Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Dua Puluh Tahun


__ADS_3

"Joana, Aku ini pamanmu! Kenapa kamu sangat ketus?" tanya Paman nya sambil menahan amarahnya.


"Paman pikir saja sendiri." jawab Joana dengan nada masih ketus.


"Joana sudah lama Paman mencintai dirimu tapi Tante mu yang selalu mengejar-ngejar Paman bahkan menjebak Paman agar mau menikah dengan Tante mu." ucap Pamannya mulai merayu Joana tanpa memperdulikan ucapan ketus Joana.


"Apa Paman tidak pikir kalau selisih umur kita itu dua puluh tahun? Apalagi menurut pandangan Joana kalau Paman itu adalah pria playboy eh salah lebih tepatnya gigolo yang hobinya celap-celup sana sini kemudian morotin uang mereka. Jadi mana mungkin Aku mencintai pria brengs*k seperti Paman." ucap Joana dengan nada sarkas.


"Asal Paman tahu, Aku sudah mengatakan ke Tante untuk menceraikan pria brengs*k seperti Paman apalagi Daddy juga marah sama Paman. Jadi bersiaplah Paman di tendang dari keluarga besar kami." sambung Joana sambil tersenyum menyeringai.


"Tante mu tidak mungkin menceraikan Paman karena Paman sangat tampan," ucap Paman nya tanpa memperdulikan ucapan Joana.


"Hanya wanita buta yang mau sama Paman. Dasar gigolo!" ucap Joana dengan nada ketus.


"Joana!" bentak Pamannya sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Paman berani menamparku?" Tanya Joana tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Dasar ponakan tidak tahu sopan santun!" Bentak Paman nya sambil mengarahkan tangannya ke arah pipi Joana.


Grep


Ketika Joana ingin mengangkat tangannya untuk menahan tangan Pamannya seseorang yang ada di belakang Joana menahan tangan Pamannya.


"Jadi pria beraninya sama gadis kecil. Apakah kamu seorang laki-laki sejati?" tanya pria tampan tersebut sambil menekuk tangan Paman nya ke arah belakang.


"Akhhhhhhhh... Sakit!...Lepas dan jangan ikut campur urusan kami!" Teriak Pamannya Joana sambil meringis menahan rasa sakit.


Bruk


"Aku akan ikut campur jika melihat seorang pria menyakiti seorang gadis kecil atau wanita lainnya." jawab pria tampan tersebut kemudian mendorong pria tersebut hingga pria tersebut terjatuh.


Grep


Selesai mengatakan hal itu pria tampan tersebut menarik tangan Joana membuat Joana sangat terkejut dan tanpa sadar mengikuti langkah pria tampan tersebut hingga mereka berhenti di kantin.


"Duduk!" perintah pria tampan tersebut sambil duduk di kursi makan.


Tanpa menjawab Joana duduk di kursi di mana mereka saling berhadapan dan hanya di batasi oleh meja makan.


"Paman Somse." panggil Joana sambil tersenyum manis karena dapat bertemu kembali dengan pria tampan tersebut.


xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Ya pria tersebut adalah Delon anak dari pasangan Daddy Nathan dengan Mommy Maya. Ketika Delon sedang berjalan, tanpa sengaja Delon melihat Joana.

__ADS_1


Hal itu membuat Delon ingin mengajaknya mengobrol. Namun mata elang Delon melihat seorang pria seumuran dengan dirinya memanggil Joana.


Delon menghentikan langkahnya yang tidak begitu jauh dari Joana dan Pamannya Joana. Delon mendengarkan semua percakapan mereka berdua hingga Delon melihat Pamannya mengangkat tangannya hendak menampar pipi mulus Joana.


Entah kenapa Delon tidak ingin Joana disakiti hal itu membuat Delon berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah mereka berdua untuk menahan tangan Pamannya Joana.


xxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx


Entah kenapa Joana sangat suka menggoda Delon karena biasanya Joana tidak begitu suka dekat dengan pria lain.


Hal itu dikarenakan ulah Pamannya membuat Joana membenci semua pria kecuali ayahnya dan para sepupunya yang laki-laki.


Sedangkan untuk Delon entah kenapa dirinya ingin mengenal lebih dekat dengan Joana. Mungkin Joana seumuran dengan ke dua anak kembarnya karena biasanya Delon sangat dingin terhadap para gadis ataupun para wanita.


"Apa itu Somse?" tanya Delon penasaran sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.


"Somse itu kepanjangan dari Sombong Sekali," jawab Joana keceplosan.


"Oops," ucap Joana sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.


