Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Satu Tahun Kemudian


__ADS_3

Keluarga besar Alexander datang ke pemakaman Ibunya Delisa sedangkan Delisa hanya bisa menangis karena kehilangan Ibunya untuk selama-lamanya.


"Kak Delon, aku tinggal sendiri apakah Kak Delon tidak kasihan denganku meninggalkan aku sendirian?" tanya Delisa sambil menatap mantan suaminya dengan tatapan kesedihan dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Maaf, Kakak tidak bisa untuk kembali padamu karena keputusan Kakak sudah bulat untuk menceraikan dirimu. Kamu tidak pernah berubah dan aku sangat lelah menghadapi sikap egois mu," ucap Delon.


Perasaan cinta untuk Delisa masih ada karena bagaimanapun mereka membina rumah tangga puluhan tahun tapi sikap egois dan dirinya dijadikan pelarian oleh Delisa membuat Delon sangat kecewa karena itulah Delon memutuskan hubungan suami istri.


"Kedepannya kamu bisa berubah menjadi lebih baik," sambung Delon sambil pergi meninggalkan area pemakaman.


Satu persatu para pelayat pergi meninggalkan area pemakaman begitu pula dengan keluarga Alexander. Delisa hanya diam ketika keluarga besar mantan suaminya mengucapkan turut belasungkawa.


Kini tinggal Delisa, Edward dan Eden yang berada di area pemakaman.


"Mommy, kami sudah bercerai ini semua gara-gara Alona menantu yang tidak tahu diri itu," ucap Delisa yang masih menyalahkan Alona.

__ADS_1


"Mommy, ini semua bukan salah Alona, ini semua salah Mommy," ucap Edward dengan nada kesal.


"Kak Edward, kenapa kak Edward menyalahkan Mommy? Ini semua jelas-jelas salah kak Alona. Jika seandainya Kak Alona tidak kabur dan meninggal keluarga kita pasti masih utuh. Mommy dan Daddy tidak bercerai selain itu nenek juga pasti masih hidup,'' ucap Eden sambil menatap kesal ke arah kakak kembarnya.


"Terserah kalian saja," ucap Edward sambil berdiri.


"Kamu mau kemana?" tanya Delisa.


"Edward mau pergi, Edward cape mendengar Mommy dan Eden menyalahkan Alona padahal jelas-jelas yang salah adalah Mommy karena gara-gara Mommy membuat Edward sering menyiksa Alona," ucap Edward sambil berjalan meninggalkan Delisa dan Eden di area pemakaman.


Edward tidak memperdulikan teriakan Delisa karena Edward tahu Delisa tidak akan pernah sadar akan kesalahannya.


Satu Tahun Kemudian


Tidak terasa waktu terus berlalu dengan cepatnya dan Edward tinggal di apartemennya sedangkan Delon tinggal bersama ke dua orang tuanya memulai hidup baru. Untuk Delisa dan Eden mereka tinggal di mansion milik Delon yang sangat besar.

__ADS_1


Walau tinggal di mansion sangat besar tapi Delisa dan Eden merasa kesepian dan untuk menghilangkan rasa kesepian mereka belanja dengan membeli barang-barang branded hingga uang pemberian dari Delon habis dalam sekejap.


Delisa yang tidak punya uang menghubungi mantan suaminya untuk meminta uang tapi Delon tidak memberikan sama sekali malah yang ada Delon memberikan ceramah panjang lebar.


Hingga akhirnya Delisa menghubungi Edward untuk meminta uang tapi Edward tidak mau memberikan uangnya bukan karena pelit tapi Edward tahu kalau Delisa dan Eden sangat boros suka menghamburkan uang dari laporan anak buahnya yang menyuruhnya untuk menjaga Delisa dan Eden.


Walau masih kesal dengan sifat Delisa dan Eden tapi Edward masih sayang dan ingin melindunginya dengan cara memberikan pengawalan secara diam-diam.


Delisa yang sangat kesal menyuruh Eden untuk menemui Edward di apartemennya dan kini Eden berada di apartemen milik Edward.


"Kak Edward, minta duit dong?" pinta Eden.


"Bukankah Daddy, memberikan uang sangat banyak untukmu dan juga untuk Mommy?" tanya Edward dengan nada kesal.


"Masih kurang kak," ucap Eden.

__ADS_1


"Kak Edward masih sedih kehilangan Alona jadi lebih baik kamu pergilah," usir Edward.


__ADS_2