Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 102


__ADS_3

Air mata Mommy Irena sudah berjatuhan tanpa ada yang mengomandonya kala ia melihat Jason dalam wujud dua anak manusia yang berukuran lebih kecil.


Lututnya reflek menekuk berlutut mensejajarkan tubuh dengan kedua cucunya, yang ternyata masih lebih tinggi Jack dan John, kedua cucunya.


" Kemarilah My Little Jason!, peluk Granda Ma! "Mommy Irena merentangkan kedua tangannya. Meminta pada kedua cucunya untuk segera datang memeluk dirinya.


" Grand Ma..." Jack dan John berlari kearah Mommy Irena dengan langkah kakinya yang pendek.


Daddy Leo pun mengikuti posisi Mommy Irena lalu ikut bergabung memeluk kedua cucunya.


" Grand Pa "


Untuk beberapa menit Jack dan John berada didalam pelukan Mommy Irena dan Daddy Leo. Entah apa yang dirasakan dua bocah tersebut?, apa merasa sesak, gerah atau apa yang membuatnya tidak nyaman?. Tapi sejauh ini mereka sangat menikmati posisi mereka yang berada dalam pelukan Grand Ma dan Grand Pa nya, yang baru bisa ditemuinya sekarang setalah tujuh tahun penantian.


" Dasar anak nakal!, kamu tidak mempunyai tempat yang romantis untuk mempertemukan kami sehingga memilih koridor rumah sakit ini?, atau uang mu sudah habis sampai tidak bisa menyewa tempat yang lebih indah dari pada disini" Gerutu Mommy pada Jason yang ternyata baru menampakkan batang hidungnya berdua dengan Ayu.


Daddy Leo melerai pelukannya dan bangkit berdiri disebelah Mommy Irena yang masih menciumi kening kedua cucunya sebelum Mommy Irena ikut berdiri juga supaya Jack dan John bisa leluasa berada diantara mereka.


" Daddy...Mommy..." Jack dan John menghampiri keduanya.


Ayu menyalami tangan Mommy Irena dan Daddy Leo dengan mata yang berkaca, "Maafkan Ayu Mom, Dad, pergi tanpa memberitahu kalian. Maafkan Ayu Mom, Dad tanpa izin sudah membawa Jack dan John".


Mommy Irena menggeleng lemah dengan tatapan yang tidak lepas dari wajah Ayu yang selama tujuh tahun ini dirindukannya." Seharusnya Mommy dan Daddy yang meminta maaf pada mu Ay, karena kàmi lebih memilih menyelamatkan Jason dari pada menjaga mu dan Baby Twins. Tolong maaf kami Ay!, bukan bermaksud Mommy untuk meminta pengorbanmu saat itu tapi Mommy sungguh sangat panik dengan kondisi Jason yang sudah tidak bisa menunggu lagi asupan darah nya. Karena usaha Daddy Leo tidak membuahkan hasil. Makanya jalan satu-satunya hanya dengan James yang harus membantu Jason. Walau kamu dan Baby Twins yang harus membayarnya mahal. Maaf Kami yang sudah membuat kalian hidup terpisah selama ini. Maaf kami Ay! ".


Daddy Leo membawa Ayu dan Mommy Irena kedalam dekapannya dengan air mata yang sudah menetes dari sudut matanya." Iya Ay, Maafkan kami yang sudah membuat hidup kalian susah, terpisah dan penuh perjuangan dalam setiap harinya. Maaf kan Mommy dan Daddy yang tidak bisa menjaga dan melindungi kalian ".


" Itu semua bukan salah Mommy dan Daddy. Tapi keadaan itu memang harus terjadi karena untuk menguji kesungguhan cinta ku bersama Ayu dan Baby Twins. Yang sejauh ini kami sangat bahagia setelah tujuh tahun perpisahan kami. Ternyata cinta itu semakin besar dan sudah mendarah daging di tubuh kami masing-masing. Baby Twins, kedua putra ku sangat pintar dan bijak untuk anak seusianya. Daddy pun berterima kasih itu karena Mommy Ayu yang super hebat sudah mejadikan kalian anak yang luar biasa ".


Mommy Irena menghapus sisa air matanya dan tersenyum lebar melihat Ayu yang sudah berada dalam pelukan Jason yang diberikan ciuman hangat yang bertubi-tubi diseluruh wajah cantiknya.


