Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 23


__ADS_3

" Jason lama sekali dibawah. aku harus segera menyusul nya"Gumam Lyra lirih, sambil mengambil semua pakaian yang berserakan di lantai.


Setelah terpasang dengan sempurna membalut tubuh sexy nya dan merapikan riasan pada wajah serta rambut nya. Lyra keluar dari dalam kamar dan turun menyusul Jason ke ruang makan.


Sesampai nya di bawah, Lyra tidak menemukan siapa pun di meja makan. yang ada hanya beberapa makanan yang sepertinya belum disentuh sama sekali.


" Lalu kemana Jason?".Tanyanya pada diri sendiri sambil berjalan ke arah dapur. Namun tidak menemukan siapa pun. Akhirnya Lyra kembali ke meja makan.


" Makan saja dulu, perut ku juga sudah lapar"Gumamnya sambil duduk dan mengambil nasi dan daging meletakkannya dalam piring yang sudah dibalik sebelumnya.


.


.


Sedang kan Irena dan Oma Grace sudah berada didalam ruang kerja Leo. Irena menata makanan yang dibawanya dari rumah, meletakkan di atas meja kerja Leo.


" Maaf Oma, sudah membuat Oma harus menunda makan siangnya sampai di kantaorku"Ucap Leo yang merasa tidak enak hati karena Oma Grace memasang wajah kesalnya. menahan lapar sepanjang perjalanan.


" Seharusnya kamu yang pulang, makan di rumah bersama kami. bukan kami yang disuruh datang ke kontor mu"Oma Grace masih merasa kesal.


" Iya Maafkan Leo, mungkin memang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya. makanya Leo meminta kita datang kesini menemaninya makan siang".


" Iya Oma, ini terakhir kalinya. besok aku yang akan pulang ke rumah makan bersama kalian. sekarang Oma makan ya, selamat makan Oma".


" Ayo sayang kamu makan juga?!".


" Aku mau disupin!"Pinta Irena dengaa manja pada Leo.


" Boleh sayang, buka mulutnya! "


Irena pun makan dari tangan suaminya. dan Oma Grace juga makan dengan sangat lahap karena memang sudah kelaparan.


Irena dan Leo saling pandang sambil tersenyum melihat Oma Grace makan begitu lahap.


.


.


.

__ADS_1


Kini di dalam kamar Ayu, Jason masih setia menunggu jawaban dari Ayu yang sampai sekarang tidak kunjung bersuara.


" Aku sudah menyanggupi apa yang kamu minta. sekarang bagimana keputusaan mu? "Jason meletakkan ponsel dengan harga selangit.


" Jika kamu berpikir semuanya bisa dibayar dengan uang, maka anggaplah seperti itu. aku ingin kamu tidur dengan ku, tanpa paksaan, tanpa orang lain ada yang tahu, supaya kita sama-sama menjaga nama mu".


Ayu mematung menatap wajah Jason dan mencerna apa yang yang dikatakannya. Ayu berpikir jika kesempatan ini tidak mungkin datang dua kali dalam hidupnya. kalau pun harus tidur, hanya tidur saja kan tidak ada kegiatan yang lain, yang mengharuskan Ayu untuk kehilangan mahkotanya.


Ayu masih mencerna kata tidur dengan ku, atau mungkin maksud Jason hanya menemaninya tidur di atas tempat tidur yang sama. bukan percintaan yang pernah didengar nya beberapa kali sewaktu sekolah. dimana ada temannya yang bercerita jika Dia dan pacarnya sudah bercinta. dan pada drama-drama yang pernah di tontonnya lewat laptop sewaktu ada kesempatan bersama teman-temannya.


Tapi sekelebat bayanagan datang menghampiri nya, mengingat kejadian beberapa jam lalu. dimana Jason dan Lyra seperti sedang melakukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh pasangan yang terikat tali suci pernikahan.


Namun Ayu tidak menampik jika Jason sudah masuk dalam relung hatinya. walau Ayu tahu banyak sekali perbedaan yang dimilikinya. namun hati tetaplah hati, tidak bisa melogikakan semuanya.


Ayu mengusap wajahnya kasar, karena dalam persimpangan yang membuatnya cukup gamang.


