Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 72


__ADS_3

" Mom, Dad, ada yang mau Ayu tanyakan pada Pak Anton, Ayu keluar sebentar ya?"Ucap Ayu langsung pergi keluar tanpa menunggu Mommy Irena dan Daddy Leo memberi jawaban.


Untung saja Pak Anton tidak ada diluar jadi Ayu bisa langsung melihat kondisi Jason seorang diri.Ada banyak hal yang ingin Ayu sampaikan pada Jason.


Ayu melihat dari jauh ada empat orang yang berpakaian Dokter berada disekeliling tubuh Jason. Terlihat mereka sedang terlibat obrolan yang sangat serius dan ada Dokter yang memeriksa alat yang terpasang ditubuh Jason.


" Dokter " Ayu memberanikan diri memanggil salah satu dari keempat dokter tersebut saat keluar dari ruangan.


" Iya ada yang bisa dibantu? " Tanya Dokter.


Ayu sekilas menatap Jason, "Bagaimana kondisi suami saya, Tuan Jason? ".


" Kondisinya masih belum stabil, kami masih menunggu stock darah untuk memenuhi kekurangannya ".


" Berapa CC yang masih dibutuhkannya?".


" Mungkin 2000-3000 CC lagi. Karena tadi sudah ada yang masuk beberepa CC"Jawab Dokter.


" Apa dibutuhkan segera darah untuk suami saya Dok? ".


" Kalau pun bisa menunggu paling hanya satu sampai dua hari kedepan saja. Paling tidak dari 3000 CC darah yang diperlukan minimal ada 700-1000 CC yang masuk dalam tubuh suami Anda ".


" Apa saya bisa masuk Dokter, melihat langsung suami saya, kebetulan saya sedang hamil. Siapa tahu mungkin kami bisa memberinya semangat "Ucap Ayu sambil mengelus perutnya.


" Apa Nyonya Tahu, jika wanita hamil dilarang untuk menjenguk orang sakit? "Tanya Dokter sambil memperlihatkan senyum yang menghiasi wajah tampannya.


Ayu mengangguk lemah, "Tapi yang terbaring disini suami saya, Daddy dari Baby Twins, bahkan kami bisa melakukan perjalanan dari Jakarta kesini demi melihat kondisi suami saya. Tolonglah kami Dokter?! ".


" Untuk Nyonya pengecualian, saya akan manggil perawat untuk membantu Anda memakai pakaian khusus. Dan nanti saya sarankan untuk tetap mengecek keadaan Anda dan Baby Twins. Semoga Suami dan Daddy Twins bisa cepat stabil kondisinya ".


" Terima Kasih banyak Dokter ".


" Sama-sama Nyonya, jaga kesehatan dan kehamilan Anda " Ucap Dokter nya sembari memanggil perawat yang melintas dihadapan mereka. Dan memintanya supaya membantu Ayu untuk menemui suaminya di ruangan ICU.


Perawat hanya memberikan waktu tiga puluh menit pada Ayu untuk berada diruang ICU.


Ayu sudah mengenakan gaun terusan warna hijau polos sebelum masuk keruangan Jason.


Ruangan yang menurut Ayu agak sedikit mengerikan, karena banyak peralatan medis yang tidak diketahui fungsinya, namun banyak membantu pasien disaat seperti ini, termasuk untuk suami tercinta.


Ayu berjalan kearah brankar dimana tubuh suaminya terbaring disana dengan beberapa selang yang memenuhi tubuhnya. Yang Ayu tahu selang-selang itu untuk menunjang kehidupan suaminya.


" Honey Daddy " Ayu menyapa suami sekaligus Daddy dari Baby Twins.


" Bukan hanya ada kami saja disini, melainkan Mommy Irena dan Daddy Leo".


" Andai saja kemarin itu aku agak memaksa untuk ikut dengan mu kesini, mungkin ini tidak akan terjadi pada mu ".

__ADS_1


Ayu menyentuh tangan Jason yang sangat dirindukannya, tangan yang selalu memberinya kehangatan. Tapi kini tangan itu tidak berdaya, tidak bisa melakukan apa pun untuknya.


" Honey, kamu harus kuat ya buat aku dan Baby Twins. Kami juga akan lebih kuat untuk mu Honey ".


Ayu mengecup kening Jason beberapa detik, sampai akhirnya suara perawat yang mengingatkannya kalau waktu untuk berkunjung sudah habis.


