Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Kamu yakin?


__ADS_3

"Hehehehe... kalau begitu kamu pulang dan lakukan bersama istrimu." Ucap Daddy Nathan.


"Alona menginap di rumah Neneknya dan besok baru pulang." Jawab Edward sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Daddy Nathan dan Mommy Maya.


"Mau kemana Edward?" Tanya Mommy Maya.


"Mau ke taman belakang Oma." Jawab Edward sambil menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya.


"Sebentar lagi makan malam." Ucap Mommy Maya.


"Nanti Edward menyusul Oma." Ucap Edward.


"Ok." Jawab Mommy Maya.


Edward tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke taman belakang.


"Alona menginap di rumah nenek yang di tolongnya waktu itu?" Tanya Daddy Nathan.


"Iya Dad. Kasihan Nenek itu sebatang kara dan menikmati masa tuanya sendirian karena itulah Alona yang tidak tega menginap di rumahnya bersama anak - anaknya." Jawab Mommy Maya.


"Kenapa Edward tidak ikut menginap?" Tanya Daddy Nathan.


"Jarak dari kantor lumayan jauh di tambah Edward kurang nyaman dengan nenek itu karena itulah Edward tidak menginap, hanya mengantar Alona dan anak kembarnya." Jawab Mommy Maya.


"Sebenarnya Daddy juga tidak nyaman dengan nenek itu tapi Daddy tidak ada berhak untuk melarang Alona terlebih di depan Alona, nenek itu baik." Ucap Daddy Nathan.


"Kenapa Daddy dan Edward, sama - sama tidak nyaman?" Tanya Mommy Alona.


"Entahlah." Jawab Daddy Nathan.


Mommy Maya hanya diam kemudian mereka kembali mengobrol hal yang lain sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Delon membuka pintu kamar Joana dan tidak melihat Joana.


"Joana." Panggil Delon.


"Aku ada di balkon." Jawab Joana sambil masih berdiri di balkon menikmati udara sejuk.


Delon berjalan ke arah balkon dam melihat Joana sedang berdiri menatap pemandangan.


Grep


"Lagi mikirin apa?" Tanya Delon sambil memeluk tubuh Joana kemudian mencium leher Joana membuat Joana geli.


"Geli ... Aku lagi berfikir jika seandainya orang tua ku tidak setuju dengan pernikahan kita bagaimana?" Tanya Joana sambil melepaskan pelukan Delon kemudian membalikkan badannya menatap wajah tampan Delon.


Grep


"Jika tidak setuju, kita melakukan hubungan suami istri agar kita direstui." Jawab Delon sambil memeluk tubuh Joana yang sudah menjadi candunya.


"Kak Delon, Aku bicara serius kok arah bicara nya ke arah sana?" tanya Joana.


"Kakak serius, Kakak ingin sekali menikah denganmu karena itu Kakak akan melakukan segala cara agar kita segera menikah. Atau jangan - jangan kamu tidak mau menikah dengan Kakak karena Kakak sudah tua?" Tanya Delon dengan suara tercekat sambil melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badannya.


Entah kenapa Delon tidak ingin berpisah dengan Joana dan akan selalu berprasangka buruk jika Joana tidak mencintai dirinya seperti dirinya yang sangat mencintai Joana.


Grep


"Tentu saja Joana ingin menikah dengan Kak Delon." Ucap Joana sambil memeluk tubuh kekar Delon dari arah belakang.


"Kita akan melakukan hubungan suami istri jika ke dua orang tua ku tidak menyetujui hubungan kita tapi dengan satu syarat." Pinta Joana.


"Apa itu? Mau minta semua harta milikku? Tenang saja Aku akan memberikan semuanya." Ucap Delon dengan nada serius asalkan bisa memiliki Joana.


Entah kenapa dirinya sangat membenci Delisa ketika mengetahui Delisa mencintai dirinya karena harta tapi dengan Joana dirinya tidak bisa membencinya.


Mungkin kata orang benar bahwa cinta itu memang buta karena bersedia melakukan apapun asalkan bisa memilikinya.


"Aku bukan wanita matre yang menginginkan harta karena bagiku harta bukan segalanya tapi Aku hanya minta sama Kak Delon yaitu ketulusan dan tanggung jawab sebagai suami di tambah kesetiaan terhadap pasangannya itu merupakan harta yang tidak bisa di nilai dengan uang." Jawab Joana.


