
James meminta bantuan Pak Anton dan Agas untuk mengurus perpisahan Firman dan Della, sampai semuanya benar-benar selesai. Dan tidak meninggalkan celah sedikit pun untuk Firman dan keluarganya untuk mengambil hak asuh anak yang nantinya akan diserahkan Della pada keluarga yang ada di kampung.
Di dalam Apartemen mereka pun, Della selalu menjadi bahan perbincangan mereka. Terlebih Soraya yang lebih suka memulai obrolan. Seperti pagi ini di saat mereka masih di tempat tidur, menikmati hari libur mereka.
"Semoga saja Della dan bayinya tetap sehat-sehat." Soraya begitu terenyuh dengan hdup Della yang serba kesakitan namun masih ditahannya sampai sekarang. Tanpa melakukan pengobatan dan masih bisa mementingkan kebutuhan orang lain.
"Iya sayang, seperti kata Fandy, kita pasrah kan semuanya pada Tuhan. Kita hanya bisa melakukan yang terbaik untuk pengobatan Della di sini." James memeluk tubuh Soraya yang bersandar pada tubuhnya.
"Tapi dibalik itu semua, Della termasuk wanita yang sangat beruntung. Della masih bisa merasakan yang namanya mengandung, gerakan bayi pada perutnya, mengidam..."
Cup
James menarik dagu Soraya dan langsung saja menyatukan bibir mereka. Gerakan lembut dari keduanya mampu membakar api gairah yang sudah menyala dari tadi.
"Kamu harus percaya sayang, kalau kamu juga bisa merasakan apa yang Della rasakan. Bahkan kamu akan jauh lebih beruntung dari siapa pun karena kamu memiliki aku." Ucap James di sela ciumannya yang terlepas. Namun tidak lama, keduanya kembali berciuman. Melanjutkan cumbuan tadi yang sudah membakar tubuh keduanya.
Soraya mengikhlaskan jikalau ia tidak menjadi wanita yang sempurna. Namun ia berharap James tidak akan pernah meninggalkannya.
__ADS_1
.
.
.
"Baby, apa kamu minta Soraya saja untuk menemani mu di sini?." Jason mengusap perut Ayu yang sudah sangat membuncit yang diperkirakan kurang dari satu bulan akan melahirkan.
"Inginnya sepertinya itu Honey, tapi aku tidak ingin menganggu kesibukan Soraya. Apalagi sekarang pikiran Soraya harus terbagi dengan pasiennya yang bernama Della." Ayu menarik tangan Jason yang berhenti mengusap perutnya. Padahal sudah hampir tiga jam lamanya Jason mengusap perut Ayu.
"Tapi tidak ada salahnya Baby, kita bicarakan dengan Soraya. Syukur-syukur kalau bisa, kalau enggak bisa ya sudah kamu minta ditemani Umi atau enggak Mommy?." Usul Jason sambil menyingkap dress pendek Ayu.
"Baby..." Desah Jason lembut di telinga Ayu sambil menindih kedua kakinya.
"Kenapa bukan Soraya saja ya Honey, yang mengambil bayinya Della nanti?." Ucap Ayu ditengah gangguan tangan Jason yang sedang meremas salah satu buah dadanya.
"Makanya kamu suruh Soraya untuk ke sini?, supaya kalian bisa ngobrol banyak mengenai Della dan bayinya." Jason sudah menyingkap Samapi atas dress Ayu sampai Ayu harus melepaskan sendiri.
__ADS_1
Ayu membiarkan Jason untuk menikmati setiap inci tubuh yang sudah tidak seindah dulu. Namun Jason tidak pernah bosan untuk terus menikmatinya. Bahkan Jason masih bisa meminta jatah satu hati tiga sampai empat kali, dalam kondisi Ayu yang tengah hamil besar.
.
.
.
"Jason meminta kita datang ke rumah?." James membantu Soraya memakai Bra.
"Ada apa?." Tanya Soraya merapikan rambutnya.
"Paling diminta menemani Ayu, kan sebentar lagi Ayu melahirkan." Jawab James.
"Oh iya, tidak terasa ya kita akan segera memiliki anak lagi." Ucap Soraya begitu antusias.
James berlutut di depan Soraya yang berdiri.
__ADS_1
Tangan James mengelus perut Soraya yang masih terbuka.
"Segera hadir sayang untuk Mommy dan Daddy. Mommy dan Daddy sudah lama mengharapkan kehadiran mu." James mengecup perut Soraya berulang kali.