Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Delon dan Joana


__ADS_3

"Sepertinya aku harus bicara dengan ke dua anak kembarku kalau Daddynya ingin menikah dengan Joana." Ucap Delon.


Delon ingin secepatnya menikah agar tombak saktinya ada yang menemaninya ketika tombak saktinya kedinginan dengan cara masuk ke dalam sangkarnya.


Lima belas menit kemudian Delon sudah selesai mandi dengan tubuh segar kemudian berjalan ke arah lemari yang berada di dalam kamar mandi untuk mengambil jubah handuk.


Delon keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil satu steel pakaian miliknya. Kamar Delon ada dua hal itu dikarenakan Delisa kadang menginap di apartemen sedangkan Delon yang tidak ingin menyentuh Delisa membuat Delon tidur di kamar satunya.


Itulah sebabnya Delon mempunyai dua kamar di mana masing-masing kamar ada pakaian dan barang lainnya jadi tidak perlu ke kamar satunya untuk mengambil barang jika Delisa menginap.


Selesai memakai pakaian Delon mengambil satu steel dress yang masih baru dan sebenarnya untuk Eden putri bungsunya tapi karena Eden sudah menikah dan tidak lagi menginap di apartemen membuat Delon menyimpannya di lemari pakaian miliknya.


Delon keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamar satunya. Delon dengan perlahan membuka pintu kamarnya hingga mata Delon membulat sempurna ketika melihat Joana memakai pakaian miliknya.


"Joana kenapa memakai pakaianku?" Tanya Delon kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Maaf Kak, aku tidak bawa pakaian jadi Aku pinjem kemeja Kakak." Ucap Joana sambil melepaskan kancing kemeja.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Delon dengan wajah terkejut dan nada agak tinggi.


"Melepaskan kemeja Kak Delon." Jawab Joana polos sambil melepaskan kancing yang ke dua.


Grep


"Kenapa di lepas?" Tanya Delon sambil menahan tangan Joana.


"Kata Kak Delon kenapa memakai pakaian kemeja Kakak? Kakak sepertinya marah karena itulah Aku melepaskan kemeja milik Kakak." Jawab Joana dengan mata berkaca-kaca.


Entah kenapa ketika Delon mengatakan dengan agak keras hatinya terluka namun tidak berdarah. Karena dirinya tiba - tiba teringat dengan perkataan ibunya Joana yang meminta semua barang - barang yang dikenakan oleh Joana.


Hingga akhirnya Mommy Maya membelikan semua barang -barang termasuk pakaian yang digunakan oleh Jaona. Delon merasa bersalah dan langsung memeluk Joana dari arah depan.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Jika Kak Delon tidak suka pakaiannya Aku kenakan maka Aku janji mulai sekarang dan seterusnya tidak akan memakai kemeja milik Kakak." Ucap Joana sambil terisak tanpa membalas pelukan Delon.


"Maaf, Kakak bukannya marah ataupun melarang dirimu memakai kemeja milik Kakak tapi jika kamu memakai kemeja Kakak membuat Kakak ingin sekali melakukan hubungan suami istri sedangkan Kakak ingin melakukan itu jika kita sudah resmi menikah." Jawab Delon menjelaskan kenapa dirinya seperti itu sambil melepaskan pelukannya.


"Maafkan Aku Kak." Ucap Joana yang ternyata perkiraannya salah.


"Sudah lupakan apa yang terjadi. Oh iya, ini ada paper bag kamu pakai ini saja setelah itu kita pulang ke mansion." Ucap Delon mengalihkan pembicaraan sambil memberikan paper bag yang dipegangnya.


"Kakak mau bersihkan badan Kakak dulu di kamar sebelah, setelah itu barulah kita pergi." Ucap Delon.


"Kenapa tidak di kamar mandi ini?" tanya Joana dengan wajah polos.


"Kalau di kamar ini yang ada Kakak ingin melakukan hubungan suami istri, apakah Kamu bersedia menahan rasa sakit?" Tanya Delon dengan nada menggoda.


"Tidak terima kasih lebih baik Kakak ganti pakaian di kamar mandi yang berada di kamar sebelah." Jawab Joana sambil melangkahkan kakinya dengan membawa paper bag yang berisi satu steel pakaian.

__ADS_1


Joana dengan langkah cepat menuju ke arah kamar mandi dan langsung menutup pintu dengan rapat. Sedangkan Delon hanya memandangi punggung Joana yang sangat menggemaskan.


'Dulu Aku menolak Delisa untuk melakukan hubungan suami istri tapi sekarang ketika mengenal Joana, Aku ingin sekali melakukannya.' Ucap Delon dalam hati.


'Aku baru kali ini merasa nyaman dan keinginanku untuk melakukan hubungan suami istri sangat besar dan sepertinya Aku harus segera melamar Joana agar Joana menjadi milikku karena dengan begitu aku bebas melakukan apapun terhadap Joana.'' Sambung Delon dalam hati.


Selesai mengatakan hal itu Delon membalikkan badannya kemudian berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar sebelahnya.


