
"Benar, kak Edward bisa menemukan wanita yang lebih baik dari ku," jawab Alona.
"Apakah kamu mencintai pria lain?" tanya Edward sambil menahan amarahnya.
"Tidak," jawab Alona singkat dan tegas.
"Kalau tidak kenapa ingin berpisah?" tanya Edward yang tidak ingin berpisah dengan Alona.
Tanpa disadari oleh Edward kalau sebenarnya Edward sangat mencintai Alona dan tidak ingin dirinya bercerai.
"Selama kita menikah, kak Edward tidak mencintaiku melainkan sangat membenciku karena itulah lebih baik kita berpisah dan kak Edward bisa menemukan wanita yang lebih baik dariku," ucap Alona.
"Aku tahu, kamu ingin kita berpisah agar kamu mendapatkan sebagian hartaku, benar bukan?" tanya Edward sambil menatap sinis ke arah Alona.
"Ini salah satu yang membuatku ingin berpisah, kak Edward selalu menyamakan aku dengan wanita di luaran sana. Apalagi bukankah waktu itu kak Edward membuat surat perjanjian kalau aku tidak mendapatkan sepeserpun harta kak Edward. Apakah di saat aku tanda tangan aku terlihat wajah ku sedih dan kecewa karena tidak mendapatkan apa-apa?" tanya Alona sambil menatap wajah tampan Edward dengan perasaan kecewa.
"Aku melihat wajahmu sedih, pasti kamu sedih karena tidak mendapatkan sepeserpun hartaku," ucap Edward yang masih berprasangka buruk dengan Alona.
"Aku sedih karena dua hal yaitu yang pertama aku direndahkan dan aku selalu di tuduh oleh kak Edward dan yang ke dua aku sedih karena keluargaku tidak memperdulikan aku padahal dalam hidupku, aku hanya mempunyai satu keinginan yaitu ingin tenang dan merasakan kasih sayang yang tulus yang tidak pernah aku dapatkan seumur hidupku." ucap Alona.
__ADS_1
Tes
Tes
Tes
"Selama kita menikah aku hanya ingin bisa merasakan sedikit saja kasih sayang dari kak Edward. Tapi ternyata tidak mungkin itu hanya sebuah mimpi di siang hari. Mungkin takdir hidupku yang tidak boleh aku merasakan sedikit kasih sayang." sambung Alona sambil tersenyum namun matanya tidak berhenti menangis.
"Jujur waktu pertama kali melihat kak Edward bersama keluarga besar kak Edward saling sayang menyayangi rasanya aku ingin diperlakukan seperti itu. Aku hanya membutuhkan sedikit saja kasih sayang tidak ingin yang lain karena aku tidak mau egois meminta yang lainnya. Bagiku harta tidak penting karena buat apa harta yang berlimpah jika tidak ada kasih sayang," sambung Alona kemudian menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya sambil terisak.
Grep
"Maaf," ucap Edward merasa bersalah sambil memeluk istrinya.
"Maaf tuan, kami ingin mendorong brangkar Nyonya Edward," ucap salah satu perawat.
Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian memundurkan langkahnya. Ke dua perawat mendorong brangkar di mana ruang perawatan berada.
Kini Alona dan Edward sudah berada di ruang perawatan. Edward duduk di kursi samping istrinya sambil menggenggam tangan istrinya.
__ADS_1
"Aku ingin ..." ucap Alona menggantungkan kalimatnya.
"Ingin apa?" tanya Edward.
"Aku ingin makan kwetiau goreng tapi yang masak kak Edward, bolehkah?" tanya Alona penuh harap.
"Kita tidak berada di mansion, nanti saja kalau kita pulang aku akan buatkan," ucap Edward.
"Bagaimana kalau kita pulang?" tanya Alona.
"Kamu masih sakit," ucap Edward.
"Kalau begitu tidak usah saja," jawab Alona sambil memejamkan matanya.
Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan bersamaan ponselnya berdering.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1