" We Love You Honey Daddy " Ucap Ayu sebelum meninggalkan Jason seorang diri disana.


Ayu berjalan menyusuri koridor rumah sakit, sembari mengusap perutnya yang terasa perih karena lapar. Ayu hendak berjalan membeli sesuatu yang bisa dimakannya sebagai ganjal perut, tapi Ia melihat Pak Anton yang baru masuk dengan ponsel yang sudah ditelinganya. Ayu mendengar sekilas Pak Anton menyebut nama Lyra dan Erwin sebelum Pak Anton memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


" Pak Anton " Panggil Ayu.


Pak Anton menghentikan langkahnya karena ia tahu pemilik suara yang memanggilnya.


" Bisa Pak Anton menemani saya makan?, saya lapar sekali. Sekalian ada yang mau saya tanyakan" Ucap Ayu.


" Baik Nyonya silakan, tapi saya kabari Tuan Leo terlebih dahulu ".


Ayu hanya mengangguk pelan.


Kini Ayu sudah memesan banyak makanan untuk dirinya. Karena Pak Anton sudah makan sebelum balik ke rumah sakit lagi setelah mengambil ponselnya didalam kamar Hotel.


" Saya sambil makan ya Pak Anton " Ucap Ayu memasukkan suapan pertamanya.


Ayu menatap Pak Anton sebelum Ayu mengeluarkan pertanyaannya.


" Iya Nyonya, saat kejadian saya menemukan Nona Lyra berada didalam kamar Tuan Jason ".


Raut wajah Ayu seketika memerah karena marah pada Lyra, tapi untung saja tidak mengubah mood makannya. Jadi Ayu tetap lahap menghabiskan makanannya.


" Apa Pak Anton tahu sebelum kejadian itu, kalau Jason bertemu dengan Nona Lyra? ".


Pak Anton mengangguk, "Kata Nona Lyra sendiri, ia lagi ada kerjaan disini ".


" Apa itu bukan alasannya saja untuk bisa mendekati Jason lagi? "Tanya Ayu dengan berapi-api. Ayu tidak bisa menyembunyiakan rasa cemburunya.


" Mungkin saja Nyonya " Jawab Pak Anton.


" Lalu Erwin? ".


" Dan untuk Tuan Erwin sendiri, ia datang terlebih dahulu kekamar Tuan Jason beberapa menit sebelum Nona Lyra. Tapi Tuan Leo tidak ingin terlalu fokus pada mereka, sekarang Tuan Leo sedang mencari kekuarangan darah untuk Tuan Jason " Pak Anton menjelaskan.


Ayu hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali sembari tetap menikmati makanannya yang sudah habis dua porsi.


Sedangkan diruang VVIP, Daddy Leo dan Mommy Irena masih menunggu kabar dari beberapa rumah sakit yang dihubunginya secara pribadi.


" Bagaimana Dad, apa ada lagi rumah sakit yang memiliki persediaannya? ".

__ADS_1


Daddy Leo menggelengakan kepalanya pelan"Belum ada lagi persediaannya Mom ".


" Mommy tidak akan membiarkan rumah tangga Ayu dan Jason hancur karena James ".


" Apa Daddy percaya jika James benar mencintai Ayu?, tapi dari kapan ?, masa Mommy tidak mengetahuinya ".


" Siapa saja bisa berubah dalam hitungan detik Mom, kita tidak tahu persis rumah tangga James dan Celia. Itu semua bisa terjadi pada siapa saja? ".


" Tapi kenapa harus terjadi keluarga kita Dad?, Mommy nggak bisa harus melewati ini semua ".


Daddy Leo membawa tubuh Mommy Irena dalam pelukannya, mencium pucuk kepalanya.


" Mommy coba akan bicara dengan James siapa tahu James berubah pikiran ".


Sebenarnya Daddy Leo ingin melarang Mommy Irena untuk tidak menemui James. Tapi kalau dipikir, tidak ada salahnya, Mommy Irena bicara dari hati ke hati.


" Tapi kalau James menolak,jangan lakukan apa pun. Mommy harus janji!. Kita tidak bisa memilih salah satu dari antara mereka. Kita akan menemukan jalan sendiri ".


" Iya Dad, Mommy Janji ".


Mommy Irena dan Daddy Leo keluar dari ruangan, mereka hendak mencari keberadaan James.


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.

__ADS_1


__ADS_2