" I Love You Ayu Puspita Gilbert "


" We Love You Mommy, Daddy "

__ADS_1


Ayu hanya menagngguk saja menerima pernyataan sayang dari semuanya dengan penuh haru. Kini waktu tujuh tahun kemarin seakan tidak ada apa-apanya bila sudah dipertemukan dengan keluarga yang sangat dirindukannya.


" Papa mana Dad, Mom? "Jack dan John melihat kesegala arah guna mencari keberadaan Papa nya, tapi mereka tidak melihatnya dimana pun.


Mommy Irena dan Daddy Leo saling pandang dengan kening yang sudah berkerut dan pertanyaan yang mulai memenuhi pikirannya.


" Papa siapa? "Tanya Mommy Irena pada Daddy Leo tanpa suara hanya berupa gerakkan mulutnya saja.


Sedangkan Daddy Leo menggeleng tidak tahu sembari merangkul Mommy Irena yang sedang berharap-harap cemas menantikan siapa yang sedang dicari dan dipangil Papa oleh Jack dan John.


" Mungkin pergi keruangan Dokter Vero sayang. Coba Daddy lihat!, kalian tunggu disini ya! "Jason berjalan cepat menuju ruangan Dokter Vero namun tidak menemukan James disana.


" Kemana perginya? ".


Jason mencari ketempat lain yang kiranya bisa dikunjungi James dengan kursi rodanya, ruangannya kosong, kamar mandi tidak ada, taman juga tidak ada.


" Kemana kamu James? ".


" Daddy " Semua mata melihat kearah Jason yang sedang berdiri mematung setelah dipanggil oleh John. Namun Jason melihat dari ujung koridor, Dokter Vero sedang membantu James mendorong kursi rodanya. James terlihat menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menatap kearah keluarga nya yang lain. Seperti James belum siap untuk bertemu dengan mereka.


Jason berjalan perlahan menghampiri semuanya, bukannya berhenti melainkan terus berjalan mendekati seseorang yang sedang duduk di kursi roda yang tidak lain tidak bukan adalah James yang beberapa hari ini selalu menjadi pikirannya. Sehingga tatapan semua orang mengikuti arah kaki Jason berhenti.


" James "


" Papa "


Jack dan John berlari kearah Jason dan James serta Dokter Vero.


" Saya permisi Tuan Jason. Silakan lanjutkan lagi pertemuan kalian "Dokter Vero menganggukkan kepalanya dan undur diri dari Jason dan semua keluarganya.


" Terima kasih banyak Dokter Vero "Jason melihat Dokter Vero melambaikan tangan pada arah mereka.


" James "

__ADS_1


Mommy Irena tidak pernah menyangka putra sulungnya kini berada diatas kursi roda. Mommy Irena selalu berpikir jika hidup James selalu baik, bahagia dengan Baby Twins dan Ayu, sehat, semakin sukses sehingga ia melupakan Mommy dan Daddy nya. Tapi ternyata tidak dengan kenyataan yang sedang dijumpainya sekarang, James masih terlihat kurus, wajah yang tidak terawat karena banyak tumbuh bulu yang sudah memanjang menutupi garis keras rahangnya. Namun tetap terlihat tampan bagi Mommy nya, karena bagaimana pun James adalah putra sulungnya. Mommy Irena baru menyadari kenapa Jason memilih rumah sakit sebagai pertemuan mereka?. Karena sebenarnya Jason ingin membawanya pada James, yang dilanjutkan dengan pertemuannya bersama Baby Twins dan menantunya.


Tak ada kata yang terucap dari bibir James, tidak ada pergerakan apa pun yang ditunjukan James, ia hanya terisak menangis dengan kedua tangannya yang mengatup didadanya sebagai bentuk permohonan maaf atas segala kesalahan yang sudah diperbuatnya.


Jack menulis sesuatu di layar iPad milik James dan menunjukkannya pada Grand Ma nya, "Papa tidak bisa bicara saat ini Grand Ma, tapi sebentar lagi pasti akan bisa bicara dan berjalan lagi".


Hiks...hiks...hiks...


.


.


Mampir Yuk di Novel Author yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat).




Istri kedua ( On going ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 🙏😊.

__ADS_1


__ADS_2