Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 53 T3JG


__ADS_3

Sambil menunggu Soraya membersihkan diri, James sudah menata makanan yang dibawanya. Meletakkan dua piring kosong beserta dengan minuman kesukaan mereka.


" Ayo kita makan kalau kamu sudah selesai?." James menarik kursi dan mempersilakan Soraya untuk duduk di sana. Kemudian James pun duduk di depan Soraya, supaya bisa memandangi wajah cantik wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri nya.


" Terima kasih James." Soraya begitu bahagia masih diperlakukan baik seperti ini oleh James. Walau pun sadar dirinya dulu pernah meninggalkannya.


" Kenapa menatap ku seperti itu?. Apa kamu baru menyadari kalau kamu begitu mencintai ku?." Seketika Soraya berdiri dan mencium pipi James untuk beberapa saat.


" Terima kasih masih sudah mau menunggu dan menerima ke kembali." Ucap Soraya penuh haru sambil membersihkan sisa lipstik yang menempel pada pipi James sambil tertawa.


Usai makan malam James dan Soraya duduk santai di ruang tengah yang hanya terdapat satu sofa berukuran sedang. Meski kini waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam namun sepertinya keduanya belum ada yang mengantuk.


" Kamu sudah mengabari Mommy kalau pulang ke tempat ku?."


James mengangguk sambil membelai lembut rambut kepala Soraya, " Hem ".


" Rasanya masih seperti mimpi bisa bertemu dengan mu di saat sekarang ini. Rasa sedih akan kehilanganmu waktu dulu sirna seketika. Berganti rasa suka cita di tambah lagi sebentar lagi kita akan menikah." James merebah kan kepala Soraya untuk bersandar pada pundak nya. Tangan nya mengelus lembut pipi Soraya.


Percintaan yang singkat dirinya dan Soraya begitu membekas, walau tidak bisa ia pungkiri sebagai pria normal yang pernah merasakan nikmatnya bercinta, ia pun terkadang menginginkan sesuatu yang lebih untuk bisa menyalurkan gairah dan hasratnya. Namun ia sadar semuanya sudah berubah dan tidak lagi sama.


Karena saking asyik nya bercerita mengenang masa lalu dan merencanakan masa depan bahagia sampai mereka lupa untuk memejamkan mata hingga waktu pagi sudah datang menyapa.


Mereka tertawa lepas kala menertawakan kegilaan yang mereka lakukan hanya untuk sekedar mengobrol.


.


.


Soraya dan James sudah sarapan saat James melajukan mobil nya meninggalkan rumah Soraya, sebab Soraya menyempatkan diri membuat sarapan kesukaan James.


" Nanti aku jemput lagi, kita pulang ke rumah Umi Ita." James mengecup sayang pucuk kepala Soraya kala Soraya sudah berdiri di depan pintu masuk rumah sakit.

__ADS_1


" Iya nanti aku kabari, terima kasih sudah mengantar ku." Soraya memeluk tubuh James beberapa saat.


" Jangan selalu mengucapkan terima kasih, karena sekarang kamu kewajiban aku dan sudah sepantasnya aku melakukan hal itu pada mu." James kembali mencium pucuk kepala Soraya sebelum membiarkan Soraya masuk dan akan memulai pekerjaan nya.


.


.


Membawa mobil dengan kecepatan tinggi, tidak membutuhkan waktu lama bagi James untuk sampai di rumah Umi Ita yang langsung di sambut oleh keempat anak nya.


" Pa " Sapa Jack dan John bersamaan.


" Papa, Mama Soraya nya mana?." Vina dan Vida berhamburan pada James untuk minta di peluk. Jack dan John meminta James untuk menemani meraka sarapan.


" Mama Soraya bekerja sayang." Jawab James sambil mendaratkan bokong nya pada kursi.


" Mommy Daddy kalian kemana?." James tidak melihat Jason dan istri nya yang biasa kalau pagi-pagi begini berkelahiran menari makanan di meja makan.


" Kenapa?." Tanya James memelankan suaranya bahkan lebih cendrung mencondongkan tubuhnya pada Vina.


