
Seketika Jason mematikan ponsel dan menghapus riwayat panggilannya, saat Oma Grace keluar dari kamar mandi, karena tidak ingin diketahui oleh Oma Grace, Mommy Irena dan Daddy Leo.
" Lalu dimana Ayu dan Baby Twins?,Kenapa Umi bisa berpikir Ayu ada bersama ku?, Apa yang sebenarnya terjadi?, Kenapa Daddy dan Mommy tidak memberitahukan ku? " Banyak sekali pertanyaan yang muncul dibenaknya. Yang mampu dijawab oleh Mommy Irena maupun Daddy Leo.
" Sudah kesini Dokter Soraya nya? " Tanya Oma Grace sembari duduk lagi disamping Jason.
" I-iya sudah Oma, katanya tidak apa-apa. Nanti juga hilang setelah rutin minum obat " Jawab Jason asal.
" Daddy dan Mommy mana?, mereka tidak ikut? " Tanya Jason mungunggu kadatangan mereka berdua. Jason sudah tidak sabar ingin menanyakan semuanya.
" Tadi mampir ke ruangan Dokter Soraya " Oma Grace menatap Jason intens.
" Dokter Soraya cantik ya Jas, baik, ramah, dari keluarga Dokter pula. Pasti sangat beruntung pria yang mendapatkan Dokter Soraya? " Oma Grace berbicara memuji kelebihan yang dimiliki Dokter Soraya masih dengan menatapa Jason. Tapi sayang Jason tidak tertarik, karena pikiran dan fokusnya hanya Ayu dan Baby Twins.
" Jason dengar tidak Oma bicara apa? " Oma Grace kesal melihat sikap acuh Jason.
" Maaf Oma kepala ku pusing " Jason memejamkan matanya, namun masih dengan banyak pikiran.
Tidak berselang lama, Mommy Irena dan Daddy Leo masuk keruangan Jason. Mereka melihat Oma Grace sedang memijat kepala Jason.
" Apa Jason mengeluh sakit Oma? " Mommy Irena begitu khawatir terhadap kondisi putranya.
" Tadi hanya mengeluh sakit dikepala, tapi tadi sudah menghubungi Dokter Soraya " Ucap Oma Grace memberitahunya.
Daddy Leo dan Mommy Irena saling pandang, dari tadi mereka berada bersama Dokter Soraya, tapi tidak ada siapa pun yang menghubungi Dokter Soraya.
" Siapa yang dihubungi Jason? "Tanya Mommy Irena hanya menggerakkan bibirnya saja tanpa bersuara.
Daddy Leo hanya mengangkat kedua bahunya, karena tidak bisa menebaknya.
" Mom " Panggil Jason beberapa saat setelah Daddy Leo keluar untuk mengantarkan Oma Grace pulang.
" Apa sayang, apa ada yang sakit? " Mommy Irena memagang tangan, tubuh, bahu dan kepala Jason.
Jason menggeleng lemah sambil memegang kedua tangan Mommy Irena, " Bantu aku Mom!, aku ingin sembuh. Tapi Mommy harus jujur padaku, mengatakan semua yang sudah terjadi padaku, Ayu dan Baby Twins ".
Mommy Irena selalu saja mengeluarkan air matanya ketika Ayu dan Baby Twins tidak lepas dari hati, pikiran dan bibir putranya. Sebenarnya ia pun sama, tapi ia berusaha untuk melupakannya.
" Kalau Mommy ceritakan, janji kamu tidak akan melakukan hal bodoh yang bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan mu ".
" Aku janji Mom, Mommy bisa pegang kata-kataku " Jason meyakinkan Mommy nya supaya mau bercerita.
" Baiklah Mommy akan ceritakan semuanya, Mommy percaya sama kamu sayang, kamu harus sembuh ya ".
Jason mengangguk semangat dan terlihat antusias akan mendengarkan.
__ADS_1
Sampai pada pertengahan cerita Mommy Irena, Jason mengepalkan kedua tangan, dengan mengeraskan rahang dengan wajah yang sudah merah padam.
Mommy Irena menghentikan ceritanya kala melihat putranya yang dikuasi emosi dan amarah tapi masih dalam posisi yang menatap Mommy Irena.
" Kamu sudah janji pada Mommy " Mommy Irena mengingatkan Jason kembali kesepakatan awalnya.
Jason mengangguk lemah, dengan buliran bening sudah jatuh pada kedua pipinya.
