
Tanpa menjawab Edward mendekatkan wajahnya ke wajah Alona kemudian mengecup bibir istrinya secara singkat.
"Kita ke kamar mandi sebentar," bisik Edward.
Tanpa menunggu jawaban Edward menarik tangan Alona sedangkan Alona hanya pasrah dan mengikuti langkah Edward karena Alona tahu apa yang akan dilakukan oleh Edward.
Mereka masuk ke dalam kamar mandi dan Edward mencium kembali bibir Alona membuat Alona membalas ciuman Edward. Setelah beberapa saat ciuman pindah ke bagian leher Alona membuat Alona mengeluarkan suara merdunya.
"Lakukan dengan perlahan," pinta Alona ketika Edward menarik segitiga bermuda milik Alona.
"Kenapa?" tanya Edward setelah selesai melakukan pemanasan selama dua belas menit.
"Aku baru sadar dari pingsan dan aku takut pingsan lagi," ucap Alona berbohong.
("Maaf, karena aku tidak ingin anak kita ada apa-apa," jawab Alona dalam hati).
Hampir satu jam kemudian mereka keluar dari kamar mandi, tubuh Edward terasa segar dan bersemangat sedangkan tubuh Alona terasa lemas akibat perbuatan Edward.
"Kak Edward," panggil Alona.
"Ya," jawab Edward singkat.
"Tidak jadi," jawab Alona ragu.
"Ada apa?" tanya Edward penasaran.
"Setelah pamit sama nenek dan keluarga besar kak Edward kita langsung pulangkan?" tanya Alona.
Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari ruang perawatan. Edward dan Alona berpamitan dengan neneknya Edward dan keluarganya setelah itu mereka berjalan ke arah lobby.
"Kak Edward," panggil Alona lagi.
"Ya," jawab Edward singkat lagi.
"Aku minta gendong, kak Edward mau tidak menggendongku sampai ke mobil?" tanya Alona sambil menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan penuh harap.
"Kok tumben minta gendong?" tanya Edward.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, kalau kak Edward merasa keberatan tidak apa - a..." ucapan Alona terputus ketika tiba-tiba Edward menggendongnya ala bridal style.
whushh
Alona terkejut sekaligus bahagia karena suaminya mau menuruti permintaannya. Alona mengalungkan ke dua tangannya ke leher Edward dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Banyak orang yang menatap mereka tapi Edward dan Alona tidak memperdulikannya membuat para gadis dan wanita sangat iri dengan Alona terlebih dua pasang mat menatapnya dengan perasaan benci dan iri hati.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik Edward dan entah kenapa Alona kembali meminta di gendong oleh suaminya dan Edward pun tidak menolaknya.
Sampai di kamar mereka Edward membaringkan tubuh Alona di ranjang dengan perlahan kemudian menyelimutinya.
"Mau kemana?" tanya Alona yang melihat Edward turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.
"Ada sesuatu yang ingin aku kerjakan, kamu tidurlah," ucap Edward sambil membuka pintu dan keluar dari kamarnya meninggalkan Alona sendirian.
"Pasti kak Edward akan menghukum anak buahnya, aku akan mengikutinya," ucap Alona sambil menarik selimutnya dari arah samping.
Alona perlahan membuka pintu kamarnya kemudian berjalan menuruni anak tangga hingga dirinya bertemu dengan kepala pelayan.
"Selamat malam Nyonya," sapa kepala pelayan.
"Pergi ke samping mansion," jawab salah satu bodyguard yang tiba-tiba datang sambil menatap tajam ke arah Alona.
"Antar kan aku ke sana," pinta Alona.
"Untuk apa Nyonya? Mau melihat temanku di cambuk?" tanya bodyguard tersebut dengan wajah sinis.
Alona tidak marah ataupun membenci bodyguard tersebut dengan perkataan sinis nya karena dirinya tahu gara - gara dirinya teman bodyguardnya tersebut mendapatkan hukuman.
"Paman akan tahu, aku mohon antar kan aku paman," mohon Alona.
Deg
Deg
Bodyguard dan kepala pelayan sangat kaget membuat jantung mereka berdetak kencang karena baru kali ini melihat seorang majikan memohon pada bodyguard.
__ADS_1
"Baik Nyonya," jawab bodyguard tersebut.
Mereka pun pergi ke arah pintu mansion kemudian bodyguard tersebut membuka pintu dengan lebar. Alona keluar dari pintu tersebut dan berjalan dengan diikuti oleh bodyguard milik suaminya menuju ke rumah sebelahnya.
Alona berjalan ke arah samping mansion hingga dirinya melihat sebuah rumah ukuran besar.
"Maaf Nyonya itu rumahnya dan saya tidak berani menemani Nyonya untuk masuk ke dalam," ucap bodyguard tersebut.
"Baik, aku akan masuk ke dalam," jawab Alona.
"Nyonya boleh aku minta satu hal?" tanya bodyguard tersebut.
"Ya, katakanlah," jawab Alona.
"Jangan katakan kalau saya yang menunjukkannya karena saya bisa kena hukuman," jawab bodyguard tersebut.
"Tenang saja, aku akan jalan ke sana," ucap Alona sambil melanjutkan langkahnya.
Bodyguard tersebut pergi meninggalkan Alona sendirian sedangkan Alona berjalan hingga Alona tepat berdiri di depan pintu kemudian mendorong perlahan pintu tersebut.
"Kamu tahu kenapa kamu aku hukum?" tanya Edward dengan nada dingin dan wajah datar.
"Saya tahu tuan," jawab bodyguard tersebut.
"Apa kesalahanmu?" tanya Edward.
"Saya seharusnya menemani Nyonya Alona ketika Nyonya Alona pergi menemui Nyonya besar di ruang ICU," jawab bodyguard tersebut.
"Selain itu?" tanya Edward dengan suara masih dingin dan wajah datar.
"Karena saya tidak menemani Nyonya Alona membuat Nyonya Besar kejang-kejang ketika Nyonya Alona keluar dari ruang ICU," jawab bodyguard tersebut.
"Tepat sekali, aku sudah bilang temani istriku jangan sampai istriku melukai nenekku," ucap Edward sambil berjalan ke arah meja besar di mana ada kotak besar seukuran tubuh manusia dewasa.
"Karena kamu sudah menyadari kesalahanmu jadi terimalah hukuman mu," sambung Edward sambil mengambil cambuk.
"Baik tuan," jawab bodyguard tersebut dengan patuh ketika Edward bersiap mencambuk dirinya.
__ADS_1
"Tunggu!!!" teriak Alona yang sejak tadi mendengarkan percakapan suaminya dengan bodyguard suaminya sambil berjalan ke arah mereka.