" Daddy bilang pada Kak Jack dan John untuk membawa kami main karena Daddy mau jenguk Adik kami. Kalau kami ikut nanti Adik bayi nya marah enggak mau di jenguk." Jelas Vina menirukan kembali apa yang diucapkan oleh Jack.


" Kamu ini Jack?." James menatap tajam putra laki-laki nya itu.


" Salah kan aja Daddy, Pa. Masa pagi-pagi udah minta jenguk adik kami. Kan aku dan John yang kerepotan menjaga Vina dan Vida." Keluh Jack yang hanya ditanggapi sebuah senyuman oleh James.


" Granda Ma mana?." Sekarang sang Mommy yang ditanyakan James sebab belum melihatnya semenjak masuk rumah.


" Granda Ma pergi ke pasar sama Nini, Ibu Yuni dan Ibu Risma." Jawab Vida sambil turun dan mengambil susu yang sudah tersedia di meja makan.


Walau tubuh yang terasa lelah, mata yang mulai terasa berat karena kantuk namun demi menemani kedua anak perempuannya James rela menahan itu semua. Supaya memberikan waktu yang cukup bagi Jason untuk menjenguk calon anak nya.

__ADS_1


Hingga tidak terasa sudah hampir jam sebelas siang, Jason dan Ayu belum juga keluar kamar dan James yang sudah tidak bisa menahan lagi rasa kantuk nya sampai ia harus merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan mata yang langsung terpejam.


Vina dan Vida yang asyik bermain pun tidak mengetahui jika sang Papa sudah terlelap.


Suara mobil yang membawa Mommy Irena, Bibi Yuni dan Ibu Risma sudah sampai di halaman rumah. Mereka keluar dengan banyak tentengan di tangan nya masing-masing. Tapi Grand Ma langsung mencari keberadaan kedua sang cucu perempuan.


" Vina...Vida..." Panggil Mommy Irena dengan suara lantang.


Bukannya Vina dan Vida yang menyahut melainkan Jason yang baru keluar dari kamar dengan wajah yang begitu segar dan rambut yang dibiarkannya masih basah.


" Kenapa Mom mencari Vina dan Vida?."


Bukan nya menjawab, Mommy Irena memukul kencang lengan Jason dengan wajah yang menyeramkan.


" Kamu itu ya Jason selalu saja begini. Daddy mu sudah bilang jangan membuat wanita hamil itu kelelahan. Kamu malah sengaja melakukan itu."


Jason berpura-pura meringis dengan pukulan Mommy Irena sambil dengan enteng nya mencium pipi Mommy Irena yang sedang marah.


" Wanita hamil itu juga mau Mom di ajak lelah sama anak mu yang perkasa ini. Jadi jangan salah kan aku."


" Iya Grand Ma. Daddy dengan sengaja meminta pada kami untuk menjaga Vina dan Vida supaya Daddy leluasa melancarkan aksi nya." Adu Jack pada Mommy Irena dengan wajah kurang bersahabat yang diperlihatkannya pada sang Daddy.


" Udah gitu Grand Ma, Papa yang baru pulang kantor akhirnya yang ngajak main kedua adik ku. Tapi sekarang Papa enggak terdengar lagi suaranya. Coba kamu cek Jack!." John tambah mengompori sang Grand Ma untuk memarahi Daddy nya.


" Jason " Teriak Mommy Irena dengan sangat kencang kala melihat putra kedua nya itu bersembunyi di belakang tubuh Ayu.


" Tolong bantu aku bicara pada Mommy, Baby. Katakan pada Mommy kalau anak kita yang ingin dijenguk oleh Daddy nya." Bisik Jason membujuk Ayu supaya menjelaskan pada Mommy Irena.


" Jason menyuruh mu apa Ay, jangan mau!. Sekarang putra bungsu penuh dengan modus."


Jack kembali dengan wajah sumringah dengan ponsel ditangannya.

__ADS_1


" Papa tidur nya lucu banget kalau lagi capek!." John memutar video yang diambilnya dan memperlihatkan pada Mommy Irena, Ayu, Jason dan John. Sehingga mengundang gelak tawa semuanya, mereka melihat James yang tidur dengan posisi mulut terbuka lebar dengan suara dengkuran yang cukup kencang.


__ADS_2