Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 29


__ADS_3

Ayu sudah bangun lebih awal, karena memang sangat susah untuk memejamkan matanya disaat sekarang ini. dimana Ayu dihadapkan pada kebohongan pertama yang akan dibuatnya. dan itu pun penuh dengan resiko.


Namun Ayu sudah memantapkan hatinya untuk menyelesaikan masalah yang dibuatnya bersama Jason.


Ayu sudah rapi dengan penampilannya. memasukkan ponsel dalam tasnya dan langsung keluar kamar menuju kamar Bibi Yuni sudah membawa tas selempang kesayangannya.


Tok


" Bibi Yuni... "Panggil Ayu dari luar sambil mengetuk pintu kamarnya.


Cklek


Bibi Yuni membuka kunci dan menarik handlenya kedalam. Bibi Yuni mengucek matanya dan menoleh ke arah jam dinding yang menggantung dikamarnya, terlihat masih pukul 04.45. dan kembali fokus melihat Ayu yang sudah rapi seperti sudah siap mau pergi.


" Memang ada kantor yang buka jam segini Yu?"Bibi Yuni pun mengerutkan dahinya merasa heran.


Ayu pun demikian mengerutkan dahinya dengan pertanyaan Bibi Yuni.


" Kantor apa maksudnya Bi?"Tanya Ayu balik.


" Iya, kamu mau melamar pekerjaan bukan? yang pernah kita bahas sebelumnya".


Ayu menggeleng dengan cepat karena bukan itu alasannya sudah rapi sepagi ini.


" Bukan Bibi, Jadi gini. Ayu mau pulang kampung lagi Bi...".


Ayu menjeda ucapannya, karena merasa takut jika kebohongannya akan dengan cepat disadari Bibi Yuni.


" Pulang kampung? "Tanya Bibi Yuni mengulang ucapan Ayu.


" Emm, Iya Bi. kan Abah sudah pulang. Ayu mau ikut jaga Abah empat hari saja Bi. kan kata Bibi, Ayu kerja disini tidak terikat waktu. jadi Ayu pikir, mungkin Ayu akan gunakan waktunya sekarang ini untuk membantu Umi"Ayu begitu lancar mengeluarkan alasan bohongnya, seperti yang sudah di bantu sebagian idenya dari Jason. Ayu hanya tinggal menambahkan beberapa kata saja supaya lebih meyakinkan lagi. padahal ini baru pertama dilakukannya.


" Owh gitu Yu. ya sudah nggak apa-apa. nanti Bibi akan bilang pada Tuan dan Nyonya. dan sekarang Ayu jam segini mau naik apa?".


" Itu Bi, Pak Anton mau mengantarkan Ayu sampai terminal, walau Ayu tidak enak hati menerimanya".


" Baik lah, hati-hati saja, kabari Bibi ya kalau sudah sampai di rumah. salam untuk Abah dan Umi".


" Iya Bi Nanti Ayu sampaikan".


" Ya udah Bi, Ayu pamit ya. Pak Anton sudah menunggu Ayu".


" Tunggu Yu"Bibi Yuni menahan tangan Ayu yang akan pergi dari hadapannya.

__ADS_1


" Ada apa Bi? "Tanya Ayu, melihat Bibi Yuni mendekati salah satu tas yang menggantung di samping kaca dan mengambil sesuatu dari dalam sana.


Bibi Yuni kembali mendekati Ayu.


" Ini buat Abah Yu"Bibi Yuni meletakkan amplop coklat lagi ditelapak tangan Ayu.


" Tidak Bi, Uang Ayu masih utuh dua gaji yang kemarin. ini Bibi simpan saja, ditabungkan. bukannya Ayu menolak kebaikannya,tapi Ayu juga masih ada Bi. jadi maaf jika aku menolaknya Bi".


Bibi Yuni tidak ingin memaksa mungkin bisa lain waktu diberikannya lagi.


" Ya udah iya, Ayu hati-hati".


Ayu pun menyalami Bibi Yuni dan pergi dari hadapannya. berjalan menuju pintu gerbang yang sudah ada Pak Anton menunggunya disana.


