Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Tinggal Bersama Orang Tua Delon


__ADS_3

"Joana." Panggil Ayahnya.


Joana menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap ke dua orang tuanya yang ternyata mengikutinya sampai ke parkiran mobil.


"Dalam dua hari kamu tidak pulang maka selamanya kamu tidak boleh pulang ke mansion." Ucap Ayahnya dengan nada mengancam.


"Baik Dad." jawab Joana sambil berusaha tersenyum namun terlihat wajahnya sangat sedih.


"Sebelum pergi salam dulu sama ke dua orang tuamu," ucap Mommy Maya.


Sebenarnya sejak tadi Mommy Maya menarik tangan Joana tanpa berpamitan karena tadi dirinya sangat marah terhadap orang tuanya Joana. Tapi dirinya tidak boleh menuruti amarahnya karena bagaimanapun mereka orang tua Joana dan harus dihormati.


"Tidak usah, lebih baik pergilah!" usir Ibunya Joana ketika melihat Joana mengulurkan tangannya untuk mencium tangan Ibunya.


"Sungguh menyesal Daddy mengurusmu. Dasar anak durhaka." Ucap Ayah tirinya dengan nada satu oktaf.


"Maafkan Joana karena jadi anak durhaka," ucap Joana lirih sambil membalikkan badannya.


Mommy Maya yang mendengar ucapan ke dua orangtuanya Joana hanya bisa menahan amarahnya terhadap Ibunya Joana dan Ayahnya Joana sambil mengikuti langkah Joana.


"Kamu jangan sedih karena masih ada kami yang menyayangimu dengan tulus." ucap Mommy Maya sambil memeluk Joana dari samping.


"Terima kasih Mommy. Joana tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Joana jika Mommy tidak ada" Ucap Joana dengan suara tercekat.


Ke dua wanita cantik itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah mobil dimana Daddy Nathan dan Delon masih setia menunggu mereka.


"Joana, mereka ada di restoran cepat saji dekat parkiran mobil, kita ke sana dulu." Ucap Mommy Maya yang melihat Daddy Nathan melambaikan tangannya.


"Baik Mom." Jawab Joana.


Joana dan Mommy Maya berjalan ke arah restoran cepat saji di mana Daddy Nathan dan Delon memesan kopi hitam dan beberapa cemilan.


"Joana mau kemana? Kok ganti baju?" tanya Delon yang melihat berjalan bersama Mommy Maya ke arah mereka dengan wajah bingung.


Delon tidak diberitahukan oleh Daddy Nathan kalau Joana akan tinggal sementara di mansion milik orang tuanya termasuk membeli pakaian.


Daddy Nathan hanya mengatakan ke Delon kalau Mommy Maya pergi ke butik dan pasti lama karena itulah Daddy Nathan mengajak Delon pergi ke restoran cepat saji.


"Joana mau menumpang di mansion milik orang tua Tuan Muda Delon dan mengenai pakaian ini nanti Aku akan ceritakan." Ucap Joana sambil menahan air mata agar tidak keluar.


Sambil berbicara Joana duduk di samping Delon sedangkan Mommy Maya duduk di samping Daddy Nathan.


"Tenang saja, Joana bisa masak dan mencuci jadi Joana tidak numpang gratis sampai Joana mendapatkan pekerjaan maka Joana akan pergi dan tidak menyusahkan orang tua Tuan Muda Delon dan juga Tuan Muda Delon." sambung Joana sambil tersenyum walau terlihat jelas kalau Joana sangat terluka namun tidak berdarah.


"Jadi Tuan Besar dan Tuan Muda Delon, bolehkan kalau Joana numpang sementara?" Tanya Joana penuh harap.

__ADS_1


"Panggil Daddy sama seperti Delon memanggilku dengan sebutan Daddy." ucap Daddy Nathan.


"Mengenai kamu berkerja sebagai pelayan di mansion milik Kami, terus terang Daddy tidak setuju lebih baik kamu berkerja di salah satu perusahaan milik Daddy sebagai seorang sekretaris atau salah satu bidang yang kamu kuasai." sambung Daddy Nathan.


"Iya benar, lebih baik berkerja di perusahaan milik Kami." Ucap Mommy Maya dan Delon bersamaan.


"Tapi Joana belum pernah berkerja," jawab Joana dengan jujur.


"Nanti Mommy ajarkan," jawab Mommy Maya.


"Kalau begitu Joana setuju." ucap Joana sambil tersenyum bahagia.


"Oh ya, apakah suka susu coklat hangat? Kalau tidak suka Aku akan panggil pelayan." Ucap Delon setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Sangat suka, terima kasih." Ucap Joana sambil mengambil cangkir tersebut.


Joana meminum dengan perlahan karena masih panas begitu pula dengan Mommy Maya. Mereka mengobrol bersama hingga tiga puluh menit kemudian Daddy Nathan melambaikan tangannya ke arah salah satu pelayan restoran.


"Lebih baik kita pulang dulu sambil mengobrol di dalam mobil." ucap Daddy Nathan sambil memberikan kartu kredit hitam tanpa batas.


"Oke." Jawab mereka bertiga dengan serempak.


Setelah menerima kartu kredit hitam tanpa batas dan memberikan tip untuk pelayan, Daddy Nathan berjalan ke arah parkiran mobil sambil memeluk pinggang Mommy Maya sedangkan Delon mengandeng tangan Joana.


