Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 24


__ADS_3

" Pakai lagi ponsel mu, biar gampang aku menghubungi mu".


" Iya ".


Jason keluar dari dalam kamar Ayu setelah melihat kanan kiri aman tidak ada orang di sekitar nya yang melihat.


Jason berjalan santai ke arah ruang makan, karena bunyi perutnya yang keroncongan. karena suara yang berasal dari dalam perutnya membuat ciuman mereka terhenti.


" Sayang dari mana? aku mencarimu, dan Bibi juga, tapi kami tidak menemukan mu" Lyra memeluk tubuh Jason dengan erat. Mata Jason tertuju pada kamar Ayu yang masih tertutup.


" Itu, aku hanya dari kamar mandi dapur, karena tadi sudah tidak tahan. makanya aku lama di kamar mandinya".


" Pantas saja kami tidak dapat menemukan mu sayang?".


Jason mengajak Lyra duduk di kursi, dan mengambil makanannya.


.


.


.


" Mom, kami dalam perjalanan ke rumah. kalian ada dimana sekarang?"Tanya James dari sebrang telepon yang sudah dalam mobil yang dikendarai Pak Anton.


" Kamu sampai hari ini Jam? kami sedang dikantor Daddy bersama Oma. baiklah kita pulang sekarang"Jawab Mommy Irena.


" Sampai bertemu di rumah Mom!".


" Baiklah sayang!".


Mommy Irena pun mematikan ponselnya.


" James sudah sampai rumah?"Tanya Oma Grace.


" Lagi di jalan Oma, mungkin sebentar lagi".


Mommy Irena merapikan tempat makannya dan bersiap untuk pulang.


" Dadd, sudah selesai kerjanya?. James sedang dalam perjalanan pulang. Daddy bisa pulang bersama kami?".


Daddy Leo tidak ingin membuat kesal Oma Grace lagi dan tidak ingin membuat kecewa istrinya.


" Baiklah ayo kita pulang".


Daddy Leo meminta Asistennya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang hanya tinggal sedikit lagi.


.


.


.


Mobil yang membawa James dan Celia sudah sampai di depan rumah yang sudah hampir satu bulan tidak di singgahi, karena kesibukan nya menyelesaikan proyek yang berlokasi di luar kota.


James menggandeng istri cantik nya yang sama-sama baru keluar dari dalam mobil. mereka saling menggenggam tangan memperlihatkan kehidupannya yang sangat harmonis walau belum adanya anak diantara mereka.

__ADS_1


" Tuan James...Nyonya Celia..."Sapa Bibi Yuni ramah, karena memang Bibi Yuni sangat tahu dengan pasangan yang satu ini.


Walau Celia tidak terlalu suka dengan Bibi Yuni tapi dia tetap bersikap biasa saja karena sejauh ini James begitu menghormati Bibi Yuni.


" Bibi Yuni...Aku senang Bibi masih sehat, dan harus tetap sehat Bi. aku sangat merindukan masakan Bibi".


James menyalami Bibi Yuni dengan santun.


" Sayang... "Panggil James yang melihat Celia hanya menatap tangan Bibi Yuni yang terulur, yang sudah mulai keriput.


" Tidak apa Tuan James, mari Bibi bawakan kopernya Tuan, Nyonya ".


" Terima kasih Bi ".


Celia dengan cepat menyerahkan kedua kopernya pada Bibi Yuni. dan dia berjalan melangkah bersama James menuju ruang keluarga.


Ayu berlari kecil menghampiri Bibi Yuni yang ditangan kanan kirinya membawa koper yang sangat besar.


James menghentikan langkahnya ketika Ayu melewatinya. bahkan James sampai menoleh ke arah Ayu yang sudah sampai di depan Bibi Yuni.sedangkan Celia langsung mendaratkan bokong nya pada sofa sambil menyilangkan kaki diatas lututnya.


" Ayu bantu Bi "Ayu mengambil alih satu koper berpindah tangan padanya.


" Iya Yu, sudah selesai mencuci piringnya? ".


" Sudah Bi ".


Ayu dan Bibi Yuni menghilang dari pandangan James.


" Cantik "Gumam James dalam hati.


Celia melihat James masih berdiri, dan mengikuti kemana arah pandangan James yang mengarah pada tangga.