Jason hanya tersenyum dan mengerlingkan sebelah matanya. melihat Ayu yang cukup frustrasi dibuatnya.


" Bagaimana Ay, Aku pasti di cari Lyra karena sudah berdiri lama disani bersama mu? ".


Ayu meremas jari jemarinya sambil menarik nafas panjang.


" Iya, hanya tidur dengan ku ".


" Baiklah aku saya menyetujuinya ".


Ayu pun memantapkannya hati dan pikirannya untuk menerima kesepakatan ini.


" Ok, aku akan atur waktu kapan dan dimana tempatnya dan aku akan menyerahkan uangnya padamu saat kita tidur bersama".


Ayu mengangguk pelan.


Sementara Lyra yang masih menunggu Jason di ruang makan pun, akhirnya bertanya pada Bibi Yuni yang membawa pakaian majikannnya yang sudah disetrika.


" Bibi, apa melihat Jason? ".


" Maaf Nona, Bibi tidak melihatnya".


" Kemana Jason? Bibi bisa minta tolong bantu aku mencarinya?".

__ADS_1


" Iya Nona, tapi saya selesai kan pekerjaan ini dulu".


" Iya Bi "


" Maaf Nona apa Nona sudah menelepon nomor Tuan Jason? ".


" Sudah Bi, tapi ponsel nya didalam kamar".


" Akh iya Nona, sebentar ya".


Bibi Yuni bergegas pergi meninggalkan Lyra di ruang keluarga, untuk membawa pakaian Nyonya Irena, Tuan Leo dan Tuan Jason.


Bibi Yuni kembali lagi ke samping dapur, karena tersisa pakaian Ayu yang sudah disetrikanya juga.


Bibi Yuni berjalan mendekat kearah pintu kamar Ayu membawa pakaiannya.


Cklek


Bibi Yuni perlahan mendorong pintu dan membukanya setengah karena ada yang mengganjal dibalik pintu, biasanya Ayu menggantung pakaian tidur, tas dan perlengkapan ibadahnya. jadi Bibi Yuni tidak menaruh curiga sedikit pun pada balik pintu kamar Ayu.


Ayu yang sudah berada dalam pelukan Jason, hanya diam menatap dada bidang Jason yang tadi dilihatnya tanpa penutup.


Pun dengan Jason merasakan kembali kenyalnya daging bukit kembar yang menempel pada tubuhnya.


Jason mengecup lembut pucuk kepala Ayu beberapa detik sampai Jason merasakan tangan Ayu yang berpeganagan pada lengan nya.


Jason mengusap rambut Ayu yang bergelombang dan melepaskan tali ikatannya. sehingga terurailah rambut panjangnya. dan Jason menghirup dalam-dalam aroma wangi yang berasal dari shampo yang dipakai Ayu.


Bibi Yuni keluar dari dalam kamar setelah memasukkan pakaian Ayu kedalam lemari. dan menutup kembali pintunya dengan pelan dan rapat.


Tangan Jason terulur memegang dagu dan mengangkatnya perlahan keatas sehingga kedua mata mereka saling bersitatap.


Punggung tangan Jason mengelus lembut kulit wajah putih Ayu yang sekarang bersemu kemerahan.


Punggung tangan yang satu lagi mengelus ceruk leher, sampai membuat Ayu menengadahkan wajahnya dan perlahan memajamkam kedua matanya siap menyambut bibir Jason yang akan menciumnya.


Cup


Ciuman pun terjadi lagi, tapi kali ini Ayu langsung membalas ciuman Jason.dengan mengikuti gerakan lembut bibir Jason.yang me lu mat dan me ma gutnya bergantian bibir atas dan bawah. Tangan Jason menahan tengkuk Ayu untuk memperdalam ciumannya. dan tangan satunya lagi memberikan usapan didaerah punggung atas bawahnya.

__ADS_1


Ayu begitu terbuai dengan ciuman Jason yang terus menuntut lebih padanya. Bibir Jason perlahan turun kebawah leher Ayu. mengecup nya pelan dengan diakhiri dengan gigitan kecil tapi cukup meninggalkan jejak di kulit leher Ayu yang putih bersih.


__ADS_2