Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Delon dan Joana


__ADS_3

"Iya, lebih baik kamu pulanglah ke mansion jangan ganggu Daddy." Ucap Delon sambil berjalan ke arah tangga.


"Di mansion sepi Dad, makanya Edward ingin mengganggu Daddy." Ucap Edward sambil kembali melangkahkan kakinya mengikuti langkah Delon.


"Memang Alona kemana?" Tanya Delon.


"Pergi jalan - jalan sama Eden bersama anak - anak, karena itu Edward datang ke sini ingin mengobrol sama Daddy." Jawab Edward.


"Tidak boleh, lebih baik kamu pergi." Ucap Delon yang tidak ingin dirinya di ganggu oleh Edward.


"Tidak mau." Jawab Edward bersikeras.


Delon menghentikan langkahnya begitu pula dengan Edward. Delon menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan ketika ingin mengatakan sesuatu bersamaan dirinya melihat Joana sedang menuruni anak tangga menuju ke arahnya membuat Delon tidak jadi bicara.


"Joana kamu mau kemana?" tanya Delon ketika melihat Joana berdiri tepat dihadapannya.


"Mau bikin kue." Jawab Joana.


"Oh ini calon Mommynya Edward, kenalkan aku Edward calon anak tiri Mommy." Ucap Edward memperkenalkan dirinya sambil mengarahkan tangannya ke arah Joana.


"Calon Mommynya Edward?" Tanya Joana dengan wajah bingung sambil menatap ke arah Delon.


"Edward putra pertamaku." Jawab Delon memperkenalkan putra pertamanya.


"Joana." Ucap Joana memperkenalkan dirinya sambil membalas uluran tangan Edward setelah tahu kalau Edward putra sulungnya Delon.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan uluran tangannya kemudian Delon membalikkan badannya agar berdampingan dengan Joana.


"Mommy Joana, bisa bikin kue?" Tanya Edward dengan wajah terkejut karena ternyata usia mereka terbilang seumuran hanya selisih dua bulan lebih tua Joana.


Edward sangat suka makan kue tapi seringnya beli atau makan buatan keluarga besarnya karena Delisa tidak pernah mau membuat kue.


Jangankan membuat kue memasak kesukaannya anak - anak saja tidak pernah. Itulah yang membuat Delon dan ke dua anak kembarnya lebih sering makan bersama Mommy Maya dan Daddy Nathan di mana Mommy Maya setiap hari masak.


"Bisa dong, mau makan kue apa? Nanti Mommy buatkan." Ucap Joana.


Entah kenapa dirinya sangat senang ketika Edward memanggil dirinya Mommy Joana. Delon yang melihat interaksi antara Joana dengan Edward membuat Delon tersenyum bahagia dan tinggal satu lagi yang menunggu restu yaitu putri ke duanya yang bernama Eden.


"Edward sangat suka kue yang ada kejunya apalagi kalau keju nya melumer." Jawab Edward sambil membayangkan keju yang ada di toko.


"Ok, Mommy akan buatkan." Ucap Joana.


"Benaran Mom?" Tanya Edward tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya sambil membalikkan badannya ke arah samping agar Delon dan Joana berjalan menuruni anak tangga.


"Benar, sekarang Mommy masak di dapur sedangkan Edward dan Daddy mengobrol di ruang keluarga." Ucap Joana tanpa sadar sambil berjalan menuruni anak tangga.


"Siap Mom." Jawab Delon dan Edward bersamaan sambil menuruni anak tangga.


"Eh ... Maaf." Ucap Joana.


Seketika Joana baru tersadar akan ucapannya membuat Joana menghentikan langkahnya. Joana membalikkan badannya sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf kenapa Mom?" Tanya Delon sambil tersenyum begitu pula dengan Edward.


'Semoga Daddy dan Mommy Joana segera menikah agar Daddy hidup bahagia terlebih Mommy Joana terlihat sangat baik daripada Mommy Delisa.' Ucap Edward dalam hati.


Edward merasakan ada perbedaan antara Delisa dan Joana padahal mereka baru bertemu. Namun entah kenapa Edward merasakan nyaman bersama Joana.


"Kok manggilnya Mommy, Daddy kita kan belum menikah." Jawab Joana merasa tidak enak hati.


"Besok kita ke rumah orang tua mu untuk melamarmu dan lusanya kita menikah." Ucap Delon.


"Secepat itu?" Tanya Joana dengan wajah terkejut.


"Lebih cepat lebih baik." Jawab Delon.


'Kalau seandainya bisa sekarang, Kakak mau banget agar tiap malam adik kecilku tidak kedinginan karena sudah menemukan sarungnya.'' sambung Delon dalam hati.


Joana hanya tersenyum kemudian Joana membalikkan badannya dan berjalan ke arah dapur sedangkan Delon dan Edward berjalan ke arah ruang keluarga.