Mommy Irena sungguh tidak tega, tapi cepat atau lambat Jason akan mengetahui kebenaran ini.
" Apa kamu masih mau mendengar kelanjutannya?" Mommy Irena memastikan.
" Iya Mom, ceritakan! "Jason sudah siap untuk mendengar hal buruk apa pun yang akan menimpanya.
Mommy Irena pun melanjutkan ceritanya sampai akhir. Sudah tidak ada yang ditutupinya laginya.
" Maaf kan Mommy dan Daddy " Ucap Mommy Irena diakhir ceritanya.
Hancur, sudah pasti Jason meraskan hancur pada kehidupannya. Dimana Jason harus kehilangan mereka yang paling dicinta dan disayangnya tiga orang sekaligus demi kesembuhan dirinya.
Marah, Iya pasti sangat marah. Kenapa James memanfaatkan kelemahannya untuk membawa Ayu dan Baby Twins.
Dan dokumen perpisahan yang sudah ditandatangi Ayu sendiri, membuktikan Cinta Ayu untuk dirinya hanya sebesar itu, tidak sebesar Cinta yang dimilikinya untuk Ayu.
" Apa iya sekarang dirinya sudah benar-benar berpisah dengan mereka? ", kenapa Ayu tidak bisa setia menunggunya?, kenapa Ayu tidak berjuang melawan James? Kenapa?, Jason sudah berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dari godaan Lyra dengan cara menyakiti dirinya sendiri, tapi ujung-ujungnya diantara dirinya dan Ayu tidak ada yang bisa bertahan " Tanyanya dalam hati.
Mommy Irena langsung memeluk putra kesayangannya yang sedang berjuang untuk sembuh dan bangkit melewati cobaan terberat dalam hidupnya.
Daddy Leo melihat pamandangan yang mengharu biru didepannya. Apa yang disimpannya, kini sudah berhasil Mommy Irena sampaikan dengan baik pada Jason. Ada sedikit perasaan lega yang dirasakannya, tapi masih banyak yang harus dilakukannya.
" Dad " Panggil Jason ketika tatapan mata keduanya beradu, Jason melihat Daddy Leo yang sudah berdiri didalam rungan bersama mereka.
" Daddy percaya kamu bisa bangkit! " Daddy Leo memeluk kedua orang yang menjadi sumber kekuatannya sekarang. Karena James sudah memilih jalannya sendiri.
.
.
.
Sudah pukul satu dini hari saat James sudah masuk kedalam kamar Ayu. Ia melihat Ayu yang sudah tidur pulas dengan posisi tubuh miring kekanan.
Kenapa Ayu tidak mengunci kamar tidurnya?, ya tentu atas permintaan sekaligus perintah James. Ayu melakukan itu untuk keselamatan Baby Twins.
" Aku benar-benar mencintai kalian, Aku akan terus membuktikanya pada kalian " Ucap James berjongkok dihadapan Ayu.
__ADS_1
" Meski dengan cara yang salah mendapatkan mu, tapi aku tidak menyesalinya " James meninggalkan kamar tidur Ayu.
Ayu membuka kedua matanya ketika Ayu mendengar James sudah keluar sambil menutup pintu kamarnya.
" Kamu memang yang sudah menyelamatkan Daddy Baby Twins, tapi kamu juga yang sudah memisahkan kami Kak " Sudah tidak ada air mata lagi yang bisa dikeluarkannya. Sekarang Ayu hanya hidup untuk Baby Twins.
Pagi-pagi sekali Ayu sudah bangun dan seperti biasa menyiapkan sarapan untuk dirinya dan James.
" Hari ini akan datang semua perlengkapan untuk Baby Twins. Aku memesannya warna yang netral saja, biar mereka berdua bisa memakainya ".
" Iya Kak ".
" Besok saat aku libur kerja, kita akan menghubungi Abah dan Umi? " Ucap James sambil memasukkan roti kedalam mulutnya.
" Kita akan meminta restu pada Abah dan Umi untuk pernikahan kita, karena bagaimana pun mereka masih ada,Abah yang akan menjadi walimu ".
James menyodorkan dokumen kehadapan Ayu.
Ayu diam untuk beberapa saat, dengan tangan dan tubuhnya yang sudah bergetar, saat ia melihat tanda tangan Jason sudah bersanding di sebalah tanda tangannya.
" Kami sudah benar-benar berpisah " Ucapnya dalam hati sambil membaca keseluruhan isi dokumennya.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 😊🙏.