"Aku hanya ingin ketika kita sudah melakukan hubungan suami istri Kak Delon harus bertanggung jawab untuk menikah denganku." sambung Joana.


Grep


Cup


Delon melepaskan pelukan Joana kemudian membalikkan badannya untuk memeluk Joana dari arah depan sambil mengecup kening Joana dengan lembut.


"Kakak sangat mencintaimu dan tentu saja Kakak akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu." Ucap Delon.


"Aku percaya sama Kakak dan tolong jangan kecewakan Aku." Mohon Joana sambil membalas pelukan Delon.


"Tentu saja Kakak tidak akan mengecewakan dirimu. Sekarang kita makan malam setelah itu kita istirahat karena besok kita ke rumah orang tua mu." Ucap Delon sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Joana.


Joana hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamar Delon menuju ke ruang makan.


Kini mereka berada di ruang makan, Mommy Maya mengambil nasi beserta lauk dan sayur barulah untuk dirinya.

__ADS_1


"Kak Delon, mau makan yang mana?" tanya Joana sambil mengambil piring yang berada di depan meja Delon.


"Apa saja, Kakak suka." Jawab Delon sambil tersenyum bahagia.


"Ok." Jawab Joana sambil mengambil nasi beserta lauk dan sayur kemudian diletakkan di meja Delon.


'Aku baru kali ini melihat Daddy tersenyum bahagia. Dulu Mommy tidak pernah memperdulikan Daddy, makan masing-masing terkadang kami tidak makan bersama karena Mommy sibuk dengan teman sosialitanya.' Ucap Edward dalam hati.


"Terima kasih." Jawab Delon sambil tersenyum.


"Sama-sama." Jawab Joana sambil membalas senyuman Delon.


"Edward, mau diambilkan juga?" Tanya Joana sambil tersenyum.


"Tidak usah, Edward punya dua tangan biar ambil sendiri." Ucap Delon.


"Aish ... Daddy aja makanannya diambilin masa Edward tidak?" Tanya Edward dengan nada kesal.


"Kan sebentar lagi Joana menjadi istri Daddy jadi sudah sewajarnya mengambil makanan untuk Daddy." Jawab Delon yang tidak mau kalah dengan putra sulungnya.


"Mommy, Daddy nakal." Adu Edward.


"Sudah sini Mommy ambilkan makanannya." Ucap Joana.


"Mommy, jangan diambilin." Ucap Delon dengan nada kesal sekaligus posesif.


'Sayang, tidak enak sama Mommy dan Daddy.' Bisik Joana.


'Biarin.' Jawab Delon yang juga berisik di telinga Joana.


'Kalau masih begini juga nanti malam tidur di kamar masing-masing.' Ancam Joana yang masih berbisik.


"Aish nyebelin, sudahlah ambilkan buat Edward." Ucap Delon dengan wajah cemberut.


'Jangan cemberut nanti tampan nya hilang.' Bisik Joana.


Delon memaksakan untuk tersenyum sedangkan Joana mengambil makanan untuk Edward barulah untuk dirinya. Semua tidak lepas dari perhatian Mommy Maya dan Daddy Nathan membuat mereka tersenyum bahagia karena melihat wajah Delon yang selalu tersenyum sejak kehadiran Joana.


Mereka pun makan bersama hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Mereka berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol mengenai persiapan lamaran Joana dengan Delon.


Hingga satu jam kemudian mereka masuk ke kamar masing-masing. Delon satu kamar dengan Joana karena Delon tidak bisa tidur sendiri.


"Sayang." Panggil Delon ketika mereka masuk ke dalam kamar Joana sambil melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya.


"Ya." Jawab Joana singkat sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Sayang, nanti kita kebablasan dan Aku takut tidak bisa menahannya." Ucap Joana sambil menahan agar tidak mengeluarkan suara merdunya.


"Kakak janji tidak akan masukkan kecuali jika kamu memaksanya." Ucap Delon sambil membuang dress milik Joana secara asal.


Entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun mereka saling berciuman hingga Joana mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


"Sekarang gantian kamu keluarin punya Kakak." Pinta Delon sambil memiringkan tubuhnya ke arah samping kemudian tidur terlentang.


Joana yang mengerti melakukan apa yang diminta oleh Delon hingga lima belas menit kemudian keluarlah lahar milik Delon sedangkan Joana berlari menuju ke arah kamar mandi.