Joana mencari bahan-bahan yang diperlukan hingga dua jam lebih Joana sudah selesai membuat kue tart keju yang bisa lumer kesukaan Edward dan kue tart coklat kesukaan dirinya.


Joana meletakkan ke dua kue tersebut ke atas meja makan bersamaan kedatangan Edward dan Delon kemudian di susul oleh Mommy Maya dan Daddy Nathan.


"Sepertinya enak." Ucap Mommy Maya sambil duduk di kursi makan begitu pula dengan yang lainnya.


"Pastinya enak Oma, kan Mommy Joana hebat." Puji Edward bangga.


"Cieee... yang punya Mommy baru." Ledek Daddy Nathan.


"Pfftttt... Hahahaha..." Semua orang tertawa denagn serempak.


"Joana tahu saja kalau Mommy suka kue tart coklat dan para pria sukanya kue tart keju." Ucap Mommy Maya.


"Mommy Joana membuatkan kue tart keju khusus Edward jadi untuk Opa dan Daddy hanya melihat Edward makan." Ucap Edward usil.


"Dasar pelit." Ucap Daddy Nathan dan Delon bersamaan.


Joana hanya tersenyum melihat perdebatan mereka dan dirinya merasa sangat bahagia karena di keluarga calon suaminya sangat menyayangi dirinya.


Joana mengambil beberapa piring kecil dan juga pisau khusus memotong kue kemudian memotong kue tart coklat lalu diberikan ke Mommy Maya.

__ADS_1


"Kue tart coklat ini Aku berikan ke Mommy Maya karena Joana sangat berharap agar Mommyku sama seperti Mommy Maya yang sangat baik dan perhatian sama Joana." Ucap Joana.


Mommy Maya terkejut dengan perkataan Joana begitu pula dengan yang lainnya karena perkataan Joana sangat menyentuh hati Mereka terlebih Mommy Maya.


"Kue tart keju ini Aku berikan ke Daddy Nathan karena Joana sangat berharap agar Daddyku bisa seperti Daddy Nathan yang selalu melindungi dan percaya sama Joana dari orang-orang yang memfitnah dan ingin mencelakai Joana." Ucap Joana sambil memberikan kue tersebut ke Daddy Nathan.


"Kue keju tart ini Aku berikan ke Kak Delon, terima kasih atas semua yang Kak Delon berikan padaku. Aku baru pertama kalinya merasakan kasih sayang yang tulus." Ucap Joana.


"Aku sangat senang karena Kak Delon melindungi diriku dari orang - orang yang menghina dan memfitnah diriku dan kehadiran Kak Delon membuatku sangat nyaman dan tidak takut lagi.'' Sambung Joana sambil memberikan kue tersebut.


"Kue keju tart ini Aku berikan ke Edward, terima kasih karena Aku di terima menjadi calon Ibu tirimu. Aku akan berusaha untuk menjadi Ibu yang baik untuk ke dua anak tiriku yang Aku anggap sebagai anak kandungku. Aku berjanji untuk membahagiakan Daddy mu dan juga kalian." Ucap Joana sambil memberikan kue tersebut.


"Joana sangat berterima kasih buat semuanya karena Joana boleh tinggal di sini dan kini hidup Joana lebih berarti lagi." Sambung Joana.


'Aku akan melakukan apapun walau nyawaku menjadi taruhan asalkan Aku bisa membahagiakan kalian semua karena kalian adalah harta yang sangat berharga.' Sambung Joana dalam hati.


Grep


"Kami juga berterima kasih kamu mau menjadi bagian dari keluarga kami." Ucap Delon sambil menggenggam tangan Joana.


"Terima kasih Joana." Ucap Daddy Nathan, Mommy Maya dan Edward secara bersamaan.


Joana hanya tersenyum kemudian mereka mencoba kue tart kesukaan mereka dan mereka memuji kue buatan Joana hingga tidak terasa kue tart keju dan coklat habis tanpa sisa sedikitpun.


Delon dan Edward mencoba kue tart coklat karena yang keju sudah habis dan ternyata mereka juga suka.


Mereka pun kembali mengobrol bersama sambil sesekali tertawa bersama. Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik orang tua Joana sepasang suami istri tersebut sedang bertengkar.


"Kenapa sih Mommy pergi terus?" Tanya suaminya dengan nada kesal.


"Daddy kan tahu setiap sebulan sekali Mommy dan teman-teman mengadakan acara temu kangen dan sekarang acaranya di luar negri. Kami menginap selama satu minggu karena selain temu kangen kami juga mengadakan acara jalan-jalan." Jawab istrinya.


"Pokoknya tidak boleh pergi!" Bentak suaminya.


"Pergi!" Teriak istrinya.


"Pergi atau kita bercerai!" teriak suaminya dengan nada mengancam.


