Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 19


__ADS_3

"Sayang..." James mencari keberadaan Soraya di dalam ruangan kerjanya, namun tidak ada.


"Ibu Soraya kemana?." Tanya James di meja sekertaris.


"Ibu Soraya tadi lari ke arah toilet Pak." Tunjuk sekertaris pada arah toilet yang berada tidak jauh dari ruangan Soraya.


James segera ke sana guna melihat keadaan sang istri. Namun sebelum itu ia kembali ke meja sekertaris untuk meminta melakukan sesuatu untuk nya.


"Baik Pak" Jawab sekertaris lalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh James.


James kembali lagi ke toilet dengan memanggil Soraya berulang kali.


"Sayang...sayang..." James memberanikan diri masuk ke dalam toilet usai mengecek kalau di dalam toilet wanita tidak ada orang lain selain istrinya.


Perasaan James begitu lega, saat melihat Soraya sedang merapikan rambut dan riasan make up nya.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya pelukan Paula?." Tanya Soraya menatap James dengan sinis dari pantulan kaca yang ada di depannya.


"Sayang...itu bukan mau ku!. Kamu lihat sendiri bukan?, tadi Paula yang sudah memelukku dengan paksa?." James mencoba menjelaskan. Sebenarnya tanpa di jelaskan pun Soraya tahu kalau Paula yang gatal terhadap suaminya. Hanya saja Soraya ingin mengerjai James.


"Tapi sepertinya kamu juga sangat menikmatinya James." Cibir Soraya.


"Sayang jangan seperti ini. Aku tidak memiliki perasaan apa pun pada Paula. Kita bisa membatalkan kontrak kerja sama dengan mereka. Nanti aku yang akan bicara dengan Daddy, kalau kamu merasa tidak enak sudah menolak perusahaan yang di rekomendasikan oleh Daddy. Pasti Daddy akan sangat mengerti sayang. Itu lebih baik, dari pada aku harus bertengkar dengan mu karena wanita itu." Jelas James panjang lebar. Berharap Soraya mau mengerti dan mempercayai perasannya.


"Jangan dulu James. Aku ingin melihat terlebih dahulu, bagaimana kualitas barang-barang yang dimilki perusahan mereka?. Kalau memang memenuhi standard kita, tidak masalah bagi ku untuk melanjutkan kontrak kerja sama nya dengan mereka." Soraya berusaha untuk menunjukkan keprofesionalannya dalam bekerja. Tidak mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan yang akan menghambat semuanya.


"Apa kamu yakin sayang?." James sedikit menyangsikan tindakan Soraya yang menurutnya bisa membahayakan hubungan rumah tangganya.


"James, aku hanya bilang. Kita akan lihat dulu kualitas barang mereka seperti apa?. Rumah sakit kita sangat membutuhkan itu James." Soraya menegaskan kembali tujuannya.


"Aku tidak ingin ada masalah apa pun dalam rumah tangga kita sayang, aku sangat mencintai mu." James memeluk tubuh Soraya dengan sangat erat, mendaratkan kecupan singkat pada pucuk kepalanya.

__ADS_1


"Iya aku tahu itu James. Kamu sangat mencintai ku dan tidak bisa hidup tanpa aku." Ucap Soraya membanggakan diri sambil tersenyum tipis.


James mengangguk cepat. "Iya sayang aku sangat mencintai mu dan tidak bisa kehilangan mu." James menegaskan lagi rasa cinta dan perasaan terdalamnya pada Soraya.


Soraya pun membalas pelukan James, mengecup lehernya singkat.


"Ngomong-ngomong kita sudah lama berada di sini. Tapi kenapa tidak ada yang masuk ke sini ya?." Ucap Soraya saat sudah melepaskan pelukannya. Soraya baru menyadari kalau mereka sedang berada di toilet yang bisa digunakan siapa saja.


James tertawa sedikit kencang, melihat Soraya yang kebingungan seperti itu.


"Aku sengaja sayang, meminta pada sekretaris mu untuk memasangkan tanda toilet sedang dalam perbaikan.


James kembali tertawa terbahak, Soraya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali.


"Kamu iseng banget sayang." Soraya mencubit hidung James lalu mencium bibirnya dengan rakus.

__ADS_1


"Kamu ingin kita melanjutkannya di sini?." James sudah membuka kancing kemeja Soraya.


__ADS_2