
Agung sama sekali tidak memperdulikan permohonan maupun air mata Eden karena bagi Agung dirinya ingin segera merasakan tubuh Eden dan kepalanya sangat pusing jika harus berhenti saat itu juga.
Di hentakkan pertama Agung merasa sulit membuat Agung berdecak kesal. Agung membuka ke dua paha Eden dengan lebar kemudian mengangkat nya dan diletakkan di ke dua bahu Agung.
Agung kembali memasukkan tombak saktinya namun baru masuk kepalanya Eden menjerit kesakitan membuat Agung menatap tajam ke arah Eden.
"Teriak lagi aku akan menyiksamu," ancam Agung sambil berusaha memasukkan tombak saktinya yang lebih dalam.
Eden langsung menutup mulutnya dengan ke dua tangannya sambil mengeluarkan air mata karena bagian privasinya terasa sangat perih.
jleb
sretttt
"Akhhhhhhhh.... sakit ..." teriak Eden yang tidak bisa menahan rasa perih di bagian privasinya.
Agung akhirnya berhasil memasukkan tombak saktinya dan merasakan ada penghalang dan tombak saktinya berhasil masuk ke dalam goa sempit milik Eden.
Agung menurunkan ke dua kaki Eden sambil menikmati jepitan milik Eden yang menjepit tombak saktinya. Agung menurunkan tubuhnya kemudian membekap mulut Eden agar jangan berteriak.
__ADS_1
"Jangan berteriak, berisik," ucap Agung.
Selesai mengatakannya Agung mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang membuat Eden memegang sprei nya untuk di re x mas untuk menyalurkan kesakitan pada bagian privasinya.
Eden berharap penderitaan nya segera berakhir karena dirinya merasakan sakit yang sangat luar biasa. Eden memejamkan matanya sambil mengeluarkan air matanya.
"Jangan menangis karena aku ingin kamu mengeluarkan suara de sa han agar aku semangat," ucap Agung yang masih menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
"Apakah kamu bisa?" tanya Agung.
Eden hanya menganggukkan kepalanya kemudian Agung melepaskan tangannya yang tadi membekap mulut Eden.
"Keluarkan suara merdu nya dan jangan menangis," ucap Agung.
"Ahhhhhhh.." ucap Agung mempraktekkan nya.
"Ahhhhhhh..." de sah Eden sambil masih menggenggam sprei nya untuk di re x mas.
"Bagus, keluar kan suara merdu mu karena membuatku menjadi semangat," ucap Agung.
__ADS_1
Eden kembali mengeluarkan suara merdunya sambil masih menahan rasa perih dan berharap segera berakhir sedangkan Agung menikmati suara merdu Eden sekaligus menikmati jepitan Eden hingga terasa di ubun-ubun.
Dua puluh lima menit Agung mempercepat gerakan hingga akhirnya keluar lahar dari tombak saktinya dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim Eden.
"Aku sangat menyukai anak jadi jangan coba-coba kamu meminum obat anti hamil karena jika kamu lakukan itu maka aku tidak segan-segan menghukum mu," ucap Agung.
Setelah selesai mengatakannya Agung menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.
Agung turun dari ranjang kemudian menggendong tubuh polos Eden sedangkan Eden hanya pasrah atas apa yang dilakukan oleh Agung.
("Saat ini tenaga ku sangat lemah dan jika aku sudah kuat aku akan pergi dari neraka ini dan mengatakan semuanya ke Mommy karena gara-gara Mommy menjodohkan aku dengan pria monster hidupku menjadi sangat menderita,'' ucap Eden dalam hati).
Eden tidak tahu jika Eden sampai kabur maka penderitaan Eden akan semakin bertambah. Tanpa sepengetahuan Delisa, Eden dan keluarga Alexander kalau Agung dan ke dua orang tuanya adalah keturunan psychopath karena itulah Agung tidak merasa bersalah ketika menyiksa Eden.
Agung berjalan ke arah kamar mandi kemudian mendorong pintu kamar mandi dengan menggunakan kakinya kemudian masuk ke dalam kamar mandi sambil masih menggendong Eden.
Agung menurunkan tubuh Eden di bawah shower kemudian menyalakan kran shower nya. Agung memandikan Eden dan juga dirinya hingga sepuluh menit kemudian Agung selesai memandikan tubuh mereka berdua.
Entah kenapa tombak sakti milik Agung berdiri kembali melihat tubuh polos Eden membuat Agung memegang ke dua pinggang Eden kemudian memasukkan tombak saktinya ke dalam goa milik Eden.
__ADS_1
jleb
"Kak Agung tadi kan sudah," ucap Eden sambil menahan rasa perih lagi.