"Silahkan, Aku tidak takut." Jawab istrinya sambil menarik kopernya dan pergi meninggalkan suaminya.


Suaminya hanya bisa menahan amarahnya terhadap istrinya.


'Kamu pikir Aku tidak berani menceraikanmu? Aku akan mencari gadis yang lebih segar dan yang lebih penurut.' Ucap suaminya dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


'Silahkan bersenang-senang karena Daddy akan mengajak para gadis untuk menemaniku di ranjang.' Sambung suaminya.


xxxxxx


"Kamu kenapa tidak pulang ke mansion?" tanya Delon.


"Edward ingin menginap di mansion Opa dan Oma, bolehkan Opa, Oma?" Tanya Edward penuh harap.


"Tentu saja boleh, kan mansion ini juga milik semua cucu Oma dan Opa." Jawab Mommy Maya.


"Daddy dengar milik Cucu Oma dan opa, karena Daddy bukan cucu jadi Daddy jangan tinggal di mansion milik Oma dan Opa." Ucap Edward sambil tersenyum menyeringai.


"Baik kalau begitu Daddy akan tinggal di apartemen sama Joana. Ayo sayang kita pergi ke apartemen." Ajak Delon sambil menarik tangan Joana.


"Tidak boleh, kalau Daddy mau tinggal di apartemen tinggal sendiri saja." Ucap Edward sambil menahan tangan Joana satunya yang tidak dipegang oleh Delon.


Entah kenapa saat ini Edward sangat suka menggoda Delon karena selama ini mereka jarang berbicara dan tidak pernah saling menggoda ataupun usil.


"Enak saja, besok Daddy dan Joana mau pergi untuk melamar Joana di depan orang tuanya." Jawab Delon yang tidak mau kalah sama putra sulungnya.


"Bisakah kalian tidak berdebat?" Tanya Mommy Maya sambil memijat keningnya.


"Kak Delon dan Edward sudah jangan bertengkar kasihan Mommy Maya yang mendengar pertengkaran Kak Delon dan Edward." Ucap Joana dengan nada lembut.


"Maafkan kami Mom / Oma." ucap Delon dan Edward bersamaan.


"Sekarang kalian istirahat di kamar nanti malam kita makan bersama." Ucap Mommy Maya.


"Baik Mom / Oma." ucap Delon, Joana dan Edward bersamaan.


Delon langsung memeluk Joana dengan posesif sedangkan Edward membiarkan Delon bersama Joana karena bagaimanapun dirinya tidak tega untuk mengusili Delon yang ingin mengenal Joana lebih dekat.


Edward mengerti kenapa Delon seperti itu karena bagaimana pun Delon pria normal yang membutuhkan sentuhan seorang wanita.


Delon melakukan hubungan suami istri dengan Delisa ketika Delisa memberikan obat perang sang selain itu Delon tidak mau melakukannya. Sejak kejadian itu Delon tidak mau menyentuh makanan ataupun minuman dari mansion karena dirinya tidak mau di jebak untuk ke tiga kalinya.


Kini Delon dan Joana berada di dalam kamar, Joana berjalan ke arah ranjang dan langsung berbaring karena dirinya ingin tidur siang sedangkan Delon mengunci pintu kamarnya.


Delon menekan remote peredam suara agar suara mereka tidak terdengar di luar. Delon meletakkan kembali remote tersebut kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya dan membuang pakaiannya secara asal.


Delon melihat Joana tidur dengan posisi tengkurap hingga terlihat paha mulus membuat tombak saktinya seketika menegang.


"Sayang." Panggil Delon sambil meraba paha Joana.


"Ya." Jawab Joana dengan singkat sambil menikmati sentuhan Delon.


"Apakah sayangku mengantuk?" Tanya Delon sambil menarik segi tiga bermuda milik Joana kemudian membuangnya secara asal.

__ADS_1


"Sedikit, ada apa?" Tanya Joana yang tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh Delon.


Delon melepaskan celana boxernya hingga tombak saktinya berdiri dengan sempurna kemudian menaiki tubuh Joana.


"Kakak lagi pengen." Bisik Delon sambil menekan-nekan tombak saktinya ke arah goa yang masih sempit milik Joana.


"Dua hari lagi kan kita menikah, kita kan bisa melakukan hubungan suami istri sepuasnya." Jawab Joana yang mulai merasakan terang x sang akibat ulah Delon.


"Terlalu lama, boleh ya Kakak melakukannya?" Tanya Delon penuh harap sambil menggesek - gesekan tombak saktinya ke goa milik Joana.


Joana hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Delon yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan memiringkan tubuhnya ke arah samping kemudian mendorong perlahan agar Joana tidur terlentang.