Hingga Lima belas menit kemudian Joana sudah selesai memakai pakaian dress warna putih tanpa menggunakan bedak dan lipstik namun terlihat masih cantik.


"Kak Delon kemana? Apa masih di kamar sebelah?" Tanya Joana sambil berjalan ke arah kamar sebelah.


Joana memegang pegangan pintu untuk membuka pintu kamar milik Delon dengan cara di dorong bersamaan Delon memegang pegangan pintu kemudian menariknya.


"Akhhhhhhhh..." Teriak Joana.


Bruk


Grep


Joana yang belum ada persiapan langsung menabrak tubuh Delon membuat Delon refleks memeluk Joana.


"Sepertinya ada yang siap nih melakukan hubungan suami istri." Goda Delon sambil melepaskan pelukannya.


Bugh


"Kak Delon mesum." Ucap Joana sambil memukul lengan Delon.


"Kak Delon mesum hanya sama kamu." Jawab Delon.


"Sudah siap untuk pulang?" Tanya Delon mengalihkan pembicaraan.


"Sudah." Jawab Joana dengan singkat.


grep


"Kalau begitu kita pulang sekarang." Ucap Delon kemudian memeluk pinggang Joana dari arah samping.


Joana membalas pelukan Delon dan mereka pun berjalan ke arah parkiran mobil. Delon mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik orang tuanya.


"Joana." Panggil Delon sambil melirik ke arah Joana.


"Ya." Jawab Joana dengan singkat sambil memiringkan tubuhnya.


Grep


"Kakak minta apa yang kita lakukan di apartemen jangan kamu lakukan sama pria lain." Pinta Delon sambil menggenggam tangan Joana.

__ADS_1


"Yang mana Kak?" Tanya Joana polos.


"Ketika Kita berada di kamar." Jawab Delon.


"Di kamar kita melakukan tiga hal pertama berciuman yang ke dua tidur bersama dan yang ke tiga hampir melakukan hubungan suami istri. Ke tiga itu mana yang tidak boleh Kak?" Tanya Joana dengan wajah polosnya.


Cittttttttt


Delon mendadak mengerem mobilnya dan untunglah jalanan masih sepi. Joana yang hampir menabrak dasboard mobil di tahan oleh Delon dengan menggunakan tangan kirinya.


"Semuanya tidak boleh dan jangan memperjelas secara detail." Ucap Delon.


"Hehehehe... adik Kak Delon tegang lagi ya." Goda Joana.


"Joana, kamu ternyata nakal ya." Ucap Delon sambil menggelengkan kepalanya.


"Nakal sama Kak Delon boleh donk." Jawab Joana sambil mengedipkan matanya.


"Harus sama Kakak." Jawab Delon dengan nada posesif.


Joana hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Kamu tahu dari mana kalau adik kecil Kakak tegang?" Tanya Delon penasaran.


"Wanitanya Paman sering bicara seperti itu dan akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri sambil bilang enak ... Enak .... Makanya tadi Joana ingin merasakannya benar enak atau tidak tapi ternyata sakit banget." Jawab Joana panjang lebar.


"Awalnya sakit tapi lama - lama enak kok." Ucap Delon menjelaskan.


"Pantas saja Paman dan wanita itu meracau katanya terus ... cepat ... Enak ... Ahhhhhhhhhhh...." Ucap Joana.


"Kamu sering melihat adegan suami istri secara live?" tanya Delon bersamaan adik kecilnya mulai tegang ketika mendengar suara merdu Joana.


"Sering melihat kalau tidak Paman ya ke dua orang tuaku." Jawab Joana dengan jujur.


"Memangnya orang tuamu melakukan di mana sampai kamu tahu? Dari usia berapa kamu sering melihat adegan suami istri?" tanya Delon sambil menyalakan mobil kemudian menjalankan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik orang tuanya.


"Waktu aku kecil tanpa sengaja aku mendengar suara aneh membuatku bangun dan ternyata ke dua orang tuaku melakukan hubungan suami istri. Saat itu aku sama sekali tidak mengerti mereka ngapain tapi semakin aku bertumbuh dewasa Aku mulai mengerti." Jawab Joana.


"Apa? Jadi kamu tidur sekamar dari kecil sampai dewasa?" Tanya Delon dengan wajah terkejut.


"Tidak sampai usiaku sebelas tahun aku mulai tidur sendiri." Jawab Joana.


"Setelah tidur terpisah apakah kamu pernah melihat ke dua orang tuamu melakukan hubungan suami istri?" Tanya Delon.


"Pernah, waktu tengah malam Aku sangat haus dan akhirnya Aku keluar dari kamar untuk mengambil air minum. Ketika Joana melewati kamar orang tua Joana, Joana tidak sengaja mendengar suara - suara aneh dan Joana tahu pasti ke dua orang tuaku sedang melakukan hubungan suami istri." Jawab Joana menjelaskan.


"Memangnya kamar orang tuamu tidak kedap suara?" tanya Delon.

__ADS_1


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx



__ADS_2