"Lain kali aku tidak mau, rasanya ngga enak." Ucap Joana dengan wajah cemberut.


"Jangan dong, Kakak sudah ketagihan. Kakak janji deh lain kali tidak lakukan lagi." Ucap Delon.


"Kemarin juga bilang begitu tapi tetap saja sama." Jawab Joana.


"Janji besok ngga." Ucap Delon.


"Janji?" Tanya Joana.


"Iya janji." Jawab Delon.


"Sudah malam dan sekarang kita tidur, besok kita pergi ke mansion orang tuamu." Ucap Delon sambil memeluk Joana sambil menyelimuti tubuh polos mereka.


Joana membalas pelukan Delon dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas dengan memberikan kehangatan masing-masing.


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik orang tua Joana, sepasang kekasih yang belum menikah melakukan hubungan suami istri di mana gadis itu kesakitan karena baru pertama kali melakukannya.


"Kenapa kamu menangis kesakitan?" Tanya Ayahnya Joana dengan kesal karena dirinya terganggu dengan isakkan gadis itu.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Sakit." Ucap gadis tersebut sambil terisak ketika kepala tombak saktinya masuk ke dalam goa miliknya.


"Kamu Aku bayar jadi tahan sakitnya." Ucap Ayahnya Joana sambil berusaha memasukkan tombak saktinya.


Gadis tersebut menggigit bibirnya dan menggenggam sprei untuk mengurangi rasa sakit hingga di hentakkan ketiga Ayahnya Joana berhasil merenggut kehormatan yang selama ini di jaganya demi gaya hidup bersenang - senang.


"Akhhhhhhh... Sakit ...!" Teriak gadis tersebut ketika tombak saktinya berhasil masuk sepenuhnya ke dalam goa miliknya.

__ADS_1


"Berisik." Ucap Ayahnya Joana sambil membekap mulut gadis tersebut.


"Jika berteriak sekali lagi maka aku tidak segan - segan untuk mem bu nuh mu." Ucap Ayahnya Joana dengan mengeja kata membunuhmu.


Gadis tersebut menganggukkan kepalanya kemudian barulah Ayahnya Joana melepaskan tangannya yang tadi membekap mulutnya.


Tanpa memperdulikan ringisan gadis tersebut Ayahnya Joana menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim gadis tersebut.


"Punyamu sangat enak, dua jam lagi kita melakukan lagi dan tenang saja aku akan membayar mu dobel." Ucap Ayahnya Joana.


Selesai mengatakan hal itu Ayahnya Joana menggulingkan tubuhnya ke arah samping kemudian memejamkan matanya namun pikirannya melayang jauh.


'Aku jadi ingin merasakan tubuh Joana, tapi Joana pasti sudah melakukan dengan pria tua itu.' Ucap Ayahnya Joana dalam hati.


'Tidak apalah yang penting Aku bisa merasakannya jika sudah bosan maka Aku tinggal cari wanita lain dan kalau istriku tahu tinggal Aku ceraikan. Apa lagi Aku sudah mulai bosan dan ingin mengakhiri pernikahan kami.' Sambung Ayahnya Joana dalam hati.


Karena lelah dirinya tidur dengan pulas sedangkan gadis tersebut berusaha untuk tidak menangis karena dirinya ingin mendapatkan sesuatu yang instan dengan cara menjual mahkota yang selama ini dijaganya.


Dua jam kemudian gadis tersebut merasakan tubuhnya dinaiki karena sangat lelah dan mengantuk membuat gadis tersebut memejamkan matanya hingga dirinya merasakan tubuhnya ada yang memasukinya membuat gadis tersebut memaksanya membuka matanya.


"Masih sakit, nanti saja Tuan." Mohon gadis tersebut ketika kepala tombak sakti milik Ayahnya Joana masuk ke dalam goa miliknya.


"Kamu sudah Aku bayar jadi jangan protes." Ucap Ayahnya Joana sambil memejamkan matanya karena tombak saktinya menikmati jepitan goa milik gadis tersebut.


jleb


"Sstttttt..."


Ketika tombak saktinya masuk sepenuhnya bersamaan gadis itu meringis menahan rasa sakit pada bagian privasinya membuat gadis tersebut mencengkram seprai untuk mengurangi rasa sakit.


