Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Alona


__ADS_3

Ceklek


Alona membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah balkon. Alona berdiri di balkon dengan ke dua tangannya tangannya direntangkan ke arah samping.


"Akhhhhhhh!!!"Teriak Alona.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ...." isak Alona dengan suara pilu.


"Tidak ada satupun yang tulus mencintaiku, mommy, daddy dan adik kembar ku bahkan suamiku tidak tulus mencintaiku. Mereka semua membenci ku, apa salahku?? Hiks ... Hiks ... Hiks .." isak Alona.


"Alena, kakak selalu berkorban untukmu dan merelakan menjadi kambing hitam dari semua kesalahan yang kamu lakukan termasuk menabrak nenek nya kak Edward tapi kenapa kamu menatapku dengan penuh kebencian ketika aku keluar dari mansion orang tua kita?" tanya Alona dengan wajah kecewa.


"Kakak tahu, kamu mendengarkan percakapan kami waktu di rumah orang tua kita dengan cara bersembunyi dan kamu diam saja ketika Mommy menampar pipi ku padahal jelas - jelas aku tidak bersalah bahkan ketika aku di bawa pergi kamu hanya menatap kepergian ku dari lantai paling atas dengan penuh kebencian.'' Ucap Alona dengan air mata tidak berhenti keluar.


"Mommy, Daddy dan Alena sudah cukup pengorbanan yang selama ini aku berikan untuk kalian karena setelah ini aku akan pergi dari kehidupan kalian untuk selamanya. Untuk kak Edward, aku akan pergi menjauh dari kehidupan mu jika kak Edward menyakiti perasaanku kecuali kak Edward tidak menyakiti perasaan hatiku aku akan menjadi istri yang baik untukmu," ucap Alona sambil membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah ranjang tanpa menutup pintu balkon.


Alona berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring di ranjang tanpa menghapus air mata yang tidak berhenti keluar. Tidak membutuhkan waktu lama Alona tidur dengan pulas. Alona tidak tahu kalau ruangan kamarnya ada kamera cctv yang suatu saat nanti membuat Edward menyesali atas apa yang dilakukan selama ini terhadap Alona.

__ADS_1


xxxxx


Ketika Edward memejamkan matanya bayangan Alona hadir membuat tidur Edward terganggu padahal dirinya sudah selesai mandi dan tubuhnya sangat lelah membuat Edward berjalan keluar kamarnya menuju kamar Alona.


Ceklek


Edward melihat Alona sudah tidur dengan pulas membuat Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Enak sekali dia tidur dengan pulas sedangkan aku tidak bisa tidur," ucap Edward dengan suara pelan.


Edward merasakan angin luar masuk ke dalam kamar Alona membuat Edward menatap ke arah jendela balkon.


Edward menutup pintu balkon dan menguncinya kemudian berjalan ke arah ranjang dan duduk di sisi ranjang Alona sambil menatap wajah Alona yang masih memejamkan matanya.


"Kenapa matanya sembab? sepertinya habis menangis apa perkataan ku menyakitinya?" tanya Edward dalam hati.


Edward menghapus sisa air mata Alona dengan kedua ibu jarinya namun di tahan oleh Alona.

__ADS_1


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Aku mohon jangan sakiti perasaanku ... Sungguh aku sangat lelah," ucap Alona dengan suara lirih namun terdengar jelas di telinga Edward.


"Maafkan kalau perkataan ku menyakitimu karena jujur aku merasa nyaman bila bersamamu," jawab Edward dengan suara pelan.


Edward yang sudah lelah melepaskan ke dua tangan Alona kemudian berbaring di samping Alona namun baru saja memejamkan matanya Alona yang awalnya tidur terbentang kini memeluk Edward layaknya bantal guling bahkan kepala Alona bersandar di dada bidang Edward.


Edward yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya tersenyum kemudian membalas pelukan Alona. Tidak membutuhkan waktu lama Edward tidur dengan pulas sambil masing - masing memberikan kehangatan.


xxxxx


Siang berganti malam perlahan Alona membuka matanya dan menatap ke sekeliling kamarnya.


"Baru kali ini aku tidur nyaman sekali dan aku merasa memeluk seseorang dan orang itu juga memeluk diriku. Aku merasa nyaman dan terlindungi tapi ketika aku membuka mataku ternyata itu hanya sebuah mimpi karena tidak mungkin kak Edward tidur bersamaku," ucap Alona sambil menarik selimutnya.


Ceklek


Pintu kamar di buka tampak seorang gadis muda membuka pintu dan berjalan ke arah Alona.

__ADS_1


"Kamu siapa?" tanya Alona karena baru kali ini dirinya melihat.


__ADS_2