Delon yang melihat Joana menutup mulutnya dengan ke dua tangannya hanya tersenyum terlebih Joana sangat imut serta menggemaskan. Dirinya sama sekali tidak marah ketika Joana mengatakan dirinya Sombong Sekali.


"Maaf Tuan dan Nona mau pesan apa?" tanya seorang pelayan restoran.


"Aku pesan kopi hitam kalau Kamu?" tanya Delon sambil menatap wajah cantik Joana.


Deg


Jantung Delon berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi dikarenakan selama menikah dirinya tidak pernah diperdulikan oleh istrinya selama bertahun - tahun.


Hal itu membuat Delon kembali tersenyum, nyaris tidak terlihat kemudian menatap ke arah wajah cantik Joana.


"Susu hangat coklat satu, kamu mau pesan apa?" tanya Delon.


"Sama," jawab Joana dengan singkat.


"Susu coklat hangat dua dan bawa beberapa cemilan," ucap Delon.


"Baik Tuan," jawab pelayan tersebut sambil mencatat pesanan Delon.


Selesai mencatat pelayan restoran tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kita boleh berkenalan? Namaku Joana kalau Paman?" tanya Joana sambil mengulurkan tangan kanannya.


'Aku sudah tahu kalau namamu Joana.' Ucap Delon dalam hati.

__ADS_1


"Delon, panggil Delon saja jangan Paman," jawab Delon sambil membalas uluran tangan Joana.


"Memang nya kenapa Paman?" tanya Joana sambil melepaskan uluran tangannya begitu pula dengan Delon.


"Kalau Paman, sejak kapan aku menikah dengan Tante mu," jawab Delon dengan nada kesal.


'Untung aku pintar menjawabnya tanpa banyak berpikir.' Sambung Delon dalam hati.


"Ahhhh... Aku jadi ingat dengan Tante, bagaimana kalau Paman Delon menikah dengan Tanteku?" tanya Joana dengan mata berbinar tanpa memperdulikan permintaan Delon untuk tidak memanggil dirinya dengan sebutan Paman.


"Apa? Aku tidak mau." Ucap Delon dengan nada kesal karena dirinya tidak suka dijodohkan.


"Memangnya kenapa Paman Delon?" tanya Joana dengan wajah polos.


"Panggil Delon saja dan mengenai kenapa Aku tidak mau karena ku tidak suka dijodohkan," Jawab Delon dengan nada tegas.


"Bagaimana kalau Om Delon?" tanya Joana yang tidak bisa memaksa Delon untuk dijodohkan dengan Tantenya.


Tapi dalam hati, Joana mempunyai misi untuk menjodohkan Tantenya dengan Delon.


"Aku tidak menikah dengan Tantemu." Jawab Delon.


"Kalau Daddy?" Tanya Joana.


"Kamu bukan putriku." Jawab Delon.


"Kalau Kakak Tampan?" Tanya Delon.


"Bagus juga," jawab Delon sambil kembali tersenyum.


"Ok, kalau begitu Aku akan panggil Kakak Tua .... Oops .. salah maksud Aku ... Kak Delon," ucap Joana menjeda kalimatnya sambil menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya lalu membukanya untuk meralat ucapannya.


"Bukannya tadi Kamu bilang memanggilku dengan sebutan Kakak tampan? Tapi kenapa jadi Kak Delon?" Tanya Delon dengan nada kesal karena tadi Joana memanggilnya dengan sebutan Kakak tua.


Entah kenapa dirinya sangat suka di panggil Kakak tampan karena itulah Delon protes dengan perkataan Joana. Sedangkan Joana terdiam sambil berpikir untuk menjawab pertanyaan Delon.


"Kalau berdua Kakak Tampan tapi di depan orang lain Kak Delon." Jawab Joana setelah beberapa saat mereka terdiam.


Delon hanya tersenyum tipis nyaris tidak terlihat hingga pesanan mereka datang. Delon dan Joana mulai meminum hingga habis tanpa sisa sedikitpun. Entah karena haus atau karena bingung mau mengatakan apa.


"Siapa pria tadi?" tanya Delon setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Suami Tante ku, Joana sangat membencinya," jawab Joana dengan wajah memerah menahan amarahnya.


"Kenapa kamu membenci Pamanmu?" tanya Delon penasaran.

__ADS_1


"Karena Paman laki-laki paling brengs*k yang pernah Aku kenal," Jawab Joana.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau seseorang diam - diam memotret Delon dengan Joana kemudian dikirimkan ke seseorang.


__ADS_2