
Alona hanya menganggukkan kepalanya kemudian dengan perlahan turun dari ranjang sedangkan Edward mengambil botol infus yang tinggal sedikit lagi habis.
"Kenapa tidak jadi turun?" tanya Edward.
"Bagian privasi ku perih," jawab Alona.
"Kalau begitu, kamu pegang botol infusnya," ucap Edward sambil memberikan botol infus.
"Ok," jawab Alona singkat sambil menerima botol infus tersebut.
Edward menggendong tubuh Alona ala bridal style membuat Alona membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Kenapa?" tanya Edward.
"Malu," jawab Alona dengan wajah memerah menahan malu.
"Kenapa malu? Bukankah kita sama - sama sudah melihat tubuh polos masing-masing?" tanya Edward.
Bugh
"Kak Edward," panggil Alona dengan nada kesal sambil memukul bahu suaminya.
Edward tidak marah ketika Alona memukul bahunya malah Edward tersenyum ketika melihat wajah cemberut Alona yang sangat imut.
("Ternyata menyenangkan bisa menggoda Alona," ucap Edward dalam hati).
"Tolong bukakan pintu kamar mandi," pinta Edward.
"Ok," jawab Alona singkat.
Alona membuka pintu kamar mandi kemudian Edward mendorong pintu kamar mandi dengan menggunakan kaki kanannya. Edward dengan perlahan mendudukkan Alona di closed kemudian mengambil selang shower.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Edward ketika melihat Alona memegangi bagian privasinya.
"Perih waktu aku buang air kecil," ucap Alona menjelaskan.
"Maaf," jawab Edward sambil duduk untuk menatap bagian privasi Alona.
"Kak Edward kenapa minta maaf dan apa yang kakak lakukan?" tanya Alona sambil menutup privasinya dengan ke dua pahanya.
"Gara - gara kakak punyamu jadi sakit karena itulah aku ingin melihatnya apakah ada yang lecet? Kalau ada aku akan menghubungi dokter untuk memberikan krim supaya perihnya hilang," jawab Edward.
"Tapi aku malu kak," jawab Alona.
"Bukankah kita masing-masing sudah melihatnya jadi kenapa mesti malu? Bukalah aku ingin melihatnya," pinta Edward.
"Tapi ..." ucapan Alona terpotong oleh Edward.
"Tidak ada penolakan," jawab Edward.
("Benar - benar imut melihat wajah Alona yang merona,'' ucap Edward dalam hati ketika Edward melihat Alona memejamkan matanya).
"Aku bersihkan dulu ya," ucap Edward.
Tanpa menunggu jawaban Edward membersihkan bagian privasi milik Alona dengan perlahan setelah selesai barulah Edward membersihkan bagian privasi miliknya.
Edward menggendong kembali tubuh polos Alona dan keluar dari kamar mandi. Sebenarnya Edward ingin melakukan kembali hubungan suami istri namun dirinya tidak tega ketika melihat Alona meringis ketika Alona sedang buang air kecil.
Edward meletakkan perlahan tubuh polos Alona ke ranjang kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian milik Alena.
"Di dalam lemari pakaiannya bukan milikku tapi milik Alena," ucap Alona ketika Edward membuka pintu lemari sambil menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut.
"Alena?" tanya ulang Edward.
__ADS_1
"Adikku," jawab Alona singkat.
"Pakaian milikmu ada di mana?" Tanya Edward.
"Ada di lantai dua," jawab Alona
"Ok," jawab Edward singkat sambil berjalan ke arah pintu.
"Kak Edward tunggu," panggil Alona.
"Ya," jawab Edward singkat sambil membalikkan badannya membuat Alona memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Apakah kak Edward tidak malu dan kedinginan?" tanya Alona.
"Maksudnya?" tanya Edward polos.
"Kak Edward jalan ke lantai dua dengan tubuh polos?" tanya Alona.
"Astoge kakak lupa," ucap Edward sambil menepuk keningnya.
("Gara - gara berusaha menghilangkan pikiran mesum ku, aku sampai lupa kalau tubuhku polos tanpa sehelai benangpun," ucap Edward dalam hati).
"Pffftttt,"
"Kenapa tertawa?" tanya Edward.
("Melihat tawamu kenapa aku bahagia ya?" tanya Edward dalam hati).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1