Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Eden Delia Alexander


__ADS_3

('Daddy, Hiks... Hiks... Mommy pingsan,' ucap Eden sambil terisak).


('Pingsan kenapa?' tanya Delon dengan nada malas)


('Karena Oma meninggal,' jawab Eden).


('Daddy, Eden di sini sendirian Mommy di bawa UGD sedangkan kak Edward sebentar lagi dipindahkan ke ruang perawatan,' sambung Eden).


Suara hembusan nafas berat


('Baiklah Daddy akan kembali ke rumah sakit tapi Daddy pulang dulu mau ganti pakaian,' ucap Delon).


('Eden tunggu Dad,' ucap Eden).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Eden tersenyum bahagia.


"Sekarang aku tahu kelemahan Daddy yaitu tidak tega mendengar aku menangis. Mommy tenang saja selama ada Eden maka Daddy tidak akan menceraikan Mommy," ucap Eden sambil menghapus air mata buayanya.


"Aku kangen sama kak Arsene, aku telepon dengan nada sedih agar mau menemani ku di rumah sakit," ucap Eden sambil mencari nomer telepon Arsene.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang Arsene dan Eden sebagian ada di Novelku dengan judul :

__ADS_1



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Eden mencari kontak Arsene setelah ketemu Eden menekan tombol hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya namun sambungan telepon tidak diangkat oleh Arsene.


"Si*l, kenapa tidak di angkat?" tanya Eden dengan nada kesal.


Eden kembali menghubungi ponsel Arsene tapi tidak juga di angkat hingga panggilan yang ke enam juga tidak di angkat.


"Si*l ... Si*l ... Kenapa tidak di angkat?" tanya Eden dengan nada kesal.


Ting


"Ada pesan, coba aku lihat," ucap Eden.


Arsene : Kirim pesan saja, ada apa?


Eden : Oma meninggal, Mommy pingsan dan kak Edward di ruang perawatan. Aku sangat kesepian bisakah kak Arsene menemaniku ?


Arsene : Kakak turut berduka cita, oh ya bukankah keluargamu merupakan keluarga besar? Pasti kamu ditemani oleh salah satu keluarga besar mu.


Eden : Semua pergi meninggalkan kami karena itulah aku sangat kesepian.


Arsene : Kenapa mereka meninggalkan kalian?

__ADS_1


Eden : Ini semua gara - gara kak Alona jika saja kak Alona tidak kabur hal ini tidak mungkin terjadi.


Arsene : Eden Delia Alexander, dengar ya wanita manapun jika di siksa dan diperlakukan seperti itu pasti akan kabur. Kalau aku tidak mengingat persahabatan kakakku kak Alex dengan kak Edward ingin sekali menampar mulutmu. Aku sangat mengantuk dan lelah dan jangan ganggu aku lagi.


''Si*l bahkan pria yang aku cintai malah membela kak Alona," ucap Eden dengan nada kesal.


"Sudahlah aku ingin ke ruang perawatan ingin menemani kakak," sambung Eden sambil berjalan ke ruang perawatan.


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik Arsene.


"Si*l, aku yang tadi sangat mengantuk dan ingin tidur jadi tidak bisa tidur gara-gara Delia," ucap Arsene dengan nada kesal.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Nama panjang Eden adalah Eden Delia Alexander. Di keluarga besar Alexander di panggil dengan sebutan Eden sedangkan orang lain memanggil dirinya dengan sebutan Delia.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Aku tahu kamu mencintaiku tapi aku tidak akan pernah mencintaimu karena kamu, Edward dan Ibunya tidak pernah menghargai orang lain. Melihat ucapan Alona di layar proyektor membuat darahku mendidih dan rasanya ingin sekali memukul Kak Edward, Eden dan Ibunya tapi demi persahabatan kakak kembarku Kak Alex aku hanya bisa menahan amarahku," sambung Arsene


"Aku hanya berharap kamu merasakan apa yang dirasakan oleh Alona agar kamu menyadari kesalahanmu. Untuk Ibunya aku harap mendapatkan hukuman begitu pula dengan Kak Edward karena telah menyia-nyiakan istri sebaik Alona," ucap Arsene.


"Akhhhhhhhh... Gara - gara mereka membuat aku jadi mengumpat," ucap Arsene dengan nada frustrasi.


"Lebih baik tidur," ucap Arsene sambil berbaring di ranjang.

__ADS_1


Hampir setengah jam akhirnya Arsene tidur dengan pulas sambil memeluk guling. Arsene hanya berharap agar dirinya tidak bertemu lagi dengan Delia dan Ibunya.


__ADS_2