Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 75


__ADS_3

Kini mereka sudah berada di Bandara untuk mulai perjalanan mereka. Setelah Dokter tadi mengizikannya untuk bepergian walau jauh. Ayu tidak mengetahui persis dimana Ayu dan Baby Twins akan tinggal. Karena itu sangat tidak penting lagi baginya. Tinggal dimana pun akan sama hampanya jika tanpa adanya Jason.


" Untuk seterusnya kamu harus ikut kemana aku pergi. Dan untuk Abah dan Umi kamu bisa memberitahunya perlahan sampai menunggu dokumen kita selesai semuanya ".


Ayu selalu memberikan jawabannya hanya dengan anggukan kepalanya. Ayu belum pernah membuka suaranya lagi setelah Ayu meminta James untuk menyelamatkan nyawa suaminya.


Tapi James tidak mempermasalahkan itu, yang terpenting baginya sekarang Ayu berada selalu disisinya.


James memberikan ponsel baru untuk Ayu sudah lengkap dengan nomor yang baru pula. Ayu langsung menelepon Umi Ita dan Abah Dapi. Ayu mengabarinya kalau Ayu dan Baby Twins baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi soal kondisi Jason karena pasti sekarang baik-baik. Tapi Ayu belum memberitahu keberangkatannya.


Setelah Ayu mematikan teleponnya, James menggandeng membawanya berjalan mendekati pintu keberangkatan.


" Aku tinggalkan seluruh hatiku padamu Honey " Gumam Ayu dalam hati sembari menghapus air matanya.


Walau James melihat itu,tapi ia tidak menghiraukannya. Karena menurutnya lambat laun Ayu akan bisa menerima kehadiran dirinya.


.


.


.


Pak Anton sudah mendapatkan kabar dari orang kepercayaan Daddy Leo yang lain, kalau Erwin dan Lyra sudah aman berada bersama mereka ketika mereka akan menuju Bali untuk berlibur.


Tapi Pak Anton belum tahu pasti langkah apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Daddy Leo pada Lyra dan Erwin. Karena Daddy Leo masih menemani Mommy Irena diruangan Jason.


Drt...Drt,


" Iya Gas " Ucap Pak Anton.


" Laura sudah membuka suaranya, tapi kau tidak akan percaya siapa lagi yang membantu mereka membuat rumor itu?"Ucap Agas dari seberang sana.


" Siapa? "Tanya Pak Anton tidak ingin main tebak-tebakan.


" Oma Grace dan Lyra. Tapi bukan hanya itu rencana mereka. Kalau saja Tuan Jason berada di sana lebih lama, maka Laura akan menjebak Tuan Jason. Tapi sayang malah Nyonya Ayu yang mendapatkan hal buruknya disini " Jawab Agas.


Pak Anton hanya menarik dalam dan menghembuskannya kasar.


" Disinipun kabarnya lagi sangat tidak mengenakkan "Ucap Pak Anton membuat Agas bertanya-tanya.


" Apa? " Sekarang giliran Agas yang tidak ingin menebak apa pun karena memang disana suasanaya sedang memprihatinkan.


" Tuan James membawa Nyonya Ayu pergi " Jawab Pak Anton.


" Apa? "Pertanyaan yang sama tapi kali ini penuh dengan penekanan.


" Seperti yang kau dengar "Jawab Pak Anton lagi.

__ADS_1


Sampai beberapa menit mereka berbicara sampai terdengar suara Daddy Leo memanggilnya.


" Iya Tuan Leo " Pak Anton langsung mematikan ponselnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu pada Agas.


" Apa Ayu ada memberitahu kemana James membawanya? "Tanya Daddy Leo. Setelah ia meninggalkan Mommy Irena yang baru saja memejamkan matanya dengan pulas disebelah Jason.


" Tidak Tuan Leo " Jawab Pak Anton pelan.


" Tolong Pak Anton dan Agas siapkan kepulangan kami ke London. Walau kita masih harus menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya " Daddy Leo sudah merencanakan kepulangan mereka bukan ke Jakarta melainkan ke London.


Karena menurutnya supaya alasan yang diberikannya pada Jason masuk akal saat Ayu tidak bersamanya. Supaya Jason cepat kembali pulih dan bisa membawa Ayu pulang kesisinya.


" Baik Tuan Leo akan kami persiapkan semuanya "Jawab Pak Anton.


