Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 98


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, Jack dan John sedang mempersiapkan keberangkatan James. Tidak ada penolakan atau perdebatan apa pun sebelum ke rumah sakit karena ini merupakan kesepakatan yang harus dipatuhinya setelah ia harus menyerah dalam permainan gamesnya sendiri.


Meski banyak pertanyaan yang bermunculan dalam benak James, tapi diurungkan untuk bertanya karena ia tidak ingin melihat Jack dan John bersedih nantinya. Ia hanya mengikuti setiap intruksi yang diperintahkan Jack dan John padanya tentunya dengan bantuan Bibi Theresia dan salah satu Perawat Pria yang sudah di pesan Jason dari Rumah Sakit yang akan menangani James.


Setelah memakan waktu perjalanan kurang dari empat puluh menit, James, Bibi Theresia, Perawat Pria, Jack dan John sudah sampai di Rumah Sakit.


Sebelum mereka melanjutkan perjalanannya masuk kedalam rumah sakit dan menemui Dokter Ahli, James sudah terlebih dahulu mengunci kursi rodanya supaya Jack dan John tidak bisa mendorongnya. Lalu James membuka iPad miliknya.


" Jack, John, Papa tahu kalian anak pintar. Dan tentu kalian tahu kenapa Papa tidak pernah mau pergi ke rumah sakit mana pun?. Apalagi ini salah rumah sakit terbaik di Negara ini. Jadi tanpa Papa bermaksud melanggar kesepakatan kita, Papa minta supaya kita pulang lagi "Ketik James pada layar iPad yang berada diatas kedua pahanya.


Jack dan John tersenyum, "Papa tenang saja, jangan mengkhawatirkan apa pun karena kami sangat menyayangi Papa. Jadi kami akan melakukan apa pun untuk kesembuhan Papa. Papa percaya bukan pada ku dan Jack?, jangan mengecewakan kami Papa " Ketik John pada layar iPad yang sama milik James.


James terlihat berpikir, menatap wajah kedua kemekanakan yang sudah dianggap seperti putranya sendiri. Sehingga ia memberikan isyarat berupa anggukan kecil dari kepalanya sebagai tanda ia menyetujui apa yang diminta Jack dan John saat ini.


Dokter Ahli Saraf terbaik sudah bersiap menyambut kedatangan James dengan beberapa Perawat pria di depan Ruang Praktek Dr. Vero Sp.BS.


" Selamat siang Tuan James, perkenalkan saya Dokter Vero yang akan menangani Anda selama berobat di Rumah Sakit ini " Sapanya ramah.


Jika mendapatkan perlakuan seperti ini, ia merasa sedang menikmati fasilitas dari keluarga Gilbert, dimana pengaruh besar nama sang Daddy yang sedang bekerja.


Sementara itu, Ayu dan Jason sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Walau pun Mrs. Stella belum bisa menerima sepenuhnya keputusan Jason. Tapi setidaknya untuk satu bulan ini mereka bisa merasakan keutuhan menjadi sebuah keluarga yang lengkap. Dan semoga saja seiringnya berjalan waktu, Mrs. Stella bisa menerimanya dengan lapang.


Kini mereka sudah sampai dan berjalan di lorong rumah sakit guna mencari keberadaan mereka.


" Itu mereka " Ucap Ayu menunjuk kedua putranya dan Bibi Theresia yang sedang menunggu di luar ruangan Dokter.


" Ayo Baby " Jason kembali merangkul Ayu di depan umum seperti ini.


" Jas.... "


" Honey "Ralat Jason dengan memajukan bibirnya hendak mencium bibir Ayu karena Ayu memanggilnya dengan sebutan namanya.


" Ok Honey, tapi tidak merangkul seperti ini. Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian disini, Ok!" Ucap Ayu sembari melepas tangan Jason dari pinggangnya.


" Ok Baby, Ok.." Akhirnya Jason mengalah dan melepaskan tangannya dari sana.


Ayu dan Jason melambaikan tangannya kearah Jack dan John ketika kedua putranya itu memanggil mereka.


" Mommy...Daddy "Jack dan John berlari kearah mereka dan memeluknya erat.

__ADS_1


" Hai Boys "Sapa Jason sambil mengacak rambut kedua putranya dan kembali memeluknya erat.


