yang melihat dokter tersebut membuka selimut yang menutupi tubuh Edward secara perlahan.


"Ok, kalau begitu Tante tidur dulu," ucap Katarina.


("Maaf Alona, Tante saat ini belum bisa jujur denganmu. Biarlah kamu tahu sendiri apa yang telah terjadi sebenarnya dengan Edward," ucap Katarina dalam hati).


"Baik Tante," jawab Alona.


Katarina turun dari ranjang kemudian berjalan meninggalkan Katarina sendirian di kamarnya.


"Ingat kondisi bayi kalian jadi jangan tidur malam - malam," ucap Katarina sebelum menutup pintu kamar Alona.


"Baik Tante," jawab Alona patuh sambil menatap ke arah Katarina yang sedang menutup pintu kamarnya.


('Lukanya jangan sampai terkena air supaya tidak infeksi jadi besok pagi dan malam di lap sama perawat atau samaku juga boleh,' jawab dokter cantik tersebut sambil tersenyum manis).


('Tidak, aku akan meminta bantuan Daddy atau salah satu adik sepupuku yang laki-laki untuk men lap tubuhku,' ucap Edward).


('Baik Tuan,' jawab perawat tersebut dengan wajah kecewa).


('Pergilah, aku ingin tidur,' usir Edward).


('Baik Tuan,' jawab dokter tersebut sambil merapikan perlengkapan dokternya).


Alona bisa melihat dengan jelas kalau dokter tersebut menyukai Edward tapi sikap dingin Edward membuat dokter tersebut kecewa. Dokter cantik itu pun pergi meninggalkan Edward sendirian.


"Tubuhku hanya boleh di sentuh satu wanita dan wanita itu adalah Alona istriku. Walau Alona sudah pergi meninggalkan aku tapi hatiku tidak akan berpaling dengan wanita lain," ucap Edward tanpa mengetahui kalau Alona mendengarkan ucapan Edward.

__ADS_1


Edward mengambil ponselnya kemudian mencari suara rekaman di ponselnya setelah ketemu Edward membaca judul tulisan rekaman Alona. Edward menekan play dan mendengarkan ucapan Alona.


"***Kak Edward, maaf aku meminjam ponsel milikmu. Jika kak Edward mendengar suara ku berarti aku sudah pergi yang sangat jauh dari kehidupan kak Edward,"


"Maaf Kak, aku terpaksa pergi karena aku sudah sangat lelah dengan keluargaku dimana keluargaku sangat membenciku dan memintaku supaya meninggalkan kak Edward terlebih ketika Kak Edward berpelukan dengan wanita lain membuatku semakin yakin untuk meninggalkan kalian,"


"Aku harap dengan kepergian ku bisa membuat orang-orang yang aku sayangi bisa bahagia. Keluargaku bahagia karena tidak lagi melihatku sedangkan kak Edward jika aku tidak ada Kak Edward bisa menemukan pengganti diriku karena aku merasa tidak sempurna menjadi seorang istri,"


"Di sisa umurku aku ingin bisa bersama-sama dengan orang yang tulus menyayangi diriku tapi itu hanya sebuah mimpi karena tidak ada orang yang mengharapkan kehadiranku,"


"Aku hanya bisa mendoakan semoga kak Edward bahagia menemukan pengganti diriku. Jaga kesehatan, jangan lupa minum vitamin, jangan terlalu memforsir tenaga karena aku tidak ingin kak Edward sakit,"


"Aku hanya minta perlakukan anak buah Kak Edward dengan baik agar mereka setia dan tulus berkerja dengan kak Edward,"


"I Love You Kak Edward, aku sangat sangat dan sangat mencintaimu***,"


Edward memeluk ponsel sambil terisak rasa teramat bersalah terhadap Alona terlebih Alona sangat tulus mencintainya sedangkan dirinya sering menyiksa Alona.


''Alona maafkan aku," ucap Edward dengan lirih dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Di negara yang berbeda Alona ikut menangis karena Edward juga menangis terlebih Edward menyesali perbuatannya.


"Maaf kak Edward, saat ini aku belum bisa menemui kak Edward karena aku masih takut kalau Kak Edward sewaktu-waktu nanti berubah lagi dan menyakitiku sedangkan diriku tidak ingin ke tiga anak kita terluka," ucap Alona sambil masih menatap ke arah laptop.


Karena lelah Alona berbaring di ranjang dengan posisi miring untuk melihat laptop di mana Edward sedang terisak.


"I Love You Kak Edward," ucap Alona lirih sambil memejamkan matanya karena dirinya sangat mengantuk.


Tidak membutuhkan waktu lama dirinya tidur sambil sesekali menyebut nama Edward begitu pula dengan Edward. Edward yang juga lelah memejamkan matanya dan tidur sambil sesekali menyebut nama Alona.

__ADS_1


__ADS_2