Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Hukum Karma


__ADS_3

"Jangan menatap tajam ke arah istriku, Kak" ucap Lemos sambil menarik tangan istrinya dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.


"Kenapa Tante menampar Mommy ku?" tanya Eden sambil menahan amarahnya.


"Tante terpaksa menampar Mommy mu karena tidak pernah sadar akan kesalahannya dan malah mengatakan sesuatu tentang masa lalu suamiku," jawab Soraya sambil menatap tajam ke arah Delisa dari balik punggung suaminya.


"Bukankah memang betul yang dikatakan oleh Mommy?" tanya Eden tidak mau kalah.


"Eden!!" teriak Soraya dengan nada kesal.


"Jangan teriak memanggil putri ku," ucap Delon dengan nada satu oktaf.


"CUKUP!!!" teriak Mommy Maya yang sejak tadi diam.


"Kak Delisa ingat akan hukum karma, kak Delisa telah menyakiti Alona terlalu dalam suatu saat nanti kak Delisa merasakan bagaimana rasanya putri kesayangan kak Delisa diperlakukan sama oleh suaminya," ucap Soraya sambil memegang tangan suaminya.


Lemos yang mendengar ucapan Delisa dan Eden membuat Lemos membatu dirinya merasa bersalah yang teramat sangat terhadap Soraya di masa lalunya. Luka lama yang sudah dilupakannya kini kembali terbuka membuat Lemos diam membatu.


"Kamu menyumpahi putri kami?" tanya Delisa dan Delon bersamaan sambil berjalan ke arah Soraya.


Aleandro kakak dari Daddy Nathan dan Daddy Nathan menahan tangan Delon sedangkan Cantika istri Aleandro dan Claudia istri Maximus memegang tangan Delisa agar tidak memukul Soraya.


"Maafkan kami, kami ingin pulang," ucap Soraya sambil menarik tangan suaminya.


"Hati-hati," ucap mereka serempak kecuali Delon, Delisa dan Eden.


"Terima kasih," jawab Soraya.

__ADS_1


Soraya dan Lemos pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke parkiran mobil hingga di dalam mobil tubuh Lemos bergetar hebat.


Grep


"Hiks ... Hiks... Hiks... " Isak Lemos sambil memeluk Soraya.


"Sstttt... sudah lupakan apa yang dikatakan oleh mereka," ucap Soraya sambil memeluk tubuh suaminya sambil mengusap punggungnya.


"Daddy banyak melakukan kesalahan dan membuat Mommy hampir meninggal. Daddy tidak pantas menikah dengan Mommy," ucap Lemos.


Soraya melepaskan pelukannya kemudian mendorong perlahan tubuh Lemos dan menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum.


"Apakah Daddy mencintai Mommy?" tanya Soraya dengan nada lembut.


"Tentu saja Daddy mencintai Mommy dengan sepenuh hati Daddy," ucap Lemos tanpa berpikir lagi.


Grep


"Daddy sangat bahagia bisa menikah dengan wanita sebaik Mommy," ucap Lemos sambil memeluk kembali istrinya.


"Mommy juga Dad," jawab Soraya sambil membalas pelukan suaminya.


"Mommy tidak takut jika suatu saat jiwa psychophat Daddy bangun dan menyakiti Mommy?" tanya Lemos.


"Mommy tidak pernah takut akan kematian jika memang sudah takdir Mommy ma ti di tangan Daddy maka Mommy minta satu hal dari Daddy," ucap Soraya.


"Apa itu?" tanya Lemos.

__ADS_1


"Kalau Mommy adalah wanita terakhir yang di bu nuh oleh Daddy," ucap Soraya.


"Daddy tidak akan mungkin melakukannya karena Daddy akan berusaha agar jiwa psychophat Daddy tidak akan pernah bangun," ucap Lemos.


"Mommy percaya kalau Daddy bisa melakukan hal itu," jawab Soraya.


"Terima kasih Mommy, sudah mempercayai Daddy," ucap Lemos.


"Daddy," panggil Soraya.


"Ya," jawab Lemos singkat sambil mendorong tubuh Soraya dengan perlahan.


"Bagaimana kalau kita tinggal di luar negri karena Mommy ingin mengurus perusahaan milik orang tua Mommy sekalian kita bulan madu?" tanya Soraya.


("Maafkan Mommy Dad, Mommy melakukan ini agar kita bisa menenangkan diri karena saat ini Mommy sangat kesal dengan Kak Delisa dan anak yang bau kencur Eden. Dua - duanya tidak berhak mengungkit masa lalu membuat Daddy menjadi sedih karena masa lalunya yang menyakiti diriku," sambung Soraya dalam hati).


("Daddy tahu kalau Mommy melakukan ini karena ingin menenangkan diri karena Daddy pun juga sama ingin menenangkan diri," ucap Lemos dalam hati yang masih kesal dengan kakaknya Delon, Delisa dan ponakannya Eden).


"Baik Mom, Daddy setuju nanti Daddy akan hubungi keluarga besar Daddy kalau kita tinggal di luar negri untuk sementara waktu," ucap Lemos.


"Kalau begitu kita pulang ke mansion dan menyiapkan semuanya," ucap Soraya.


"Baik Mom," jawab Lemos.


Lemos mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik Lemos. Di tempat yang berbeda Mommy Gloria dan Mommy Maya menatap tajam ke arah Delisa.


"Oma merasa sangat - sangat kecewa dengan kalian berdua Delon dan Dennisa begitu pula dengan cicit Oma," ucap Mommy Gloria yang sejak tadi diam mendengarkan para cucunya bertengkar sambil menatap Delon, Delisa dan Eden secara bergantian.

__ADS_1


__ADS_2