Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Alona dan Edward


__ADS_3

Mereka adalah Daddy Nathan, Delon dan Edward, ke tiga pria tampan beda generasi dengan sifat yang berbeda terutama Edward yang cenderung mengikuti sifat Ibunya sedangkan Delon mengikuti sifat ke dua orang tuanya.


Ke tiga pria tampan tersebut melihat Mommy Maya dan Alona tidur saling berpelukan hingga Daddy Nathan dan Delon melihat mata sembab Alona yang agak bengkak dan mereka tahu kalau Alona habis menangis.


"Mereka sudah tidur lebih baik kita keluar saja," ucap Daddy Nathan dengan suara pelan agar tidak mengganggu tidur istrinya.


"Baik Dad / Opa," jawab Delon dan Edward serempak dengan suara masih pelan cenderung berbisik.


Ketika mereka hendak berjalan dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur Mommy Maya dan Alona menuju ke arah pintu perawatan bertepatan pintu perawatan terbuka tampak dokter dan perawat datang untuk memeriksa Alona.


"Selamat malam tuan - tuan,'' ucap dokter dan perawat dengan serempak sambil tersenyum bahagia.


Mereka melakukan itu karena mereka sangat berharap agar Edward menyukai salah satu dari mereka berdua walau Edward sudah menikah sekalipun mereka tidak perduli.


Ke tiga pria tampan tersebut bukannya menjawab malah menatap tajam ke arah dokter dan perawat tersebut membuat senyuman mereka menghilang seketika dan berubah menjadi pucat pasi seperti kapas bersamaan Mommy Maya dan Alona membuka matanya.


"Ada apa?" tanya Mommy Maya sambil duduk di ranjang.

__ADS_1


"Maaf Nyonya besar, kami ingin mengecek kondisi Nyonya Muda Edward," ucap dokter tersebut sambil memaksakan senyum.


"Oh ya silahkan," jawab Mommy Maya sambil turun dari ranjang dengan di bantu Daddy Nathan.


"Bisa tinggalkan kami?" tanya dokter tersebut.


"Ok," jawab mommy Maya singkat sambil berjalan ke arah pintu ruang perawatan dengan diikuti oleh suaminya.


"Edward dan Delon ayo kita keluar," ajak Mommy Maya.


"Baik mom," jawab Delon.


"Mereka mengecek Alona sebentar saja jadi ayo kita keluar," ucap Daddy Nathan sambil membuka pintu ruang perawatan.


"Baik Opa," jawab Edward pasrah.


Mommy Maya keluar ruang perawatan dengan di susul Daddy Nathan, Delon dan terakhir Edward namun sebelum menutup pintu Edward menatap Alona sebentar baru menutupnya.

__ADS_1


"Maaf Nyonya, kami akan mengecek kondisi Nyonya," ucap dokter tersebut.


"Baik," jawab Alona singkat.


Dokter itupun mulai memeriksa keadaan Alona setelah beberapa saat dokter itupun selesai memeriksa keadaan Alona.


"Aku tidak betah memakai infus, bisakah di cabut?" tanya Alona sambil tersenyum.


("Agar aku dengan mudah kabur dari rumah sakit ini," sambung Alona dalam hati).


"Bisa Nyonya dan kebetulan hampir habis botol infusnya," jawab dokter tersebut sambil tersenyum walau dalam hatinya sangat membenci Alona karena menikah dengan salah satu cucu terkaya nomer dua di negaranya.


"Maaf Nyonya, saya akan melepaskan jarum infusnya," sambung perawat tersebut sambil tersenyum walau dalam hatinya sangat membenci Alona karena menikah dengan salah satu cucu terkaya nomer dua di negaranya yang diimpikan semua wanita.


Perawat itupun mulai mencabut jarum infus membuat Alona meringis menahan rasa sakit. Setelah selesai dokter dan perawat tersebut pergi meninggalkan Alona sendirian di kamarnya.


Setelah beberapa saat pintu kembali terbuka membuat Alona memejamkan matanya karena dirinya tahu siapa yang datang siapa lagi kalau bukan Edward.

__ADS_1


Edward duduk di kursi dekat ranjang dekat Alona sambil matanya menatap ke arah wajah istrinya.


("Aku tidak akan membiarkan dirimu kabur karena itu aku akan memberikan mata - mata tanpa sepengetahuan Alona," ucap Edward dalam hati).


__ADS_2