"Jangan panggil Tuan Muda Delon tapi panggil Kakak Tampan atau Kakak Ganteng." Ucap Delon dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh orang tuanya.


Delon menundukkan kepalanya dan menatap wajah cantik Joana dengan tatapan horor membuat Joana ingat dan langsung senyum pepsodent.


"Hehehehe ... Kak Delon yang sangat tampan dan baik hati dan tidak sombong. Maaf ya, Aku lupa." ucap Joana sambil masih tetap tersenyum.


"Senyummu jelek," ucap Delon sambil melangkahkan kakinya menyusul ke dua orang tuanya dan melepaskan tangannya yang menggenggam tangannya.


Bugh


"Ih nyebelin," ucap Joana sambil menyusul Delon kemudian memukul bahu Delon dan bibir bawahnya dimajukan.


Delon menatap sekilas kemudian pandangan beralih menatap ke arah depan namun terlihat jelas wajahnya tersenyum bahagia.


'Si*l kenapa bibirnya sangat menggemaskan dan ingin sekali merasakan bibir Joana. Aduh Delon sadar, Dia itu pantas nya menjadi putrimu bukan menjadi kekasih mu,' ucap Delon dalam hati.


'Mungkin karena kelamaan jomblo pikiranku jadi mesum seperti ini.' sambung Delon dalam hati.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau Daddy Nathan dan Mommy Maya melirik ke arah Delon dan Joana sambil senyum-senyum sendiri. Mommy Maya dan Daddy Nathan yang mempunyai telinga tajam dapat mendengarkan percakapan mereka walau suara mereka pelan.


'Sepertinya Delon menyukai Joana dan Daddy harap mereka bisa berjodoh,' ucap Daddy Nathan dalam hati.

__ADS_1


'Mommy baru kali ini melihat Delon begitu perduli dengan seorang gadis karena biasanya Delon cuek dan menolong seorang gadis atau wanita pasti menyuruh anak buahnya. Mommy juga baru melihat senyuman Delon yang sudah lama hilang sejak Delon menikah dengan Delisa." ucap Mommy Maya dalam hati.


Mommy Maya membuka pintu samping pengemudi kemudian duduk di samping pengemudi di mana suaminya sudah duduk di kursi pengemudi.


"Joana, masuklah." ucap Delon sambil membuka pintu belakang pengemudi.


"Terima kasih Kak Delon." Ucap Joana sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


"Sama - sama ." Jawab Delon sambil menutup pintu mobil dengan rapat.


Delon memutari mobil orang tuanya kemudian membuka pintu mobil belakang pengemudi. Delon masuk ke dalam mobil dan duduk sambil menutup pintu mobil namun baru saja duduk ....


"Tunggu dulu, apa Daddy tidak salah dengar kalau Joana memanggil dengan sebutan Kak Delon? Kenapa Kamu manggilnya Kak Delon?" tanya Daddy Nathan penasaran begitu pula dengan Mommy Maya.


"Maaf Daddy, sebenarnya tadi Joana memanggil Paman somse tapi tidak boleh. Terus Joana di suruh manggil namanya karena tidak sopan maka Joana manggilnya Kak Delon," jawab Joana menjelaskan.


"Paman Somse? Mommy baru dengar, memang apa kepanjangan Somse?" Tanya Mommy Maya penasaran begitu pula dengan Daddy Nathan.


"Sombong sekali, Mom." Jawab Joana.


"Kenapa Delon dikatakan sombong sekali?" Tanya Mommy Maya penasaran.


"Karena tadi waktu kami bertemu, Kak Delon di panggil cuek aja makanya Aku memanggilnya Paman Somse." Jawab Joana.


"Oh .... ( menjeda kalimatnya ) ... Oh ya umur kalian sangat jauh masa kamu memanggilnya dengan sebutan Kak Delon?" Tanya Mommy Maya.


"Sebenarnya Joana ingin memanggil Paman tapi sama Kak Delon tidak boleh." Jawab Joana dengan jujur.


"Daddy dan Mommy saja memintamu untuk memanggilnya Mommy dan Daddy, kenapa Kakak tidak boleh?" tanya Delon sambil menatap kesal ke arah Joana karena Joana jujur ke orang tuanya membuat dirinya malu.


"Kak Delon kalau kesal bertambah tampan," ucap Joana sambil menyentuh pipi Delon untuk pertama kalinya.


Grep


"Jangan sentuh pipiku," ucap Delon yang bertentangan dengan kata hatinya sambil menahan tangan Joana.


Joana memiringkan tubuhnya ke arah Delon kemudian menatap wajah tampan Delon yang sedang bersemu merah membuat Joana menarik tangan yang dipegang oleh Delon.


"Kak Delon sakit?" tanya Joana sambil memegang kening Delon dengan wajah kuatir.


Grep


"Tidak. Sekarang duduklah diam dan arahkan pandangan ke arah lain." ucap Delon dengan nada dingin.


Joana menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menggeserkan tubuhnya sampai ke ujung mobil dekat jendela mobil sambil menatap ke arah jalan raya.

__ADS_1


'Apakah ada perkataanku yang membuat Kak Delon marah?' Tanya Joana dalam hati sambil berpikir.


"Mommy, kok mallnya sepi?" tanya Daddy Nathan yang tidak mendengar percakapan putra sulungnya dengan Joana.


__ADS_2