Pak Anton melihat penampilan Ayu yang hanya memakai koas oblong warna pink yang dimasukkan kedalam rok span-nya yang berwarna hitam yang sudah 'belel' pula dan memakai sepatu kets hitam polos, mungkin bekas sekolah nya dulu. tapi tetap terlihat aura kecantikannya. apalagi jika dipakaikan pakaian mahal dan bermerk pasti orang tidak akan ada yang menyangka jika Ayu hanya gadis biasa.


" Tuan Jason tahu saja yang bening alami yang masih orisinal "Gumamnya dalam hati sambil membukakan pintu mobil belakang untuk Ayu.


" Terima kasih banyak Pak Anton, padahal Ayu bisa sendiri Pak ".


" Iya tidak apa-apa Yu".


Pak Anton mulai melajukan mobilnya meninggal kan rumah kediaman Gilbert, dengan kecepatan tinggi karena jalanan masih sangat sepi.


Tidak terasa mobil yang membawa Ayu sudah sampai di depan gedung perkantoran.


" Ayu tunggu disini ya ".


" Iya Pak Anton ".


Pak Anton mematikan mesinnya dan keluar dari dalam mobil.


Tidak berselang lama Jason datang dengan pakaian casualnya yang di lapisi dengan jaket tebal menghampiri Pak Anton


" Tuan Jason "Pak Anton menyerahkan kunci mobil yang berbeda, yang sudah diparkirnya sebelum menjemput Ayu.


" Aku serahkan semuanya pada Pak Anton untuk urusan di rumah dan Agas untuk urusan di kantor".


" Baik Tuan".


Jason masuk kedalam mobil dan sudah duduk didepan kemudinya.


Pak Anton membukakan pintu Ayu dan memintanya untuk keluar karena akan pindah mobil. dan Ayu pun hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


Kemudian Pak Anton membuka pintu mobil bagian depan, dan terlihat lah penampakan Ayu yang membuat Jason menelan saliva dengan kasar diikuti dengan jakun yang naik turun.


" Masuk Ay "Ucap Jason lembut.


Ayu hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah tampan Jason yang semakin tampan dengan tampilan yang sekarang ini.


Ayu masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Jason. Dan Pak Anton menutup kembali pintu mobilnya. Kemudian Jason menyalakan mesin dan mulai mengendarai mobilnya meninggalkan halaman gedung perkantoran dan Pak Anton yang berdiri melihat kepergian Tuan nya dan Ayu.


Kini mobil yang dikendarai Jason sudah bergabung dengan pengguna jalan yang lainnya.


" Ay.... "Jason melirik kearah Ayu. dan satu tangannya terulur melepaskan tali ikat rambutnya.


" Kamu memang cantik dengan rambut yang diikat pun tapi aku lebih senang kamu membiarkannya terurai seperti ini".


Ayu hanya menoleh kearah Jason saja tanpa bersuara.


Karena memang jalanan yang sepi dan jaraknya yang tidak terlalu jauh, maka perjalanannya bisa ditempuh dengan waktu kurang dari dua puluh menit.


Kini mobil yang membawa mereka sudah terparkir di area basement VVIP Apartemen. Jason keluar terlebih dahulu dan dengan langkah cepat sudah berada di depan pintu, kemudian membukakannya untuk Ayu.


" Terima kasih Tuan "Ucap Ayu dengan malu-malu.


" Sama-sama Ay"Jawab Jason mengusap pipi Ayu yang memarah karena malu diperlakukan se-istimewa ini padahal Ayu hanya seorang pelayan di rumahnya.


Jason pun mengunci mobilnya. dan berjalan beriringan dengan Ayu.


Setelah beberapa menit, Jason dan Ayu sudah sampai didepan unit Apartemen nya.


Jason terlihat menekan angka dengan asal sehingga terbukalah pintunya.


" Ayo masuk Ay "Jason mendorong pelan pintunya. namun Ayu masih mematung berdiri disana.


Jason menoleh kebelakang, dimana Ayu masih berdiri mematung di tempatnya.


" Ayo masuk Ay"Ajak Jason lagi sambil meraih salah tangan Ayu dan berusaha menuntunnya masuk kedalam.


" Maaf Tuan, saya sudah tidak membutuhkan uang itu lagi. jadi maafkan saya Tuan, saya tidak bisa tidur bersama anda".



Ini Tuan Jason Gilbert verai saya.


Bagi yang tidak suka, sok dipersilakan berimajimasi sendiri.

__ADS_1


Terima kasih 🙏😊


__ADS_2