
"Maaf, tadi tubuh dan wajahku sangat gatal jadi bicaranya sangat kasar," ucap Alena berbohong.
"Sudah bisa jalan?" tanya Edward tanpa memperdulikan ucapan Alena.
"Sudah," jawab Alena singkat.
"Syukurlah aku ingin kita pulang karena aku tidak ingin uangku habis gara - gara kamu sakit," ucap Edward berbohong sambil berjalan meninggalkan Alena sendirian.
Edward sengaja berbohong karena sebenarnya dirinya salah satu cucu pemilik rumah sakit jadi mana mungkin dirinya dan keluarganya membayar biaya rumah sakit. Edward sengaja mengatakan itu karena dirinya sangat lelah dengan laporan sahabatnya dan juga orang tuanya mengenai perubahan Alona.
"Tunggu, aku ikut," ucap Alena sambil hendak menarik jarum infus.
Ceklek
Ketika Alena hendak menarik jarum infus bersamaan pintu ruang perawatan terbuka dan tampak seorang perawat masuk ke dalam ruang perawatan.
"Maaf Nyonya biar saya yang mencabut selang infus," ucap perawat tersebut.
Tanpa menunggu jawaban dari Alena, perawat tersebut menarik jarum infus membuat Alena meringis.
("Awas kamu Edward, akan aku buat kamu bertekuk lutut setelah itu akan aku kuasai semua hartamu supaya kamu jatuh miskin," ucap Alena dalam hati).
__ADS_1
Alena turun dari ranjang tanpa mengucapkan terima kasih dan tidak memperdulikan rasa sakit pada tubuhnya karena baginya Edward adalah sumber harta yang tidak pernah habis tujuh turunan.
Alena berjalan menyusul Edward hingga sampai di parkiran mobil membuat orang-orang menatap ke arah Alena. Para dokter dan para perawat hanya diam karena mereka tahu kalau Edward salah satu cucu pemilik rumah sakit.
Edward mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah mansion hingga dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai.
Edward langsung turun dari mobil tanpa memperdulikan Alena membuat Alena terpaksa turun dan berjalan dengan angkuh.
Edward dan Alena menaiki tangga satu demi satu hingga mereka berhenti di depan kamar Edward.
"Aku sudah menghubungi kepala pelayan untuk memindahkan semua pakaianmu dan semua barang-barang mu ke kamar sebelah," ucap Edward.
"Maksud kak Edward kita tidur terpisah?" tanya Alena tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Alena hanya bisa menahan amarahnya sambil masuk ke dalam kamar yang berada di sebelah kamar Edward.
Tidak terasa hari sudah malam Alena keluar dari kamarnya karena dirinya sangat lapar begitu pula dengan Edward.
Edward berjalan tanpa memperdulikan Alena bahkan mereka mau makan tidak ada satupun yang berbicara mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
("Aku merasa dia memang bukan Alona karena kalau dia Alona pasti dia mengambil makanan untukku. Tapi kalau bukan lalu di mana Alona?" tanya Edward dalam hati)
__ADS_1
("Nanti malam aku akan mengetuk pintu kak Edward kemudian aku akan merayunya. Aku sangat yakin kak Edward tidak akan sedingin ini," ucap Alena dalam hati).
Mereka pun makan dalam diam tanpa bicara sedikitpun hingga sepuluh menit kemudian Edward selesai makan dan minum. Edward langsung turun dari kursi makan kemudian pergi meninggalkan Alena sendirian.
Edward berjalan ke arah tangga sedangkan Alena hanya menatap kepergian Edward sambil menahan amarahnya.
Alena melanjutkan makanannya setelah hampir sepuluh menit Alena sudah selesai makan dan minum. Alena turun dari kursi dan berjalan ke arah kamarnya sambil berfikir untuk menaklukkan Edward.
Ceklek
Alena membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah lemari untuk melihat pakaian milik Alona.
"Si*l, pakaian kak Alona sangat bagus dan pasti harganya sangat mahal. Enak banget dia seharusnya ini milikku, tapi syukurlah kak Alona yang bod*h itu sudah pergi dari sini jadi semua yang ada di mansion ini adalah milikku," ucap Alena sambil tersenyum menyeringai.
Alena melihat ada beberapa pakaian lingerie dan Alena mengambil satu pakaian lingerie yang di anggap paling seksi. Alena melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian memakai lingerie tanpa menggunakan dalaman.
"Aku sangat yakin kak Edward tidak akan tahan melihat tubuh seksi ku," ucap Alena sambil menggoyangkan tubuhnya yang seksi di cermin meja rias.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1