Delon memberikan pemanasan terlebih dahulu dan entah bagaimana kini tubuh Joana polos tanpa sehelai benangpun. Banyak tanda merah hasil karya Delon di tubuh Joana hingga di rasa cukup Delon bersiap untuk menyatukan tubuhnya.


Tok


Tok


Tok


"Daddy." Panggil Edward.


"Kak Delon, ada yang ketuk pintu." Ucap Joana sambil mendorong tubuh Delon.


"Biarin saja." Jawab Delon sambil menahan kesal terhadap Edward karena telah mengganggu kesenangannya padahal tinggal dikit lagi.


"Siapa tahu penting." Ucap Joana.


"Setelah kita melakukan hubungan suami istri baru kita keluar." Jawab Delon mulai perlahan menuntun tombak saktinya ke dalam goa milik Joana.


"Kak Delon ... Ahhhhhhh ..." Ucap Joana sambil mengeluarkan suara merdunya.


Delon memasukkan mulutnya ke salah satu gunung kembar milik Joana membuat Joana mengeluarkan suara merdunya. Delon perlahan memasukkan tombak saktinya ke dalam goa milik Joana dan baru masuk sedikit kepala tombak saktinya sambil memberikan pemanasan agar Joana tidak kesakitan.


"Daddy, Eden hilang kita mau mencarinya di rumah orang tuanya Agung." Ucap Edward karena tidak ada jawaban dari Delon.


"Si*l." umpat Delon sambil menarik tombak saktinya.


Delon menggulingkan tubuhnya kemudian turun dari ranjang sedangkan Joana menghembuskan nafasnya dengan lega karena mereka belum melakukan hubungan suami istri terlebih privasinya belum merasakan perih tanda dirinya masih menjaga kehormatan.


"Jangan bernafas lega setelah putri keduaku ketemu kita lanjutkan." Ucap Delon yang ingin merasakan tubuh Joana sambil memakai satu persatu pakaiannya.


"Tinggal dua hari kita kan bisa bebas melakukannya setiap hari. Karena Aku ingin memberikan harta berharga ku untuk malam pertama pernikahan kita." Ucap Joana dengan nada lirih tapi terdengar jelas di telinga Delon.


Delon menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan Joana menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimutnya sambil menatap Delon dengan sendu.


"Maaf, kalau Kak Delon memaksa dirimu. Entah kenapa dekat denganmu Kakak tidak bisa menahannya. Baiklah Kakak akan menunggu dua hari untuk melakukan hubungan suami istri." Ucap Delon sambil membelai rambut Joana dengan lembut.


Cup


"Kakak ingin mencari Eden, putri ke duaku dan semoga saja tidak hilang." Ucap Delon kemudian mencium kening Joana dengan lembut.


"Amin." Jawab Joana.


Delon hanya tersenyum kemudian Delon turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu kamarnya. Delon menuruni anak tangga dan melihat ke dua orang tuanya menatapnya dengan tatapan kesal ke arah Delon sedangkan Edward hanya duduk memandangi Delon.


"Kenapa menatap Delon seperti itu?" Tanya Delon dengan wajah bingung.


"Ada apa ... ada apa? Kenapa lama sekali membuka pintunya?" Tanya Daddy Nathan sambil menatap tajam ke arah Delon.


"Hehehehe... Ayo kita pergi mencari Eden." ucap Delon sambil tertawa.


"Eden katanya pergi bersama suaminya bulan madu sekaligus ada pekerjaan proyek di mana di sana signal nya sangat susah." Jawab Daddy Nathan.


"Lalu kenapa Edward bilang Eden hilang?" Tanya Delon sambil menatap tajam ke arah Edward.


"Mommy telepon katanya sudah hampir sebulan Eden tidak ada kabarnya." Jawab Edward.


"Mommy mu sudah Daddy kasih tahu untuk menyelidiki siapa Agung tapi Mommy mu tidak mau malah mengatakan kalau Agung orang baik. Delisa dan Eden sudah Daddy nasehati tapi mereka keras kepala dan melawan Daddy membuat Daddy kesal." ucap Delon.


"Tapi walau bagaimana pun Eden adalah putrimu, sekesal apapun kamu harus memperdulikannya." Ucap Mommy Maya.


"Iya Mom, setelah acara pernikahan Delon barulah Delon mencari keberadaan Eden." Jawab Delon.


"Bagus, sebentar lagi waktunya makan malam ajak Joana turun." Ucap Mommy Maya.


"Baik Mom." Jawab Delon patuh.


Delon pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke arah tangga.


"Delon, sepertinya tidak bisa jauh dari Joana." Ucap Mommy Maya.


"Karena mengikuti sifat Daddy yang tidak bisa jauh dari Mommy." Jawab Daddy Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping.


"Oma, Opa jangan bermesraan di depan Edward donk?" Pinta Edward.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul:


__ADS_1


__ADS_2