Ayahnya Joana menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar miliknya dan dimasukkan ke dalam milik gadis tersebut.


Setelah beberapa saat barulah tombak saktinya di tarik kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


"Kalau Aku hamil bagaimana?" tanya gadis tersebut sambil masih meringis.


"Aku tidak perduli, terserah apakah kamu menggugurkan nya atau merawatnya tapi yang pasti jangan meminta Aku untuk bertanggung jawab karena Aku tidak mau." Jawab Ayahnya Joana sambil memejamkan matanya menikmati apa yang tadi dilakukan.


"Kalau tidak mau bertanggung jawab kenapa dimasukkan di dalam?" tanya gadis tersebut sambil menahan amarahnya karena pria di sebelahnya selain bermain kasar tanpa melakukan pemanasan juga tidak bertanggung jawab.


"Karena kamu masih menjaga kehormatan mu maka Aku tidak pakai pengaman tapi jika sudah tidak menjaga kehormatan maka Aku akan memakai pengaman." Jawab Ayahnya Joana sambil masih memejamkan matanya.


Gadis itupun terdiam dalam hatinya sangat menyesali kenapa melakukan jalan pintas seperti ini hanya gara-gara iri dengan temannya yang bisa membeli apa yang diinginkan nya membuat gadis itu nekat melakukan hal ini.


Tapi semua sudah terjadi dan tidak bisa di ulang lagi, ibarat kata orang nasi sudah menjadi bubur. Dirinya hanya berharap tidak hamil dan bisa membeli barang-barang yang Dia inginkan. Karena lelah gadis itupun tidur dengan pulas begitu pula dengan Ayahnya Joana.


xxxxxxxxxx


Malam berganti pagi perlahan Delon membuka matanya dan melihat Joana tidur dengan pulasnya. Wajahnya sangat dekat dengan wajahnya terlebih mereka saling berpelukan dengan memberikan kehangatan masing-masing.


'Aku tidak sabar ingin segera menikah denganmu agar kita bisa seperti ini terlebih kita bisa melakukan hubungan suami istri.' Ucap Delon dalam hati.


Cup


Delon mencium singkat Joana sedangkan Joana tanpa sengaja tangannya menyentuh tombak saktinya kemudian memainkannya.


"Hehehehe... kodoknya lucu ketika dipencet." Ucap Joana sambil tertawa namun matanya masih terpejam dan memainkan tombak sakti milik Delon.


"Kodok?" tanya Delon mengulangi perkataannya sambil menahan tangan Joana.


"Kok di ambil? Aku ingin mainin kodoknya." Ucap Joana dengan nada protes.


'Si*l, aku jadi terang x sang gara-gara Joana." Ucap Delon dalam hati sambil melepaskan tangan Joana.


Joana yang merasakan tangannya dilepas memainkan kembali tombak sakti milik Delon yang dikira mainan kodok squishy membuat tombak saktinya seketika menegang.


Delon menahan tangan Joana dan di tarik ke atas kemudian berlanjut menaiki tubuh polos Joana karena mereka tidur tanpa menggunakan sehelai benangpun.


Delon memberikan pemanasan terlebih dahulu dengan mencium bibir Joana dan berlanjut memasukkan mulutnya ke dalam salam satu pucuk gunung kembar himalaya milik Joana.


"Sstttttt... Ahhhhhhh..."


Tanpa sadar Joana mengeluarkan suara merdunya bersamaan Joana membuka matanya.


"Sayang aku masukin ya?" Pinta Delon dengan suara berat.


"Katanya kalau kita sudah resmi menikah baru dimasukin?" Tanya Joana yang sebenarnya juga ingin merasakannya walau dirinya masih agak trauma.


"Kakak gesekan aja deh tanpa dimasukin." Ucap Delon.


Joana hanya menganggukkan kepalanya kemudian Delon melakukan apa yang dikatakannya membuat kepala Joana gelang kanan dan gelang ke kiri karena merasakan enak luar biasa.


"Kak Delon, masukin." Pinta Joana yang tidak bisa menahan rasa enaknya ketika Delon melakukan hal itu.


"Tidak, nanti kalau kita resmi menikah." Jawab Delon.

__ADS_1


"Tapi Aku tidak tahan ingin dimasukin." Jawab Joana.


"Kamu yakin?" Tanya Delon yang juga ingin merasakan tubuh Joana.


__ADS_2