Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Alona dan Edward


__ADS_3

Alona menuruni anak tangga menuju ke ruang kerja suaminya kemudian Alona membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


ceklek


Mata Alona membulat sempurna melihat seorang wanita cantik memeluk suaminya sedangkan Edward menatap tajam ke arah Alona.


"Kenapa tidak ketuk pintu!! Hah!!" bentak Edward.


"Maaf," jawab Alona sambil menutup kembali pintu tersebut.


Alona membalikkan badannya dan berjalan ke arah tangga hingga di depan tangga Alona berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah kamarnya kemudian mengunci pintu kamarnya.


Alona berjalan ke arah lemari pakaiannya kemudian mengambil tas yang berisi uang seratus juta sekaligus mengambil amplop. Alona memasukkan beberapa lembar uang ke dalam amplop setelah selesai Alona memasukkan kembali ke dalam tasnya dan menyimpannya.


"Perasaan aku pernah melihat buku catatan kecil di dalam laci," ucap Alona.


Alona membuka laci dan melihat ada buku catatan kecil kemudian mengambil nya. Alona merobek selembar kertas kemudian menulis sesuatu setelah selesai Alona menyimpan nya di bawah pakaian Edward.


"Oh ya, aku pernah janji sama Eden untuk membuat mendesain gambar," ucap Alona.


Alona membuka laci yang ke dua dan melihat ada buku gambar dan pensil yang dulu pernah dibelinya tapi belum dipakainya.


Alona berjalan ke arah balkon sambil membawa buku gambar, pensil dan penghapus kemudian duduk di sofa.


"Aku tidak perlu menangis karena kak Edward sudah menemukan pengganti ku." ucap Alona sambil tersenyum walau hatinya sangat terluka.


Alona mulai menggambar dengan serius hingga tidak terasa sudah dua jam lebih Alona menggambar dan tidak menyadari kalau Edward berada dibelakangnya.


Sekali - kali Alona menguap tapi berusaha tetap menggambar hingga akhirnya selesai kemudian meletakkan buku gambarnya di meja yang dekat dengan kursi.


Alona menatap ke arah langit-langit untuk melihat bintang-bintang namun bayangan Edward memeluk wanita itu membuat mata Alona berkaca-kaca.


Tes


Tes


Tes


Alona akhirnya mengeluarkan air mata nya dan langsung buru-buru dihapus bersamaan Edward duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis?" tanya Edward.


"Aku tidak menangis hanya kemasukan debu," jawab Alona berbohong.


"Apakah kamu menangis karena aku dipeluk seorang wanita?" tanya Edward.


"Tidak, itu hak kak Edward," ucap Alona sambil mengambil buku gambar, pensil dan penghapus.


"Iya aku tahu, karena kamu juga beberapa kali di peluk oleh pria lain makanya bagimu itu sudah biasa," ucap Edward.


"Kak Edward, masih ingatkah permintaanku hanya 12 jam setelah itu katakanlah sesuka hati kak Edward," ucap Alona.


"Oh ya, tolong titip ini ke Eden," ucap Alona sambil memberikan buku gambar ke Edward.


"Apa ini?" tanya Edward sambil menerima buku tersebut.


"Waktu itu Eden memintaku untuk membuat gambar pakaian," jawab Alona sambil turun dari sofa.


"Mau kemana?" tanya Edward.


"Aku sangat lelah, mau tidur," jawab Alona sambil berjalan ke arah ranjang meninggalkan Edward yang sedang melihat hasil sketsa pakaian buatan Alona.


"Tanpa kak Edward minta aku sudah membuat sketsanya dan meminta Eden untuk membuatkan satu stell pakaian kerja kak Edward dan kemungkinan lusa sudah jadi pakaiannya," jawab Alona sambil berbaring di ranjang.


"Apakah sangat bagus?" tanya Edward penasaran sambil menutup pintu balkon.


"Aku tidak tahu apakah kak Edward suka atau tidak dan seandainya kak Edward tidak suka berikanlah ke orang lain," ucap Alona sambil memejamkan matanya.


Edward yang ingin menjawab ternyata Alona sudah tidur karena terdengar suara dengkuran halus dari mulut Alona membuat Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Edward yang juga sangat lelah ikut berbaring di samping ranjang Alona dan tidak membutuhkan waktu lama Edward tidur dengan pulas.


xxxxxxx


Malam menjelang pagi, perlahan Alona membuka matanya dan dirinya sangat terkejut karena Edward dan dirinya saling berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


Alona dengan perlahan menarik tangan Edward agar tidak memeluk dirinya setelah selesai Alona berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi.


Setelah selesai Alona keluar dari kamarnya menuju ke ruang dapur untuk memasak hingga tiga puluh menit kemudian Alona sudah selesai memasak.

__ADS_1


Alona berjalan ke arah pintu lift karena entah kenapa tubuhnya mudah lelah dan tidak sanggup jika harus menaiki anak tangga.


Ceklek


Alona membuka pintu dan melihat Edward masih tidur dengan pulas kemudian Alona berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Lima belas menit kemudian Alona keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah lemari. Alona mengambil satu stell pakaian kemudian Alona masuk kembali ke dalam kamar mandi karena dirinya takut di makan oleh suaminya.


Ceklek


Alona membuka pintu kamar mandi dan melihat Edward masih tidur dengan pulas membuat Alona berjalan ke arah ranjang dan duduk di sisi ranjang suaminya.


"Kak Edward," panggil Alona sambil menyentuh tangan Edward.


Grep


Bruk


Edward menarik tangan Alona membuat Alona jatuh dan menimpa tubuh Edward. Alona menahan ke dua tangannya di dada bidang suaminya agar tidak menimpa tubuh suaminya.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Alona terkejut ketika Edward membalikkan tubuhnya.


Kini Alona berada di bawah sedangkan Edward berada di atas.


"Aku ingin melakukannya," bisik Edward dengan nada mulai berat.


"Aku juga tapi pelan-pelan ya," pinta Alona.


Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun melakukan hubungan suami istri dan sesuai permintaan Alona kalau Edward melakukannya tidak kasar membuat Alona menikmati permainan suaminya.


Edward tidak menyadari kalau hari ini dirinya terakhir melakukan hubungan suami istri karena Alona akan pergi jauh meninggalkan dirinya dan keluarganya.


Edward akan sangat menyesali perbuatannya karena telah menyakiti perasaan Alona ketika Alona pergi bukan Edward saja Ibunya Edward, kepala pelayan dan beberapa bodyguard yang membenci Alona akan menyesal yang teramat sangat ketika Alona pergi meninggalkan mansion tersebut.


Ulang tahun yang seharusnya bahagia karena keluarga besarnya berkumpul berubah menjadi kesedihan dan penyesalan yang teramat sangat terlebih Edward.


Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karyaku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2