
Usai berbincang dengan Jason dan Ayu mengenai materi dan metode yang akan diterapkan oleh Loisa selama mengajar di sini diharapkan akan dapat membantu Vina dan Vida dalam memahami, menguasai dan mempelajari semua mata pelajaran dengan baik. Setelahnya Loisa diajak Vina dan Vida untuk melihat kamar yang akan ditempatinya selama tinggal di sana.
Jason mengekor pada Ayu yang mau masuk ke dalam kamar untuk segera mandi. Karena cuaca di luar rumah hari ini begitu sangat panas sampai menusuk pada hati Ayu.
Hanya dua puluh menit saja Ayu sudah keluar dan selesai dengan hanya memakai handuk saja. Selama itu pula Jason menunggu hingga saat ini Jason harus menelan ludahnya dengan susah payah melihat tampilan Ayu yang baru selesai mandi.
" Baby, aku sudah mengirimkan email balasan untuk mengganti Loisa dengan Guru yang lain." Jason menarik tangan Ayu sehingga menubruk dada bidangnya. Ayu menatap kedalam manik mata yang berwarna hitam milik Jason dengan intens. Sorot mata yang menggambarkan keseriusan, kejujuran dan ketulusan.
__ADS_1
Ayu memegang kedua sisi wajah Jason dengan ibu jempol yang berulang kali mengusap bibir Jason yang terbuka.
" Iya Honey, syukur-syukur kalau bisa di ganti dengan pengajar yang lain."
" Tapi kalau Loisa memang yang sudah di pilih oleh pihak Sekolah berarti ia memiliki kemampuan yang lebih unggul bila dibandingkan dengan pengajar yang lain. Kita akan memberikan kesempatan padanya untuk membuktikan usaha kerasnya selama ini dalam memberikan pengajaran pada Vina dan Vida di sini." Lanjut Ayu lirih, Ayu tidak ingin egois juga karena dirinya yang cemburu hingga harus mengabaikan pendidikan kedua anaknya.
" Selama kita tidak memberikan ruang dan waktu pada mereka yang berusaha masuk ke dalam kehidupan kita, Aku yakin mereka akan mental dan pergi perlahan dari hidup kita." Ayu berusaha bijak, walau tidak mudah namun ini bukan merupakan kali pertama dalam hidupnya bersama Jason ada orang yang ingin berusaha masuk dalam hidup mereka. Sebelumnya sudah ada James yang membuatnya harus terpisah dengan Jason selama tujuh tahun. Dan semoga saja kali ini dirinya bisa lebih berusaha dan bersikap logis untuk rumah tangga dan kebahagiaannya.
__ADS_1
" Kita akan hadapi bersama setiap kuman, hama, bakteri,virus dan apa pun itu namanya. Cukup sekali saja James yang sudah membuat kita terpisah lama." Jason tidak akan pernah lupa dengan hal pahit yang satu itu.
" Iya Honey " Bisik Ayu kemudian mengecup bibir Jason sedetik. Tapi tidak bagi Jason, tidak ingin hanya sedetik saja hingga dengan cepat tangannya sudah menahan tengkuk dan pinggang Ayu bersamaan sampai dirinya bisa melancarkan aksinya mellumat, mengecap dan memagut bibir merah itu dengan sedikit ganas dan liar. Lidah Jason menerobos masuk ke dalam rongga mulut Ayu mengabsen setiap inci yang ada di dalam sana dengan diakhiri permainan lidah yang ditunjukkan keduanya begitu mahir.
Yang nama masalah kalau kita bisa hindari, maka hindarilah. Namun jika memang sudah tidak bisa untuk dihindari maka hadapilah bersama masalah itu dengan bijak. Setiap masalah sudah memiliki jalan keluarnya sendiri-sendiri. Jadi selain kita berusaha untuk menyelesaikan kita perkuat lagi dengan iringan doa.
" Sudah selesai datang bulannya?, jadi aku bisa menabur benih sekarang juga Baby. Aku sudah tidak sabar Baby menunggu mereka hadir di sini, melengkapi kebahagiaan yang kita miliki." Jason merebahkan tubuh Ayu di atas tempat tidur, yang tadinya niat Ayu ingin mandi, ini malah beradegan ranjang yang nantinya mengharuskan dirinya mandi lagi.
__ADS_1
" Ah Honey "