" Bagaimana Papa? "Tanya Ayu.


" Sedang di dalam ruangan Dokter Vero Mom "Jawab Jack.


Bibi Theresia menghampiri Ayu dan membisikkan sesuatu, "Aku tidak bisa lama di sini karena sebentar lagi suami ku akan pulang "


Ayu hanya mengangguk mengiyakan setelah berterima kasih. Tapi sebelum itu Ayu memperkenalkan Jason pada Bibi Theresia dan sebaliknya.


Kemudian Bibi Theresia pergi dari sana menuju mobilnya yang terparkir.


" Daddy menepati janji kan untuk kembali pada kalian?! "Ucap Jason memangku kedua putranya sekaligus.


" Iya Dad, kami sangat senang Daddy sudah bersama kita lagi. Apa setelah ini Daddy akan pergi lagi? "Balas Jack dengan sekalian bertanya.


" Tidak Boys, sekarang kemana Daddy pergi, Daddy akan selalu membawa kalian! "Balas Jason yang sudah memikirkan semuanya, karena Jason tidak ingin lagi terpisah dengan mereka bertiga.


" Lalu pekerjaan Mommy dan sekolah kami, bagaimana Dad? "Tanya Jack.


" Tenang saja Daddy sudah memikirnya baik-baik "Jawab Jason santai.


Sampai suara Jack dan John menyadarkan keduanya.


" Papa " Keduanya menghampiri James.


" Tuan Jason bisa kita berbicara sebentar? "Tanya Dokter Vero.


" Baik Dokter silakan "Jawab Jason.


Jason mengikuti Dokter Vero untuk masuk keruangannya tapi sebelum itu Jason meminta pada Ayu, Jack, John dan James untuk berada di tempatnya sekarang sampai urusannya selesai bersama Dokter Vero.


" Seteleh saya melakukan pemeriksaan kemungkinan 80% Tuan James masih bisa disembuhkan " Ucap Dokter Vero setelah mereka duduk.


" Penyemangat terbesar dari kedua putra Anda yang sangat berpengaruh saat ini pada Tuan James. Jadi minta tolong untuk saat ini memastikan kedua putra Anda bisa menemani dalam serangkaian pemerisaan lagi "Lanjutnya lagi.


" Untuk ruangan sudah kami siapkan, jadi Tuan James bisa mulai rawat inap disini, untuk memudahkan kami jika sewaktu-waktu kami memerlukan melakukan pemeriksaan lanjutan "Ujar Dokter Vero.


Jason mendengarkan dengan seksama sesekali mengangguk paham atas apa yang sampaikan Dokter, "Ok, saya bisa pastikan Jack dan John bisa menemani James selama berobat. Dan Dokter Vero lakukanlah yang terbaik untuk kesembuhan James, karena Mommy sudah selalu menanyakan kondisi James".

__ADS_1


" Baik Tuan Jason, sementara hanya itu saja yang bisa sampaikan. Nanti kalau ada info terbaru lagi dari kesehatan Tuan James akan saya kabarkan langsung pada Anda. Sekarang kami akan membawa Tuan James ke kamar inap nya ".


" Baik, kami akan menemaninya ".


Setelah Jason dan Dokter Vero selesai berbicara. Kini James sudah dibawa ke kamar inap VVIP bersama dengan Ayu, James, Jack dan John, dengan bantuan alat medis yang sudah terpasang sempurna pada tubuh James.


Semenjak pertemuan tadi, James belum ada berkata apa pun begitu juga dengan Jason. Hanya celotehan Jack dan John yang meramaikan isi ruang kamar tersebut.


Jason sudah menyiapkan tempat tidur sendiri untuk kedua putranya selama menemani James di rumah sakit.


James menahan jas bagian lengan Jason dengan lemah ketika Jason akan mengambil beberapa keperluan lain untuk kedua putranya.


" Maafkan aku Jason, Maaf "Layar monitor besar yang diperlihatkan James pada Jason dengan tatapan mata penuh penyesalan dan ketulusan.


.


.


Mampir Yuk di Novel Author yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat).




Istri kedua ( On going ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 🙏😊.

__ADS_1


__ADS_2