" Akh tidak sayang, tidak apa-apa".James ikut duduk bergabung dengan Celia.


Jason dan Lyra yang mengetahui dari Bibi Yuni ketika berpapasan di sebelah kamarnya yang akan menyimpan koper, Jika James dan Celia sedang berada dibawah. mereka pun dengan cepat bergegas ke bawah.


Lyra memasang wajah senang karena akan bertemu dengan kedua kakak iparnya yang selama ini hanya mendengar dari cerita Jason saja.


Dan untuk Celia sendiri, Lyra pernah beberapa kali melihatnya tampil di layar kaca membintangi sebuah iklan produk kecantikan. karena Celia memiliki jam terbang yang sudah sangat tinggi. sedang kan Lyra masih harus belajar banyak dari calon kakak iparnya, Celia.


" James..."Panggil Jason berteriak dari bawah atas tangga dan berlari menghampirinya.


Keduanya saling berjabat tangan memeluk sambil menepuk punggung pelan.


" Jason..., Apa kabar? tambah ganteng kau Jas".


" Kau yang tambah gagah James"


Mereka melepaskan pelukannya masing-masing.


Keduanya begitu akrab, saudara rasa sahabat. karena memang jarak usia keduanya hanya terpaut dua tahun saja.


" Celia..."


" Jas... "

__ADS_1


Keduanya pun berjabat tangan.


" Sayang.... "Panggil Lyra manja pada Jason dan ikut bergabung dengan mereka.


James dan Celia menatap wajah Jason dengan intens seperti sedang menanyakan sesuatu padanya.


" James... Celia..., Ini Lyra! "


" Lyra..., ini James kakak ku dan Celia istrinya".


Jason memperkenalkan mereka.


" Lyra... calon istrinya Jason!"Ucap Lyra mengulurkan tangannya pada James dan Celia.


James dan Celia masih menatap Jason dengan tatapannya yang sulit diartikannya oleh Jason.


Namun tidak lama mereka menerima uluran tangan Lyra secara bergantian.


" James ".


" Celia ".


Balas keduanya.


" Ayo duduk Jas " Ajak James.


Mereka berempat duduk di sofa, sambil menunggu kedatangan Mommy Irena, Daddy Leo dan Oma Grace.


Bibi Yuni dan Ayu sudah berada di dapur bersih sedang membuat minuman untuk para majikan nya. dan sudah meletakkan beberapa kue dalam piring sedang dan beberapa buah potong buah dalam piring ukuran besar.


" Yu, ayo temani Bibi mengantarkan minuman, kue dan buah ke ruang keluarga. mungkin Nyonya Irena dalam perjalanan pulang kesini. biar sekalian".


Bibi Yuni menyusun gelas dan cangkir dalam nampannya. sedangkan nampan satunya lagi berisi piring kue dan buah.


" Iya Bi, ayo Ayu bantu".


Bibi Yuni dan Ayu meninggalkan dapur menuju ruang keluarga.


Jason dan James langsung menatap ke arah Ayu yang datang bersama Bibi Yuni mengantarkan minuman dan cemilan untuk mereka.


" Permisi Tuan, Nyonya, Nona " Ucap Bibi Yuni.


" Iya Bi, terima kasih "Balas James dengan tatapan yang masih tertuju pada Ayu.


Jason menangkap James yang menatap wajah cantik Ayu tanpa berkedip beberapa detik, walau James sedang bersama Celia. Yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dirinya. yang sanggup menatap Ayu tanpa berkedip walau ada Lyra disampingnya.


" Bahaya juga tatapan James pada gadis ku"Gumam Jason dalam hati tidak suka pada James.


Bibi Yuni meletakkan semuanya di atas meja yang berada dihadapan mereka.


Bibi Yuni dan Ayu pun pergi dari sana, menuju dapur lagi.


" Tuan James dan Nyonya Celia sudah datang ya?"Tanya Bi Sinta tidak suka.


" Iya Sin "Jawab Bibi Yuni.

__ADS_1


" Itu anak pertama dan menantu pertama Ay di rumah ini. Tuan James nya baik, tapi sayang Nyonya Celia nya kurang baik "Ucap Bi Sinta.


" Shuutt, tidak boleh begitu Sin "Bela Bibi Yuni sambil tersenyum melihat wajah cemberut Bi Sinta karena tidak suka dengan istrinya James.


__ADS_2