Dua jam sudah berlalu...


Dan benar saja perkiraan Dokter jika Jason akan sadarkan diri dalam kurun waktu kurang dari tiga jam.


Team Dokter langsung memeriksa secara menyeluruh kondisi Jason. Syukurnya Jason dalam keadaan stabil dan berangsur membaik.


" Terima kasih Dokter " Mommy Irena haru saat Jason sudah membuka matanya.


" Sama-sama Nyonya, Saya permisi " Dokter pun meninggalkan ruangan Jason.


" Sayang... " Mommy Irena mencium seluruh wajah tampan Jason yang sudah ditumbuhi bulu agak memanjang padahal hanya tiga hari saja Jason berada di rumah sakit tanpa sadarkan diri.


" Mommy disini? " Tanya Jason menautkan kedua alisnya.


Sambil berurai air mata Mommy Irena mengatakannya, " Dua hari yang lalu sayang ".


" Berarti aku sedang tidak bermimpi Mom saat aku mendengar suara Ayu dengan jelas dan sentuhan tangannya. Apa Ayu ikut kesini bersama Mommy? "Jason sangat berharap sekali itu bukan mimpi. Karena Jason benar-benar sudah sangat merindukannya.


" Em...Ayu...Ay..."


" Ayu tidak bisa ikut bersama kami. Karena alasan keselamatan Baby Twins " Daddy Leo sengaja memotong ucapan Mommy Irena yang sepertinya akan memberitahu Jason walau berat untuk mengatakannya.


" Kalau Ayu tidak ikut, itu artinya hanya halusinasi ku saja Dad " Wajah Jason berubah sendu.


" Pinjam ponsel Mommy, aku ingin menelepon Ayu dan Baby Twins " Pinta Jason dengan menengadahkan tangan pada Mommy Irena.


Daddy Leo dan Mommy Irena saling menatap,sampai akhirnya Mommy Irena memberikan ponselnya. Biarlah terjadi yang akan terjadi, Mommy Irena dan Daddy Leo harus sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Jason menghubungi nomor Ayu, beberapa menit tidak ada jawaban.


" Mungkin mereka lagi tidur siang Mom atau lagi ada Ibu Cahaya memberikan materinya. Nanti aku telepon lagi atau mungkin Ayu yang akan balik menghubungi Mommy.


" Iya sayang " Jawab Mommy Irena mengusap lembut tangan Jason.

__ADS_1


" Kamu mau makan atau minum sayang?"Mommy Irena sungguh tidak ingin berada diposisi sekarang ini. "Kenapa?" Gumamnya dalam hati.


" Aku lapar Mom, tapi aku ingin bersama Ayu dan Baby Twins. Biasanya Ayu akan makan banyak karena sekarang merasa lapar terus. Karena kedua cucu Mommy dan Daddy berebut makanan didalam perut Ayu.


Mommy Irena tersenyum getir mendengar perkataan Jason.


" Sekarang kamu saja yang makan duluan ya, nanti makan lagi kalau Ayu dan Baby Twins mau makan " Bujuk Mommy Irena.


" Baiklah Mom, aku juga sudah sangat lapar " Ucap Jason yang merasakan perutnya keroncongan.


" Kamu lanjut makan, Daddy akan keluar sebentar " Daddy Leo pamit pada keduanya.


Daddy Leo menemui Dokter yang menenangani Jason.


" Jadi bagaimana Dok? " Daddy Leo mengajukan pertanyaan setelah ia menceritakan maksudnya.


" Bisa-bisa saja Tuan, tapi tunggu sampai besok ya perkembangan selanjutnya. Walaupun sudah memperlihatkan kondisi yang jauh lebih baik, takutnya ada yang terlewat efek dari benturan pada bagian kepalanya " Dokter hanya ingin memastikan secara menyeluruh terhadap kesehatan Jason jangan sampai nanti ada apa-apa dalam perjalanan mereka.


" Baik Dok, dan untuk pemberian obat tidur bagaimana?. Karena pasti putra saya akan menolak perjalanan ini ".


" Kalau masih dalam dosis ringan mungkin akan aman. Tapi kita lihat besok dulu Tuan ".


" Baik Dok terima kasih banyak atas semua bantuannya ".


" Sudah menjadi kewajiban saya Tuan Leo ".


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).



__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.


__ADS_2