
Dan benar saja sampai pagi menjelang Ayu masih tidur dalam pelukan Jason. Bahkan kini wajah polos Ayu sudah berada di bawah ketiak Jason. Bahkan sampai sudah pukul sembilan pagi Ayu dan Jason belum ada yang bangun.
Karena hari ini hari Sabtu, Vida dan Vina pun bangun agak sedikit siang. Namun mereka berdua bingung tidak mendengar ketukan pintu dan teriakan sang Mommy.
" Jangan-jangan Mommy sakit lagi?." Vina menyelesaikan terlebih dahulu menyisir rambutnya yang basah.
" Iya ayo cepat kita lihat ke kamar Mommy!. " Vida langsung saja menarik lengan Vina yang cemas tapi masih asyik bersolek.
Vida dan Vida silih berganti mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya sambil meneriakkan nama Ayu dan Jason dengan panggilan Mommy...Daddy dan satu lagi tambahan calon adik kami.
Merasa tidurnya terusik Ayu membuka kedua matanya perlahan. Ia mendongak menatap pada wajah tampan suaminya yang masih pulas lalu kembali pada bulu halus nan lebat yang tumbuh memenuhi ketiak Jason.
" Hemmm...wanginya. " Beberapa kali mencium aroma yang keluar dari sana. Hingga Ayu meletakkan kepalanya pada dada bidang Jaoan.
Kesadarannya kembali pulih kala pintu nya kembali di ketuk dengan lebih kencang oleh Vina dan Vida yang membuatnya mau tidak mau harus bangun membuka pintu.
" Selamat pagi Mommy, calon adik kami." Sapa Vida terlebih dahulu saat sudah berhadapan dengan Ayu. Mereka langsung bergantian mencium perut Ayu dari balik piyama.
__ADS_1
" Mommy sakit?. Kenapa belum bangun?." Tanya Vina begitu cemas melihat Mommy nya yang terlihat masih ngantuk.
Ayu mengajak Vida dan Vina untuk masuk, dan ikut bergabung atas tempat tidur yang berukuran besar tersebut.
" Selamat pagi Dad "
Vina dan Vida mengecup kedua pipi Jason bersamaan.
" Selamat pagi sayang " Dengan wajah bantal nya Jason mengusap pucuk kepala Vida dan Vina.
Ayu meninggalkan mereka untuk sekedar membersihkan diri saja tanpa ingin berlama-lama di kamar mandi.
" Iya sayang air nya dingin." Balas Ayu berasalan. Namun sebenarnya hanya malas saja.
" Kan bisa pakai air hangat Mommy?." Kedua putrinya sudah mulai kritis dengan banyak hal. Sampai kadang kalau Ayu dan Jason memberikan alasan yang kurang logis, mereka akan terus mencecarnya dengan banyak pertanyaan.
Jason duduk dan bersandar pada kepala tempat tidur dengan melihat interaksi Ayu dan kedua putrinya yang semakin besar.
__ADS_1
" Hari ini Mommy sama Daddy mau ke Dokter lihat calon adik kalian. Kalian mau ikut enggak?."
" Ikut Dad!, ikut Mom!. " Balas keduanya bersamaan begitu semangat sembari loncat-loncat kecil di depan Ayu.
" Iya sayang. Mommy nya siap-siap dulu ya. Kalian tunggu di luar saja bersama Nini, Ibu Yuni dan Ibu Risma." Pinta Ayu.
" Baik Mom, tapi jangan lama-lama ya. Kami sudah tidak sabar ingin bertemu dengan calon adik kami. Pasti sangat lucu, cantik seperti aku." Ucap Vina dengan gaya centil.
Jason turun dari tempat tidur, menghampiri Ayu yang sedang merias tipis wajah ayu nya.
Jason memeluk Ayu dari belakang dengan dagu yang diletakkan di atas bahu Ayu.
" Apa aku masih bau?." Goda Jason mengecup leher Ayu.
Ayu hanya menggeleng lemah dengan wajah yang sudah merona.
" Berarti aku sudah boleh dekat dan menjenguk anak kita?." Lanjut Jason kini mengecup leher Ayu.
__ADS_1
Ayu hanya mengangguk mengiyakan dengan menutup wajah dengan kedua tangannya. Perlahan Jason menarik kedua tangan Ayu dan menikmati wajah Ayu yang bersemu merah karena malu.
" Aku sangat mencintai mu, Mommy dari semua anak-anak ku." Bisik Jason sambil mengecup cuping Ayu sehingga Ayu kegelian.