
Sampai di kantor, James tidak lantas langsung mengerjakan pekerjaan yang sudah terlihat menumpuk di atas meja kerja. James selalu menyempatkan diri hanya untuk sekedar menatap miniatur rumah sakit yang sedang dibangunnya untuk Soraya. Jika nanti pun pada akhirnya mereka tidak hidup bersama namun rumah sakit itu tetap akan berdiri sebagai bentuk cinta nya pada Soraya.
" Aku akan tetap menunggu mu kembali." Batin James menatap lekat pada bangunan mini tersebut.
Mulai sibuk dengan aktifitas pekerjaan yang tidak berkesudahan membuat James memang harus memiliki teman untuk pergi nonton, makan, nongkrong atau hanya sekedar mengobrol. Dan saat ini yang menjadi temannya itu seorang wanita yang bernama Paula.
Pulang kantor James sudah membuat janji dengan Paula untuk makan malam di sebuah restauran yang tidak jauh dari rumah Paula dan tempat kerja James.
" Halo James, maaf aku telat. Kamu sudah dari tadi?." Ucap Paula menarik kursi dan langsung mendudukinya.
" Hai Paula. Enggak ko aku juga baru sampai. Ini baru mau pesan." Tunjuk James pada daftar menu yang sudah dibolak-balik nya.
__ADS_1
Mereka pun memesan makanan sesuai dengan kesukaan masing-masing. Menunggu pesanan datang, James dan Paula terlihat obrolan-obrolan ringan yang mereka lewati saja kerjakan hari ini. Terkadang sesekali mereka tertawa lepas tanpa beban dan bila melihat mereka sedekat dan se-asyik ini kalau sedang ngobrol mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih. Namun nyatakan bukan, sebab baik James atau pun Paula belum memberikan ada nya sinyal-sinyal ke arah sana.
" Udah stop James!. Sekarang kita makan dulu. Nanti lanjut lagi melucu nya." Paula mulai menyicipi menu baru yang sudah dipilih James untuk mereka berdua.
" Ini enak ternyata James. Kamu pintar sekali memilih menu baru nya." Puji Paula seraya mengacungkan jempolnya.
" Oh ya " James pun ikut mencicipi nya dan ternyata rasanya memang benar-benar enak.
James dan Paula tidak langsung pulang usai makan malam, mereka habiskan untuk nongkrong di sebuah Cafe yang masih berada di sekitaran sana.
" Jadi, tadi Mommy dan Daddy sudah memastikan lagi tanggal nya." Balasnya cepat.
__ADS_1
James melihat raut kesedihan pada wajah manis Paula yang tidak bisa disembunyikan.
" Lalu kenapa kamu seperti tidak bahagia?. Bukannya kalian sudah sangat saling mengenal satu sama lain?." James mencari tahu sisi Paula yang tidak diketahuinya. Karena selama ini mereka tidak pernah terlibat obrolan sampai dalam.
Paula menggeleng tidak tahu. Tidak tahu apa yang membuatnya tidak bahagia?. Tidak tahu dengan hati dan perasaannya sendiri?. Tidak tahu dengan keputusan nya akan menerima atau menolak perjodohan ini?. Tidak tahu jika dirinya sudah merasa nyaman berbicara dengan James?, berbagi cerita sederhana dengan status pertemanan mereka selama ini.
" Mungkin karena aku dalam tahap menyukai pria lain?." Paula mengangkat wajah dan menatap intens pada James yang menatap nya juga.
James terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Paula. Bagaimana bisa James berpikir jika dirinya lah yang sedang disukai oleh Paula saat ini?." Walau tidak bisa dipungkiri Paula memiliki sifat dan kepribadian yang kurang lebih nya hampir sama dengan Soraya. Tapi James tidak berani melangkah lebih jauh lagi. Sebelum pada akhirnya ia dan Soraya tidak bisa bersama-sama.
" Kenapa kamu diam James?." Paula memegang lembut tangan James.
__ADS_1
Perlahan tatapan James beralih pada tangan Paula yang berada di atas tangan nya.
" Mungkin itu hanya perasaan biasa atau sesaat saja?. Jangan terlalu terburu-buru kamu mengartikan perasaan mu sendiri. Tadi nya aku ingin meminta mu untuk mempertimbangkan perjodohan mu. Tapi sekarang aku tidak perlu lagi sebab aku percaya apa yang dipilihkan kedua orang tua mu pasti yang terbaik untuk dirimu, Paula." Kata-kata itu begitu saja terucap dari mulut James. Seolah ia keberatan atau tidak setuju dengan perjodohan Paula. Yang artinya itu bisa diartikan jika James memiliki perasaan lebih dari sekedar teman terhadap Paula.